
Bersamaan dengan terbitnya matahari, Shin Yan dan Thobi bergabung bersama Lan Ji yang sedang bertarung melawan Raja Grandiya seorang diri. Lan Ji terkejut melihat Shin Yan dan Thobi telah berhasil mengalahkan Ratu Selenmayang. Keduanya menjelaskan kepada Lan Ji bagaimana ia mengalahkan dan menyegel Ratu Selenmayang. Dengan kombinasi gabungan antara elemen Api dan Angin, serta kekuatan dari tanda kutukan yang berada di tubuh mereka berdua.
"Misi kita kali ini adalah menghancurkan tongkat hitam beserta roh kegelapan yang bersemayam di tubuh arwah Raja Grandiya." Ujar Lan Ji sambil menunjuk ke arahnya.
Mendengar ucapan dari Lan Ji, Shin Yan dan Thobi langsung mendekat ke arahnya dan mengatur posisi penyerangan.
"Pertarungan ini akan jadi sangat berarti sekali bagi kita bertiga, melihat bahwa dia adalah raja terkuat pada masanya. Masa dimana 100 tahun yang lalu ketika ia dilantik menjadi Raja dari kerjaan Pasai. Dan ia juga merupakan Raja termuda pada masa itu. Sekarang kira bertiga dihadapkan langsung dengannya." Tutur Thobi.
"Di tempat ini sendiri, jembatan kematian! Tempat dimana pertumpahan darah pernah terjadi disini. Tongkat hitam itu adalah saksi bisu dari pertumpahan darah yang pernah terjadi disini. Walaupun peristiwa itu sudah terjadi 100 tahun yang lalu, namun aku masih bisa merasakan hawa darah di jembatan ini." Ujar Shin Yan.
Suasana berubah menjadi serius ketika mereka bertiga membicarakan kisah Raja Grandiya pada masa lalunya. "Sudah cukup bertahannya! Sekarang lawanmu bukan cuma aku saja. Kita bertiga berasal dari masa depan yang akan membunuhmu lagi disini. Sekarang adalah giliranku untuk menyerangmu!" Ujar Lan Ji kepadanya.
__ADS_1
Mengingat bahwa ketika mereka berdua bertarung, Lan Ji terus saja bertahan oleh serangan dari tongkat hitam yang mengarah kepadanya. Dengan serangan yang sama, kali ini Lan Ji menggunakan serangan petir naganya.
Dengan bantuan Shin Yan dan Thobi yang ada disampingnya, mereka berdua membackup dari belakang dengan tekanan cakranya.
Raja Grandiya terkejut melihat mereka bertiga bersatu kembali dan menggabungkan kekuatan elemen antar mereka. Serta kekuatan tanda kutukan yang mereka bangkitkan pada tubuhnya.
Melihat kondisi dari dirinya sendiri yang tidak memungkinkan untuk melawan ketiga pengguna elemen Dewa Hosikinshi, yaitu Shin Yan, Thobi dan Lan Ji. Raja Grandiya melemparkan tongkat hitamnya ke atas langit dengan tekanan ayunan yang amat kuat ke atas.
"Aku tidak akan mudah dikalahkan begitu saja! Perkenalkan ini adalah Kalajengking Hitam bangsa Dewa Hashijin yang baru. Seluruh cakra yang tersimpan pada tongkat hitam beserta aliran cakra roh kegelapan aku rubah menjadi sosok Kalajengking Hitam ini." Ujar Raja Grandiya.
Kalajengking Hitam berukuran sangat besar dengan kedua tanduk diatas kepalanya turun dari atas dan mendarat tepat di depan Raja Grandiya yang sedang berdiri.
__ADS_1
Jembatan kematian tempat mereka saat ini, bergetar hebat ketika Kalajengking Hitam mendarat. Tiang-tiang besi penyangga jembatan bahkan sampai ikut bergetar karenanya.
Melihat perubahan dari tongkat hitam menjadi sesosok Kalajengking Hitam yang besar. Shin Yan, Thobi, dan Lan Ji terkejut bukan main sambil menahan posisi berdirinya ketika jembatan kematian bergetar akan kemunculannya.
"Tidak kusangka, ternyata Tongkat Hitamnya bisa berubah wujud. Menggunakan aliran cakra yang tersimpan didalamnya, serta kekuatan dari roh kegelapan yang ia alirkan kepadanya menciptakan kedua tanduk di kepalanya. Mirip seperti Ratu Selenmayang sebelumnya, tanduknya berwarna hitam." Ucap Shin Yan menggunakan pedang yang ia tancapkan ke tanah untuk menahan posisi dirinya disaat jembatan bergetar.
Menggunakan kekuatan pandangan mata Sheiju yang ia miliki, Lan Ji melihat ke dalam diri Kalajengking Hitam. "Aku bisa melihatnya, menggunakan mata kiriku ini, didalam tubuhnya tersimpan kekuatan yang sangat luar biasa. Bahkan melebihi penggunanya sendiri, yaitu Raja Grandiya. Sepertinya Ia akan menggunakannya sebagai senjata untuk melawan kita bertiga." Ujar Lan Ji dengan kekuatan elemen airnya yang ia pusatkan di kedua kakinya, untuk menahan getaran yang terjadi.
"Yang benar saja! Makhluk seperti itu mana ada! Apakah dia benar-benar nyata atau memang pengelihatanku saja yang salah." Jawab Thobi sembari berpegangan pada Shin Yan dan Lan Ji.
"Mata Sheiju Lan Ji tidak akan pernah salah Thobi! Apa yang kau lihat itu benar-benar ada. Aku juga tidak menyangka ternyata ia masih mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam tongkat hitamnya." Ucap Shin Yan.
__ADS_1