
Berubahnya Tongkat Hitam Raja Grandiya menjadi sesosok Kalajengking besar dengan tanduk hitam di atas kepalanya, membuat Shin Yan, Thobi dan Lan Ji terkejut bukan main. Kedatangannya membawa suasana pertarungan berubah. Ia muncul pada saat situasi yang tepat, dimana ketika Raja Grandiya terpojok olehnya.
Raja Grandiya saat itu juga langsung melompat ke atas punggung Kalajengking Hitamnya. Melihat ukurannya yang sangat besar, tidak menutup kemungkinan kalau dirinya bisa menaiki tubuhnya.
"Sekarang adalah waktu yang tepat untukmu untuk bangkit kembali, di dalam jembatan kematian ini juga untuk kedua kalinya kau aku bangkitkan kembali setelah 100 tahun lamanya. Aku harap kemampuanmu tidak melemah." Ucap Raja Grandiya kepadanya diatas punggungnya.
"Seperti biasanya, kau selalu saja meremehkan kemampuanku. Dengan cakra yang baru didalam tubuhku ini pastinya kekuatanku akan berbeda dari sebelumnya. Terlebih lagi dengan adanya aliran cakra kegelapan darimu." Jawab Kalajengking Hitam.
"Tiga manusia yang ada di hadapanmu saat ini adalah lawan kita." Ujar Raja Grandiya.
Mendengar perkataan darinya, Kalajengking Hitam tidak segan-segan langsung berjalan maju ke arahnya. Menggunakan api biru beracun yang ada di ujung ekornya, Ia langsung melontarkan serangan pertama kepada mereka bertiga yang ada dihadapannya.
__ADS_1
Melihat serangan pertama dari Kalajengking Hitam yang mengarah langsung kepadanya, Lan Ji dengan kekuatan petir naga yang ia kendalikan ditangan kanannya, langsung menyerang api biru yang beracun yang datang.
"Bumm.."
Serangan petir naga Lan Ji bertabrakan dengan lesatan api biru beracun milik Kalajengking Hitam. Serangannya seimbang antara satu dengan lainnya, sehingga menciptakan ledakan antar keduanya.
Disusul dengan serangan elemen api dan elemen angin dari Shin Yan dan juga Thobi dari belakang. Kedua serangannya berkombinasi membentuk kobaran api yang amat besar ke arah Kalajengking Hitam.
"Tubuhnya kuat sekali, lebih kuat dari naga hitam yang pernah kita lawan sebelumnya," ujar Shin Yan sambil menatap ke arah Thobi.
"Biar aku alihkan perhatiannya, lalu kita atur strategi yang tepat untuk mengalahkannya." Ujar Lan Ji.
__ADS_1
Menggunakan kekuatan pusaran air yang ia ciptakan, ia berpijak di atasnya dan melaju dengan cepat ke arah Kalajengking Hitam. Kali ini ia menggunakan pedang yang ia aliri kekuatan petir untuk melawan capit yang kuat itu.
"Pusatkan aliran cakra kegelapan dalam kedua capitmu untuk menahan serangan dari pedangnya." Tutur Raja Grandiya yang ada di atas punggungnya.
Menggunakan kekuatan Mata Sheijunya, Lan Ji menusukkan pedang petirnya ke arahnya. Namun, dengan kedua capit yang disatukan sesuai perintah dari Raja Grandiya, Kalajengking Hitam menahan serangan dari Lan Ji yang begitu hebat tersebut.
Secara bersamaan Lan Ji pun mengeluarkan kekuatan badai airnya menggunakan pergerakan dari kakinya.
Sentuhan elemen air yang ia alirkan dari bawah, membuat Kalajengking Hitam bersama Raja Grandiya diatasnya terbawa aliran air yang mengalir deras kepadanya. Namun, Kalajengking Hitam menggunakan ekor apinya untuk menahan aliran air tersebut dengan menancapkanya ke atas tanah tempat ia berpijak.
"Ternyata benar, tidak mudah untuk membuatnya goyah hanya dengan badai air. Kita bertiga harus merencanakan strategi terlebih dahulu untuk mengalahkannya." Batin Lan Ji yang saat itu berusaha dengan kuat untuk menembus kedua capit yang menahan pedang petirnya.
__ADS_1