SEGEL TERLARANG

SEGEL TERLARANG
Kalajengking Bertanduk Hitam Bag.03


__ADS_3

Serangan tebasan pedang petir dengan kombinasi kekuatan badai air bahkan tidak bisa menembus pertahanan dari Kalajengking Hitam. Kedua capit besarnya menjadi perisai pelindung dirinya dari tebasan pedang petir milik Lan Ji. Begitu juga dengan ekornya, ketika badai air mengarah kepadanya, saat itu juga ekornya menancap ketanah sebagai penopang tubuhnya supaya kuat menghadapi arus badai air yang mengarah kepadanya.


Dalam situasi tersebut Lan Ji memutuskan untuk mundur sebentar kebelakang, dan merancang strategi bersama Shin Yan dan juga Thobi.


"Pedang petir saja tidak cukup kuat untuk menembusnya. Kedua capitnya sangat kuat, bahkan ia menggunakan ekornya yang lancip untuk menahan serangan dari badai air milikku." Ujar Lan Ji sambil menancapkan pedangnya ke tanah.


Shin Yan mendekat ke arah Lan Ji dan membisikkan sesuatu. "Aku yakin kelemahan dari Kalajengking Hitam itu adalah dari penggunanya sendiri yaitu Raja Grandiya yang ada diatasnya." Bisiknya.


Melihat perbincangan antara mereka berdua, Thobi pun ikut berpendapat, "Bagaimana kita bisa menyerangnya, sedangkan Kalajengking Hitamnya terus melindunginya dari serangan demi serangan." Jawab Thobi dengan suara pelan.


"Kita bertiga adalah kekuatan gabungan perwujudan dari Dewa Hosikinshi sendiri. Beliau sendiri yang mempercayakan amanah ini kepada kita bertiga. Kita harus terus berjuang se maksimal mungkin untuk bisa mengalahkannya. Apapun hasilnya nanti setidaknya kita sudah berusaha. Jalan keluar dari jembatan kematian sudah didepan mata, tinggal kitanya saja yang harus menghabisi arwah dari Raja Grandiya dan Kalajengking Hitamnya." Tutur Shin Yan.

__ADS_1


Situasi semakin menegangkan dimana Kalajengking Hitam Raja Grandiya ternyata memiliki kekuatan yang sangat kuat, bahkan Lan Ji sendiri sampai kewalahan untuk melawanya.


"Sekarang giliran kita untuk menyerang balik mereka bertiga. Maju!!" Ucap Raja Grandiya sambil menunduk dari atas punggung Kalajengking Hitamnya.


Mendengar perintahnya, Kalajengking Hitam langsung melaju ke arah mereka bertiga yang sedang berkumpul.


Secara mengejutkan serangan anak panah melesat dari arah belakang tempat Lan Ji, Shin Yan dan Thobi berada. Lesatan anak panah dengan cepatnya mengarah langsung kepada Raja Grandiya yang ada diatas punggung Kalajengking Hitam yang sedang berjalan ke arah mereka bertiga. Namun, serangan tersebut dengan capat ditangkis menggunakan capitnya, sebelum mengenai Raja Grandiya.


Lan Ji, Shin Yan dan Thobi secara bersamaan membalikkan kepalanya kebelakang dan melihat ke arahnya.


Terlihat dari arah belakang Shojin yang datang dengan menaiki kuda serta busur panah di tangan kanannya. Setelah sekian lama bersembunyi untuk berlindung dari serangan musuh akhirnya Shojin muncul dan bergabung kepada rekan mereka.

__ADS_1


"Lihat itu! Bukankah itu Shojin." Ucap Thobi kepada Shin Yan dan Lan Ji yang ada disampingnya.


"Yang benar saja, sejak kapan dia bisa menggunakan busur panah?" tanya Shin Yan sambil menahan tawanya.


"Dalam situasi seperti ini kau masih saja bisa bercanda," saut Lan Ji.


"Bukan begitu Lan Ji, sejak aku bersamanya aku belum pernah melihat dia mampu menaiki kuda dengan busur panah ditanganya seperti itu. Setelah melihatnya secara langsung seperti ini, aku masih tidak percaya." Ujar Shin Yan dengan senyuman kecil di raut wajahnya.


"Aku yang menyuruhnya untuk bersembunyi ketika kita bertiga bertarung. Dan aku bilang padanya kalau sampai kita bertiga terpojok oleh musuh, kau harus datang membantu kami." Jelas Lan Ji.


Shojin pun sampai ke tempat dimana Shin Yan, Thobi dan Lan Ji berada. "Maaf telah lancang mendahului kalian untuk menyerang monster itu." Ucap Shojin sambil turun dari kudanya.

__ADS_1


__ADS_2