
Dengan kekuatan badai airnya serta kombinasi dari kekuatan petir yang ia alirkan kepada pedangnya, Lan Ji membantai ribuan pasukan dua kerajaan Pasai dan Rosai bersama pasukannya yang tersisa. Para pasukan dari Lan Ji menyerang bersamanya, akan tetapi semuanya berhasil dikalahkan oleh ketangguhan dari pasukan lawan.
Bersamaan dengan terbunuhnya para pasukannya, Lan Ji seorang diri membantai semua pasukan lawan tanpa tersisa satupun. Dengan terbunuhnya para pasukan dua kerajaan Pasai dan Rosai tersebut, Lan Ji juga telah menyelamatkan mereka dari pengaruh cakra kegelapan yang menyelimutinya. Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang terkesan dengan kemampuan dari Lan Ji dan ingin bertarung melawannya.
"Tidak ku sangka kamu yang hanya seorang diri saja mampu membunuh ribuan pasukanku yang tersisa. Kali ini aku sendiri yang akan jadi lawan bertarungmu." Ujar Ratu Selenmayang sambil terbang ke atas udara dengan selendang merahnya.
Ratu Selenmayang melayang maju ke arah Lan Ji menggunakan selendang merahnya. "Aku harus berhati-hati dengan kekuatan selendang merahnya. Kekuatan dari selendang merahnya itu tidak bisa diragukan lagi, bahkan perisai penghalang air miliku yang menghadangnya waktu itu berhasil di hancurkan dan ditembusnya hanya dengan dua kali sabetan saja." Batin Lan Ji yang ada di depan Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang sambil mengalirkan cakra kekuatan petir pada pedangnya.
"Aku akan memberikan dia salam hangat pertama dari selendang merahku ini, kau disini saja biarkan aku memberikan dia kecupan darah kematian." Ujar Ratu Selenmayang kepada Raja Grandiya yang ada dibawahnya beserta kuda hitamnya.
"Kalau itu maumu, silahkan saja! Aku akan memanggil naga hitam kesini untuk ikut bertarung bersama kita. " Jawab Raja Grandiya sambil membacakan mantra untuk memberi kode kepada naganya yang sedang bertarung.
__ADS_1
Ratu Selenmayang melebarkan selendangnya. selendangnya melaju cepat ke arah Lan Ji berada. "Gawat! Sebisa mungkin aku harus bisa menghindari sentuhan dari selendang merahnya." batin Lan Ji sambil mengeluarkan cakra petir ke pedangnya.
Selendang Ratu Selenmayang menuju ke arah Lan Ji dengan tujuan ingin mengikat tubuhnya, namun Lan Ji tidak semudah itu untuk terkena jeratan dari selendang merahnya. Dengan pedang aliran petir yang ada ditangannya, Lan Ji menyerang selendang yang mengarah di depanya dengan pedang petirnya.
Selendang merahnya tidak sobek sedikitpun oleh serangan dari pedang petir milik Lan Ji, namun dengan serangannya itu cukup mampu untuk menahan serangan dari selendang merah yang ingin mengikat tubuhnya. "Aku bisa merasakan bahwa selendangnya telah dialiri oleh cakra kegelapan yang membuatnya bisa kuat seperti ini. Orang ini tidak bisa diremehkan, dia adalah tipe-tipe dengan serangan jarak jauh, aku harus bisa menghindarinya. Serangan jarak jauh akan menguntungkan dirinya, aku harus mencari celah agar bisa mendekatinya. batin Lan Ji sambil menghela nafas panjang.
"Boleh juga pedang petirmu itu! Kali ini kamu diuntungkan oleh pedang petirmu itu, lain kali akan berbeda." Ucap Ratu Selenmayang kepada Lan Ji sambil menarik kembali selendang merahnya.
"Sepertinya Lan Ji telah mengalahkan pasukan dua kerajaan Pasai dan Rosai yang tersisa, tidak bisa dipungkiri kemampuan Lan Ji memang hebat ditambah lagi dengan mata Sheiju yang ia punya. Kita harus menyusulnya dengan membunuh naga hitam itu." Ujar Shin Yan kepada Thobi yang ada disampingnya.
Ketika naga hitam menyemburkan apinya kepada Shin Yan dan Thobi, tiba-tiba apinya menyusut kembali ke mulutnya dan memutarkan badanya kebelakang. "Apa yang dia lakukan, apinya bahkan tidak sampai ke kita." Tanya Thobi melihat pergerakan dari naga hitam yang tiba-tiba berubah. "Sepertinya dia menerima kode dari Raja Grandiya untuk kembali kepadanya. Ayo kita ikuti kemana arah dia pergi, aku khawatir ini ada sangkut pautnya sama rencana Ratu Selenmayang dan Raja Grandiya. Kita harus membantu Lan Ji dan bersatu melawannya." Jawab Shin Yan sambil melangka maju untuk berlari menuju tempat Lan Ji berada.
__ADS_1
Naga hitam tersebut menuju ke tempat dimana Raja Grandiya berada. "Akhirnya kau datang juga, aku membutuhkan sedikit cakra kegelapan didalam tubuhmu." Ucap Raja Grandiya kepada naga hitam yang telah muncul dihadapanya.
Naga hitam mengulurkan ekornya untuk mentransfer aliran cakra kegelapan yang ada pada tubuhnya kepada Raja Grandiya yang ada dihadapannya. "Tenang saja! Aku tidak akan mengambil banyak cakra yang ada dalam tubuhmu. Aku hanya ingin menstabilkan kekuatan tongkat hitamku ini." Ujar Raja Grandiya sambil mengeluarkan tongkat hitam kecil dari saku celananya.
Tongkat hitam yang awalnya kecil, tiba-tiba berubah menjadi besar dan memanjang dalam genggaman Raja Grandiya. Semua itu terjadi ketika mendapat transfer aliran cakra kegelapan dari ekor naga hitam. "Dengan tongkat hitam andalanku ini aku akan menghabisi mereka bertiga. Sudah cukup naga hitam! Majulah ke arah Ratu Selenmayang dan bantu dia untuk menghabisi satu manusia yang ada di hadapannya bersama dengan dua rekan mereka yang kamu lawan tadi, sebentar lagi juga dia pasti akan menyusul ke sana." Perintah Raja Grandiya kepada naga hitamnya sambil berjalan maju bersama kuda hitam yang dia naiki.
Sebelum naga hitam sampai ke tempat dimana Lan Ji dan Ratu Selenmayang berada, Shin Yan dan Thobi telah terlebih dulu sampai ke tempatnya. Memanfaatkan kekuatan elemen angin yang Thobi punya, mereka berdua berlari dengan pijakan elemen angin dari Thobi yang ia alirkan pada masing-masing kakinya. "Maaf kami telah membuatmu menunggu lama! Tapi kali ini kita akan bersatu untuk melawanya." Ucap Shin Yan yang telah sampai ke tempat Lan Ji bersama Thobi.
"Bagaimana dengan naga hitam itu? Apa kalian telah membunuhnya?" Tanya Lan Ji kepadanya. "Lihatlah didepan sana! Dia ada dibelakang Ratu Selenmayang. Selendang merahnya yang lebar itu menutupinya. Naga hitamnya adalah milik dari Raja Grandiya, ketika naga itu menyerang kami berdua, tiba-tiba dia seperti mendapatkan sinyal untuk kembali kepada pemiliknya. jadi kami berdua memutuskan untuk mengikuti aura kegelapan yang ada ditubuh naga hitam tersebut. Ternyata benar dugaanku! Dia menuju ke sini." Ucap Shin Yan sambil mengeluarkan bola api hitam ditangan kanannya.
"Persiapkan tenaga kalian yang tersisa, harapan untuk menang ada pada kita bertiga. Semua para pasukan kerajaan kita juga sudah habis terbunuh. Tersisa dua arwah Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang bersama naga hitamnya." Ujar Thobi sambil mengeluarkan kekutan pusaran angin ditangannya.
__ADS_1
"Sudah saatnya kalian bertiga mati disini." Ujar Raja Grandiya yang datang dari arah belakang sambil menaiki kuda hitamnya. Disusul oleh naga hitam yang berada disampingnya menuju ke tempat Ratu Selenmayang berada.