
Lan Ji dengan kekuatan elemen petir yang ia pusatkan ke tangan kananya, membentuk sebuah pusaran petir berbentuk lancip dengan kombinasi mata kiri Sheiju telah berhasil mengenai bagian fital dari tubuh raja siluman singa, ditambah lagi dengan serangan beruntun dari Thobi dan juga Shin Yan yang juga mengenainya sebelum serangan Lan Ji berhasil menembus jantungnya.
Dentuman dahsyat terjadi ketika ketiga serangan secara beruntun mengenai raja siluman singa, kemunginan kecil raja siluman singa bisa selamat dari serangan itu.
Dengan mata Sheijunya, Lan Ji melihat ke arah dimana raja siluman singa terpental, dan mencoba untuk memeriksa dengan mata kirinya itu apakah dia telah berhasil membunuhnya apa belum.
Serangan kombinasi yang begitu dahsyat, kemungkinan kecil untuk siluman singa bisa selamat dari serangan tersebut.
“Itu tadi serangan yang luar biasa Lan Ji, bagaimana bisa kekuatanmu bisa meningkat drastis seperti itu hehehe.” Ketawa Shin Yan sambil menepuk pundaknya.
“Seperti biasa Shin, aku hanya mencoba mengembangkan kekuatan yang ada pada diriku dengan kekuatan baru di mata kiriku ini.” Jawabnya dengan ekspresi tersenyum kepada Shin Yan.
“Kekuatanmu jauh lebih berkembang daripada ketika kita berdua melawanmu, ketika itu saat pengaruh roh kegelapan masih ada di tubuhmu dan kamu masih belum sepenuhnya sadar akan tindakanmu.” Ucap Thobi dari jauh berada bersama para pasukan kerajaan.
“Yang terpenting sekarang kita harus segera keluar dari hutan siluman ini, dan melanjutkan perjalan kita menuju pulau dewata.” Ucap Lan Ji.
Berjalan ke arah para pasukan yang terluka parah “Shojin gimana keadaan para prajurit yang terkena serangan beracun milik siluman singa itu, apa mereka masih bisa diselamatkan?” Ucap Thobi kepada Shojin yang tengah meracik ramuan obat penagkal racun untuk menyelamatkan para prajurit.
“Masih ada kemungkinan untuk mereka bisa selamat, seperti halnya para prajurit yang lain, tapi perlu waktu untuk menetralkan racun yang ada pada tubuhnya, serangan jarum bambu milik siluman itu cukup banyak dan mengenai bagian-bagian seperti tangan dan kaki, sehingga sulit untuk para prajurit menggerakan badanya.” Jawab Shojin sambil mengobati satu per satu para prajurit yang terluka parah. “Berbeda dengan kalian bertiga, serangan jarum bambu yang mengenai kalian itu sudah ternetralkan dari tanda kutukan yang ada pada diri kalian masing-masing, tapi aku tidak bisa menjamin kalau semisal ada serangan beracun lagi yang mengenai tubuh kalian.” Tambahnya dengan ekspresi serius.
Tiba- tiba situasi pun berubah drastis, dari arah dimana siluman singa terlempar karena serangan terakhir milik Lan Ji, kabut yang menyelimuti area disekitar sana masih terlihat dan belum sampai mengilang, seketika itu efek kabutnya semakin lama semakin banyak dan tersebar ke seluruh area tempat dimana siluman singa terpental.
__ADS_1
Seketika itu juga Shin Yan dan Lan Ji yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut menyadari akan terjadinya penguapan asap yang semakin tebal. “Sepertinya kabut itu efek dari seranganmu ya Lan Ji?, efek asapnya semakin lama semakin banyak dan menebal.” Tanya Shin Yan kepada Lan Ji yang ada di sampingnya.
“Tidak mungkin siluman itu bisa selamat dari serangan kita, aku sudah pastikan serangan pusaran petir miliku tepat mengenai organ vitalnya, kecil kemungkinan dia bisa bangkit kembali.” Jawab Lan Ji sambil mengusap keringat di dahinya.
“Apapun yang terjadi dia tetaplah siluman Lan Ji, ada kemungkinan kalo dia bisa selamat dari seranganmu itu.” Ujar Shin Yan.
“Ayo Shin kita kesana dan memastikan secara pasti, apa yang sebenarnya terjadi dengan kabut tebal itu, aku curiga kalau siluman itu berhasil selamat dari seranganku.” Ujar Lan Ji sambil berjalan menuju tempat Thobi dan mengajaknya untuk bersama-sama mengecek tempat tersebut.
Lan Ji dan Thobi berlari menuju tempat dimana Thobi, Shojin dan para pasukan kerajaan yang tak jauh darinya. Dan memberitahu kepada mereka mengenai situasi yang ada di tempat dimana jatuhnya siluman singa karena serangan mereka bertiga.
“Aku masih tidak percaya kalau raja siluman singa masih bisa selamat, kita bertiga harus kesana dan melihatnya dengan mata kepala kita sendiri, apa yang sebenarnya terjadi pada kabut asap disana, kabut itu bukanya malah hilang, akan tetapi terus saja menambah ketebalanya.” Ucap Lan Ji dengan ekspresi serius mendekat kea rah Thobi berada.
“Tetap saja dia itu siluman, aku bisa merasakanya dari sini, cakra dan aura gaibnya masih ada, makanya kita harus bergegas kesana dan memeriksanya secara langung, kalo tidak, kita tidak ada bisa keluar dari hutan ini dan melanjutkan perjalanan kita.” Ujar Shin Yan disamping Lan Ji.
“Kalian semua tetap disini, biar Shojin mengobati luka-luka kalian hingga membaik, kita bertiga akan menuju ketempat dimana raja siluman singa itu sekarat.” Ujar Thobi kepada para prajurit kerajaan.
“Serahkan saja padaku, kalian pergilah, aku akan berusaha semaksimal mungkin, untuk kesembuhan para prajurit ini.” Ucap Shojin yang berada di saming Thobi sambil memegang pundaknya dan meyakinkanya.
“Kita harus bergegas sebelum kabut itu benar-benar menutup semua area yang ada disana.” Ucap Lan Ji.
Belum sempat mereka semua menuju ke tempat dimana raja siluman singa itu berada, tiba-tiba kabut tebal dari arah dimana siluman tersebut berada berubah menjadi hitam dan menjalar ke atas hutan sampai menembus langit-langit.
__ADS_1
Sontak mereka bertiga kaget melihat peristiwa tersebut. “Tidak mungkin! Itu pasti kabut tebal dari siluman singa itu, Lan Ji gunakan mata Sheijumu apa yang sebenarnya terjadi.” Ucap Shin Yan yang masih tidak percaya akan kebangkitan dari siluman singa itu.
“Tidak, sekarang waktu yang tepat buatmu Thobi keluarkan kekuatan pusaran angin terkuat andalanmu dan hilangkan semua efek kabut tebal itu dulu, mata kiriku butuh waktu untuk pulih dari pertempuran sebelumnya” Ujar Lan Ji sambil memegang mata kirinya.
Dengan percaya diri Thobi memusatkan cakranya ke satu titik ditanganya dan membentuk dua pusaran angin mirip seperti tornado yang ia kendalikan. Thobi melemparkan dua pusaran angin tornadonya kea rah dimana kabut itu berada.
“Whushhhhhhhhh”
Kabut yang semula menebal kemudian hilang bersama dengan serangan serangan angina tornado dari Thobi, dan seketika itu munculah sesosok siluman singan dari bawah tanah dan melayang terbang ke atas udara.
“Ha ha ha ha ha ha ha” ketawa jahat dari jara siluman singa.
“Kalian semua pasti tidak akan percaya kalau aku bisa selamat dari serangan gabungan kalian, terutama serangan pusaran petir yang mengenai jantungku ini.” Dengan nada tinggi sambil melayang ke udara dengan aura cakra hitam yang menyelimuti tubuhnya.
“Sudah kuduga! Tidak mungkin, bagaimana bisa kamu selamat dari seranganku yang mengenai tepat di jangtungmu itu.” Teriak Lan Ji dengan terkejutnya melihatnya muncul secara tiba-tiba setelah Thobi mengeluarkan kekuatan pusaran angina tornadonya untuk menghilangkan efek dari kabut tebal yang menyelimuti area itu.
“Kalian semua ceroboh sekali! Aku ini raja siluman singa penguasa dari hutan ini, aku ini abadi, tidak akan ada yang bisa membunuhku, dan kalian semua tidak akan bisa keluar dari hutanku ini, menyerah saja dasar manusia bodoh.” Ucapnya.
Kekuatan dari raja siluman singa itu tiba-tiba menigkat drastis setelah kemunculan ekor yang ada pada tubuhnya.
“Penampilanya yang sekarang benar-benar berbeda dari yang sebelumnya, aku bisa merasakan cakranya meningkat drastis, aku yakin asap kabut yang menyelimutinya tadi adalah cara dia meregenerasi tubuhnya yang hancur akibat dari serangan darimu.” Ucap Shin Yan kepada Lan Ji yang ada di sampingnya yang masih tidak percaya akan kejadian itu.
__ADS_1