
Katak samurai bersama Shin Yan dan Thobi bekerja sama untuk melawan raja siluman singa, Shin Yan dan Thobi melakukan serangan demi serangan dengan manaiki punggung dari katak samurai Dewa Hosikinshi.
Thobi terkena serangan pukulan yang tak terlihat dari arah belakang dan membuatnya terpental terjatuh dari punnggung katak samurai, beruntung katak samurai dan Shin Yan dengan sigapnya mereka melawan balik dan megalihkan perhatianya dengan menggunakan serangan gabungan api amaterasu dengan semburan gas beracun milik katak samurai.
Mereka kewalahan ketika menyerang raja siluman singa tersebut, karena memang dia tidak menampakan wujudnya dan tidak terlihat oleh kasat mata. Hanya Shin Yan yang bisa merasakan hawa keberadaanya dan meyerangnya dengan insting mereka.
“Apa yang harus kita lakukan selanjutkkan Shin?” tanya Thobi kepada Shin Yan yang ada disebelahnya.
“Dia tidak terlihat, akan sangat sulit untuk melawanya, satu-satunya yang bisa melihat dia hanyalah Lan Ji dengan mata sheijunya, akan tetapi kita tdak boleh hanya menunggu kesadaranya, kita harus mengatur strategi dan melawanya sekarang.” Jawab Shin Yan sambil mengeluarkan pedangnya.
“Tenang saja, ada aku disini yang akan membantu kalian berdua melawan siluman singa tersebut.” Jawab katak samurai yang mereka naiki.
Seketika itu secara mengejutkan, pergerakan mereka dihalau oleh perisai merah dengan sentuhan efek api didalamnya, perisai itu berbentuk lingkaran ke atas dan menutupi mereka seakan-akan penjara. Siluman singa berniat ingin mengurung mereka dengan perisai merahnya.
Sontak mereka semua kaget dengan kemunculan perisai merah yang ada disekelilingnaya.
“Kalian cukup disini saja, kalian tidak akan bisa keluar dari perisai merah buatanku itu.” Suara katak samurai dari arah atas tepat dimana mereka terkurung dalam perisai buatanya.
“Perisai merah api ini mengurung kita, apa yang harus kita lakukan.” Ucap Thobi yang terkurung didalam perisai tersebut bersama katak samurai dan Shin Yan.
“Katak samurai coba jebol perisai itu dengan pedangmu,” Ucap Shin Yan yang ada disana dan turun dari punggungnya. “Perisai ini terbuat dari api Shin! Coba aja katak samurai!” jawab Thobi yang juga turun dari punggung katak samurai tersebut.
Saat itu juga katak samurai mencoba mengalirkan kekuatanya ke pedang samurai yang dimilikinya dengan elemen petir miliknya, dengan 10 kali tebasan secara beruntun, ia lepaskan ke arah perisai penghalang merah tersebut. Akan tetapi penghalangya terlalu kuat dan pedang samurai katak tersebut pun sampai terbakar olehnya.
__ADS_1
“Kuat sekali perisai penghalang merah ini, dengan sabitan pedang samurai terkuatku saja tidak bisa menghancurkanya! Gimana ini!” ucap katak samurai sambil menghilangka efek api yang ada pada pedangnya.
Tiba-tiba raja siluman singa itu menampakan wujudnya didepan mereka tepat di antara penghalang merah yang dibuatnya tersebut dan berkata “ini ada penjara buat kalian yang mencoba untuk melawanku, kalian tidak akan bisa keluar dari penghalang ini, hanya aku yang bisa melepaskan kalian, dan akupun tidak akan melepaskan kalian.” Sambil ketawa jahat.
“Kalian diam saja disini, sementara aku akan membunuh satu lagi teman kalian yang ada di sana dengan beserta para prajuritnya yang lain.” Ucap raja siluman singa tersebut.
Dengan kekuatan gabungan api dan angin, Thobi dan Shin Yan mecoba menghancurkan penghalang perisai merah itu.
“Bummm..”
Meraka semua terpental karena efek dari serangan gabunganya, ledakan gabungan kekuatan mereka berhasil membuat penghalangya bergetar akan tetapi perisainya itu tidak hancur dan tetap berdiri kokoh.
“Kita harus menyelamatkan Shojin dan Lan Ji yang ada disana.” Ucap Shin Yan. “Percuma penghalangya terlalu kuat untuk kita hancurkan, gimana ini apa yang harus kita lakuakan supaya bisa keluar dari perisai sialan ini!” ucap Thobi dengan marahnya yang tidak bisa menjebol perisai yang ada sekeliling mereka.
Sementara raja siluman itu pun berlari dengan kecepatan layaknya singa menuju ke tempat dimana Shojin memulihkan cakra dari Lan Ji dan para prajuritnya, raja siluman singa berniat ingi mengahabisinya terlebih dahulu orang yang sebelumnya telah menyerang jantungnya dan sambil membuatnya hampir saja mati.
"Sedikit lagi Lan Ji! tahan rasa sakit ini, sebentar lagi kekuatanmu akan pulih kembali." Ucap Shojin yang berada di sampingnya dengan peralatan medisnya mencoba memulihkan cakra Lan Ji.
Sementara dari arah berlawanan terlihat raja siluman singa yang berlari kencang ke arahnya. "Kali ini kamu tidak akan lolos dasar manusia bodoh!" ucap siluman singa dengan berlari menuju tempat Shojin dan memukul Shojin dari arah dia berlari.
Shojin pun terpental kebelakang karena pukulan yang cukup keras dari siluman singa yang berlari ke arahnya.
Sontak para prajurit disana pun tidak tinggal diam dan langsung menyerang siluman singa itu dengan pedang dan perisai ditangan mereka.
__ADS_1
"Semuanya ayo! Serang siluman singa itu! jangan biarkan dia menyentuh tubuh dari Lan Ji." Ucap salah satu prajurit yang sudah sembuh dari luka-lukanya dan langsung menyerang siluman itu dengan pedang ditanganya.
"Jangan halangi aku, atau kalian akan mati disini!" ucap siluman singa dengan cahaya asap hitam ditubuhnya, mengeluarkan sebuah serangan benda kecil mirip batu, dan berwarna hitam.
Batu itu menyerang semua para prajurit yang datang ke arahnya. dengan perisai dan pedang di tanganya, para prajurit tidak mau kelah dengan menyerang balik batu yang mengarah kepadanya.
Batu-batu hitam yang mengarah ke arah ke para prajurit dan ditangkis menggunakan perisai dan pedang ditangan mereka masing-masing.
Akan tetapi raja siluman singa masih punya beberapa kekuatan yang lain yang akan menghancurkan barisan pertahanan para prajurit kerajaan tersebut.
Tiba-tiba dari arah belakang, Shojin tidak tinggal diam dan dengan marahnya ikut membantu menyerang siluman singa itu dengan mengambil pedang yang ada di dekatnya.
"Maju sini! ayo semuanya kita habisi makhluk ini! Ucap Shojin dengan tekad apinya mencoba membantu dan melawan raja siluman singa.
Raja siluman singa yang ada didepan mereka langsung mengeluarkan kekuatan cahaya kegelapan yang menyerang mereka semua dari kedua tangannya.
Cahaya kegelapan itu menutup pandangan dari Shojin dan para prajurit yang mencoba maju ke tempat siluman singa berada.
"Gawat! cahaya kegelapan ini menutupi arah pandangan kita, waspada! semua jangan lengah!" teriak Shojin yang ada di depan mereka.
"Siluman singa menghilang? dimana dia?" Ucap salah satu prajurit.
Raja siluman singa mencoba menghilangkan jejaknya dengan mengeluarkan cahaya kegelapan yang menutupi pandangan dari Shojin dan para prajurit yang mencoba menyerangnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Shojin dan semua para prajurit tergeletak dan pingsan tidak sadarkan diri disana karena efek dari cahaya kegelapan yang membuat ilusi kepada mereka seaakan-akan terbawa dalam mimpi dan tertidur.
"Tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga, dengan kekuatan ilusi dari cahaya kegelapan ini sudah cukup membuat kalian tertidur untuk selamanya." Ucap raja siluman singa sambil berjalan ke tempat Lan Ji berada yang masih belum sadar dan ingin membunuhnya.