SEGEL TERLARANG

SEGEL TERLARANG
Mantra yang menghancurkan segalanya


__ADS_3

Dari ujung jembatan gantung merah datanglah pemuda bernama Grandiya. Dia adalah Raja yang baru saja dilantik oleh kerajaaannya di usianya yang begitu muda. Karena kemampuan bertarungnya dan juga cara berpikirnya yang begitu cerdas. Grandiya dilantik sebagai raja dari kerajaaan Pasai setelah kematian dari Raja Angfai.


Raja Angfai bersama Grandiya melakukan pertempuran dengan kerajaan Rosai demi merebutkan hak kekuasaan atas kerajaan tersebut di atas tanah kerajaanya. Namun, hal tak terduga terjadi kepada Raja Angfai ketika bartarung melawan Raja dari kerajaan Rosai. Bagian organ vitalnya tertusuk oleh tombak yang amat tajam. Melihat kondisi dari Raja Angfai yang terluka parah, Grandiya mengambil alih kepemimpinan penyerangan dan memerintahkan para pasukannya untuk mundur dan membawa Raja Angfai kembali ke kerajaannya.


Raja Angfai tertusuk oleh tombak beracun, Sehingga pada saat ia sampai ke kerajaannya, nyawanya sudah tidak tertolong lagi. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Raja Angfai memberikan wasiat terakhir kepada Grandiya untuk menjadi raja yang baru, dan membalaskan dendamnya kepada Kerajaan Rosai.


**


Bersama beberapa para pasukannya ia berjalan menuju jembatan gantung merah dengan tujuan akan melakukan mata-mata terhadap kerajaan Rosai. "Sesudah dilantiknya diriku sebagai raja yang baru, aku akan berkuasa atas kerajaaan Pasai. Sebagai rasa berterimakasih kepada Raja Angfai, aku akan membalaskan dendamnya. Aku akan mencari beberapa informasi mengenai kerajaan Rosai yang sudah lama menjadi incaran Raja-raja terdahulu untuk bisa mengambil alih kembali kekuasaan atas namaku sendiri." Ucapnya dengan menaiki kuda hitam, ia berjalan maju dan dikawal beberapa pasukan disampingnya.


Disamping itu. kesatria martis dan sekutunya sendiri Argos Fey masih bertarung ditengah-tengah dari jembatan jembatan kematian. Argos Fey ingin membunuh kesatria martis dengan kekuatan tenaga dalam terlarang miliknya. Dan merebut tongkat hitam yang ada ditanganya.


Setelah berhasil lepas dari ikatan tongkat hitam yang melilit tubuhnya, Argos Fey memutarkan cincin api yang besar ditangan kanannya. "Aku sudah memperingatkanmu untuk menyerahkan tongkat hitam itu kepadaku.” Ucapnya sambil memutarkan cincin apinya.


“Tidak kusangka setelah sekian lama kita tidak bertemu, tenyata kau telah menguasai Teknik tenaga dalam api tersebut. Berapa lama kau menguasai Teknik itu? Apa jangan-jangan kau juga telah membunuh beberapa petapa disana. Aku harap itu tidak terjadi! Katakana padaku apa kau juga membunuhnya?” Tanya kesatria Martis dengan ekspresi kesal melihat Argos Fey.


“Tidak usah serius begitu, mereka sudah tenang di alam sana. Aku hanya mengantarkan mereka ke peristirahatannya yang terakhir." Ujar Argos Fey sambil menyerang kesatria Martis dengan cincin apinya.


Kesatria Martis menghindari serangan api dari cincinnya dengan memutar-mutarkan tongkatnya. "Aku yakin dia pasti menguasai teknik terlarang yang dimiliki oleh petapa gunung kiyakuzan," batin kesatria Martis.


Melihat adanya pertempuran dari arah dia berjalan, Raja Grandiya beserta para pasukannya berhenti sejenak. "Siapakah mereka berdua, apa yang mereka lakukan di jembatan ini, Sepertinya mereka bukan kesatria biasa. Mau tidak mau aku harus kesana dan memastikannya sendiri." ucap Grandiya. "Semuanya ayo kita lanjutkan perjalanan kita," perintahnya kepada para pasukannya.

__ADS_1


Mendengar perintah dari Raja Grandiya, mereka semua pun berjalan menuju ke tengah-tengah Jembatan, tempat dimana kesatria Martis dan Argos Fey bertarung.


Terlihat disana, pertarungan yang sangat hebat antara keduanya. mereka saling menyerang satu sama lain dengan kekuatan yang mereka punya. Dengan tongkat hitamnya kesatria Martis menyerang secara terus-menerus kepada sekutunya yaitu Argos Fey. Memiliki kekuatan tenaga dalam api yang ada pada tubuhnya, Argos Fey mampu mengendalikan beberapa objek yang ada menjadi api untuk menyerang serangan tongkat hitamnya.


"Sebentar lagi aku akan membawamu untuk menyusul kematian dari pengawal spesialmu." Ujar Argos Fey sambil menyerangnya dengan putaran cicin api.


kesatria Martis mengalirkan semua cakranya kepada tongkat hitamnya. Tiba-tiba tongkatnya membesar dan memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Tongkatnya secara spontan langsung menyerang menuju ke arah Argos Fey berada.


"Kau mungkin memiliki tongkat yang spesial, namun ada yang lebih spesial dari itu semua, yaitu kematianmu!" Teriak Argos Fey sambil menggenggamkan tangannya dan meninju tongkat hitam yang mengarah kepadanya.


Benturan hebat terjadi antara ujung dari tongkat hitam yang mengenai tinjuan hebat dari Argos Fey. Mereka berdua terpental kebelakang karena efek dari benturan yang terjadi.


Melihat kelengahan dari kesatria Martis ketika kedatangan Grandiya yang ada ditengah-tengah. Argos Fey menanamkan mantra pemberian dari petapa yang berhasil dibunuhnya sebelumnya. Ia membacakan sebuah mantra ke pisau api yang sebelumnya telah membunuh kesatria Tanus. Hanya dengan darah orang yang sudah mati, mantra itu dapat bekerja. Darah dari kesatria Tanus masih menempel pada pisaunya. "Dengan bacaan mantra dan darah dari kesatria Tanus yang sudah mati, pisau ini akan aku tusukkan kepada kesatria Martis. Dengan begitu tubuhnya akan mengelupas sedikit demi sedikit dan akan hancur berkeping-keping seperti sobekan kertas." batinnya berkata sambil menyembunyikan pisaunya ke belakang.


"Jangan ikut campur wahai anak muda, Ini adalah pertempuran terakhirku melawan dia. Pergilah!" Ucap kesatria Martis yang saat itu langsung bangkit dan berlari maju untuk menyerang Argos Fey kembali.


Mendengar perkataan darinya, Raja Grandiya beserta para pasukannya pun melanjutkan perjalanannya dan melewati mereka berdua begitu saja. "Sepertinya itu bukan tongkat biasa, dia bahkan mampu mengendalikannya dengan begitu hebatnya." batin Grandiya sambil berjalan melewati mereka.


Namun, Ketika kesatria Martis menyerang Argos Fey dengan tongkat hitamnya. Argos Fey mampu menghindari serangan demi serangannya dengan perlindungan dari cincin api yang terus memutari tubuhnya.


Saat kesatria Martis menyerang dengan tongkat hitamnya lagi, tiba-tiba Argos Fey mampu berpindah dengan cepat ke arah belakang dirinya dan menusukkan pisau mantranya ke punggungnya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin! Kecepatannya seperti kilat! Bahkan mataku tidak bisa melihatnya." batin kesatria Martis sambil membelokkan tongkat hitamnya ke arah belakang punggungnya dan mengenai Argos Fey saat itu juga.


"Sudah terlambat! Pisau mantra dari petapa gunung kiyakuzan berhasil mengenai bagian tubuhmu. Tidak lama lagi tubuhmu akan hancur berkeping-keping seperti sobekan kertas. Dan akan membunuhmu dalam waktu dekat." Ujar Argos Fey sambil ketawa jahat.


kesatria Martis terkejut bukan main, dengan perkataan dari Argos Fey. "Sejak kapan kau menanamkan mantra itu ke pisau ini." Ujarnya sambil mencabut pisau yang menancap dipunggungnya.


Seketika tubuhnya pun terkelupas bersamaan dengan tercabutnya pisau dari belakang punggungnya. Tanpa disadari ternyata efek dari penggunaan mantra tersebut bisa membuat penggunanya ikut terkupas juga bersamaan dengan kesatria Martis.


"Tidak mungkin! Kenapa bisa seperti ini!" ujar Argos Fey dengan terkejutnya melihat tubuhnya terkelupas dan sedikit demi sedikit dan menguap keatas langit.


Melihat kejadian yang menimpa mereka berdua. kesatria Martis berteriak kepada Raja Grandiya yang belum jauh dari tempatnya. "Wahau pemuda kemarilah! Ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu!" Teriak kesatria Martis dengan kerasnya.


Mendengar teriakkan dari kesatria Martis, Raja Grandiya pun menoleh kebelakang. "Sepertinya ada yang memanggilku, Apa kalian mendengarnya?" tanya dia kepada para pasukannya.


"Sepertinya dia memanggilmu, dia yang tadi menyuruhmu untuk pergi." Ucap salah satu pasukannya. Raja Grandiya pun memutuskan untuk kembali berbalik arah dan mendatanginya.


Sesampainya disana Raja Grandiya pun terkejut melihat mereka berdua dengan kondisi kulit yang terkelupas ke atas. Tubuhnya pun lama-kelamaan terputus satu persatu antara kaki dan tangannya. Tubuh Argos Fey tepecah belah dan tersobek-sobek menjadi beberapa bagian. Tubuhnya hancur mendahului kesatria Martis.


Raja Grandiya yang berada disana hanya bisa bengong melihat kejadian yang terjadi. Dia merasa seakan-akan itu hanyalah mimpi. Kejadian diluar nalar terjadi antara mereka berdua.


"Apa yang barusan aku lihat ini nyata? Tubuhnya terkelupas dan menguap ke atas." Tanya Raja Grandiya . "Apa yang kau lihat ini adalah nyata wahai anak muda. Tidak akan lama lagi tubuhku juga akan hancur berkeping-keping seperti yang kau lihat barusan. Aku meminta tolong kepadamu, jaga baik-baik tongkat hitam ini, ini bukan hanya tongkat biasa. Seperti yang pernah kau lihat sebelumnya, tongkat hitam ini memiliki sebuah wadah yang bisa di isi dengan beberapa cakra ataupun kekuatan hebat. Kau bisa membawanya dan jaga baik-baik tongkat ini. Aku yakin kau adalah pemuda hebat." Tutur kesatria Martis sebelum dirinya hancur berkeping-keping karena efek dari mantra terlarang.

__ADS_1


__ADS_2