
Kejadian yang tidak disangka-sangka, tongkat hitam milik Raja Grandiya adalah pemberian dari Kesatria Martis. Dari pertarungan yang sangat sengit didalam jembatan kematian. Argos Fey sekutunya sendiri bertarung menggunakan mantra terlarang dari petapa gunung kiyakuzan, mantranya digunakan kepada kesatria Martis untuk membunuhnya dengan sangat sadis. Tubuhnya tersobek-sobek seperti selembar kertas, dan menguap ke atas, lama-kelamaan tubuhnya pun hancur berkeping-keping. Argos Fey si pengguna mantra terlarang pun merasakan efek yang sama dengan Kesatria Martis, tubuhnya hancur mendahuluinya, bahkan lebih parah dari apa yang diperkirakan sebelumnya.
Disaat yang bersamaan Raja Grandiya beserta para pasukannya yang secara tidak sengaja melewati jembatan kematian, diberikan amanah mengenai tongkat hitam sakti Kesatria Martis. Saat itu dirinya sangat beruntung sekali, karena memang ditempat itu cuma ada dia, dan Kesatria Martis mempercayakan tongkat hitamnya kepadanya sebelum dirinya hancur berkeping-keping.
**
Kali ini Lan Ji, Shin Yan dan Thobi bertarung melawan melawan arwah pengguna tongkat hitam sakti yaitu Raja Grandiya. Dirinya yang sekarang jauh berbeda dari masa keemasannya disaat dirinya masih hidup. Roh kegelapan dari Dewa Hashijin telah bersemayam didalam tubuhnya. Dan berniat menamkan ketiga elemen yang ada pada tubuh Lan Ji, Thobi dan Shin Yan ke tongkat hitamnya. Setelah ketiga elemen tersebut berhasil ia dapatkan, ia bersama Ratu Selenmayang yang sudah mati akan bisa bangkit kembali ke alam manusia dan menguasai kerajaaan mereka kembali. Pengaruh dari roh kegelapan yang membawa membuat kedua bisa bersatu.
"Ternyata benar dugaanku, kau adalah manusia paling beruntung yang bisa mendapatkan tongkat hitam tersebut." Ujar Ratu Selenmayang. Dia adalah Ratu kedua dari Kerajaan Rosai setelah kematian dari Raja pertama yang dibunuh oleh Raja Grandiya dengan tongkat hitamnya.
Selenmayang menjadi Ratu di kerajaan Rosai yang pada akhirnya dialah yang membalaskan dendam kepada Raja Grandiya dengan bertarung antara hidup dan mati di jembatan kematian, tidak ada yang selamat dari pertemuan tersebut. Semuanya mati dengan sangat sadis. Itu semua terjadi dan masih menjadi legenda didalam jembatan gantung merah yang dijuluki dengan jembatan kematian.
Kali ini mereka berdua dibangkitkan kembali oleh Dewa Hashijin untuk menghabisi Lan Ji, Shin Yan dan Thobi.
"Setelah bertarung melawan naga hitam, dan juga ribuan pasukannya, tenagaku hampir terkuras karenanya. kita harus menggabungkan kekuatan kita untuk melawanya. Dia yang memegang tongkat hitam itu adalah kunci dari kemenangan kita, kita harus berhati-hati dengannya." Tutur Shin Yan sembari memegang pundak Lan Ji yang ada didepannya.
"Dia Adalah Raja Grandiya, Raja yang tangguh pada masanya. Namun, yang ada dihadapan kita sekarang adalah arwanya yang bangkit kembali oleh pengaruh roh kegelapan." Saut Thobi yang ada disamping Shin Yan.
Lan Ji menoleh ke belakang dan berkata kepada Shin Yan dan juga Thobi, "Kita harus bersama-sama menyelesaikan pertempuran ini, Pulau Dewata sudah menunggu kita. Aku yakin kita bisa, Tim Senju tidak boleh kalah, Dewa Hosikinshi sudah mempercayakan semuanya kepada kita bertiga. Apapun yang terjadi, kita harus musnahkan mereka berdua dari jembatan kematian ini." Ucapnya.
__ADS_1
"Kali ini kalian tidak akan bisa lolos lagi dari serangan selendang merahku," ujar Ratu Selenmayang yang terbang di atas Raja Grandiya.
Selendang merahnya melebar dan memanjang ke arah Lan Ji, Thobi dan Shin Yan berada.
"Selendang Merah ikat mereka semua!"
Menjalar secara cepat dan meliuk-liuk ke arahnya. "Pegang tanganku!" Ujar Thobi.
Mendengar perkataan dari Thobi, Shin Yan dan Lan Ji langsung memegang tangannya. Elemen angin keluar dari sela-sela kakinya. Tekanan angin yang kuat dari Thobi membawa Lan Ji dan Shin Yan ikut terbang ke atas untuk menghindari serangan selendang merah.
"Badai Petir!"
"Badai Api!"
Selendang merah Ratu Selenmayang kembali lagi kepadanya. Disaat yang bersamaan ia langsung maju menyerangnya disaat mereka bertiga turun.
"Rasakan ini!" Teriaknya dengan menggenggam tangan kananya sembari terbang ke arah Lan Ji. Pukulan keras mengarah ke padanya, Namun dengan sigapnya Lan Ji menangkisnya dengan pedang yang ia alirkan kekuatan petir.
"Bummm"
__ADS_1
Mereka berdua sama sama terpental kebelakang. Disusul dengan serangan semburan api amaterasu dari Shin Yan yang mengarah tepat kepada Ratu Selenmayang disaat dirinya terpental kebelakang. Akan tetapi Naga Hitam Raja Grandiya tidak tinggal diam dan langsung menyemburkan kobaran api dari mulutnya ke arah serangan api amaterasu datang.
Semburan api naga hitam menahan semburan api amaterasu milik Shin Yan. Melihat naga hitam melindunginya, Lan Ji lansungy menggunakan kekuatan elemen airnya untuk membantu.
"Badai Air!"
Serangan badai air keluar dari sela-sela kedua tangan Lan Ji dan langsung menyerang ke arah benturan semburan api. Serangan semburan badai air Lan Ji bahkan mampu membuat benturan semburan api padam. Kabut asap dari efek serangan tersebut menyelimuti seluruh area bertarungnya.
"Lagi-lagi Naga Hitam brengsek itu, selalu saja dia menghalangi seranganku." Ujar Shin Yan dengan ekspresi kesal.
Seketika itu dibalik kabut asap yang masih menyelimuti, muncul dari arah kabut asap serangan tongkat hitan yang sangat cepat langsung menampar tubuh dari Shin Yan, Thobi dan Lan Ji dengan keras. Tamparannya bahkan membuat mereka bertiga terpental karenanya.
"Serangan apa itu barusan? Pukulan yang sangat dahsyat sekali." Tanya Thobi yang terjatuh dan terpental karena seranganya.
Keluarlah dari arah kabut asap Raja Grandiya beserta kuda hitamnya sambil membawa tongkat hitam yang ada ditangannya. Terlihat bahwa yang menampar tubuh mereka bertiga adalah Raja Grandiya dengan tongkat hitamnya.
Ratu Selenmayang pun menyusulnya dari belakang sambil menghilangkan efek kabut asap yang menghalangi arah pandangannya dengan selendang merahnya.
"Tidak diragukan lagi, kekuatan dari tongkat hitam yang kau miliki itu bahkan membuat mereka bertiga sampai kesakitan." Ucapnya sembari terbang dengan selendangnya ke arah Raja Grandiya yang ada didepannya.
__ADS_1
"Dari segi pengamatan mata Sheiju, aku melihat aura cakra kegelapan yang jauh lebih besar daripada yang ada pada Ratu Selenmayang. Tongkat hitam yang barusan menyerang kita itu telah ia aliri cakra kegelapan yang sama. Bahkan tongkatnya itu mampu menjadi wadah beberapa cakra." Ujar Lan Ji sambil melihat ke arah Raja Grandiya dengan mata kirinya.
Mereka bertiga pun bangkit dan saling berdekatan satu sama lain untuk melakukan strategi penyerangan. "Aku dan Shin Yan akan melawan Ratu Selenmayang dengan selendang merahnya, dengan kemampuan mata Sheiju yang kamu miliki. Aku percayakan Raja Grandiya kepadamu. Aku yakin akan kemampuan yang kamu miliki mampu untuk mengalahkannya." Ujar Thobi sebagai pemimpin dari tim Senju.