
"Bukan begitu Lan Ji, sejak aku bersamanya aku belum pernah melihat dia mampu menaiki kuda dengan busur panah ditanganya seperti itu. Setelah melihatnya secara langsung seperti ini, aku masih tidak percaya." Ujar Shin Yan dengan senyuman kecil di raut wajahnya.
"Aku yang menyuruhnya untuk bersembunyi ketika kita bertiga bertarung. Dan aku bilang padanya kalau sampai kita bertiga terpojok oleh musuh, kau harus datang membantu kami." Jelas Lan Ji.
Shojin pun sampai ke tempat dimana Shin Yan, Thobi dan Lan Ji berada. "Maaf telah lancang mendahului kalian untuk menyerang monster itu." Ucap Shojin sambil turun dari kudanya.
Shin Yan sebagai teman dekatnya, terkejut dengan kedatangan Shojin di situasi yang memang sangat menegangkan.
Shojin memegang pundak Shin Yan dengan melirik ke arah Kalajengking Hitam, "Kau harus yakin dengan kekuatan dan kemampuamu Shin! Aku datang kemari bukan tanpa tujuan, aku racikan ramuan penyembuhan untuk kalian bertiga," menyodorkan tas tempat dimana ramuan itu berada kepada Shin Yan, "Aku percayakan semua ini kepada kalian."
__ADS_1
Thobi dan Lan Ji mendekat ke arah Shojin dengan perasaan kagum, "Tidak kusangka kau bahkan sampai meracikkan ramuan penyembuhan lagi kepada kita bertiga." Ujar Lan J, "Tidak salah kalau Shin Yan membawamu untuk ikut, Shojin!." Saut Thobi.
Shin Yan membuka tas yang diberikan oleh Shojin dan membagikan ramuan tersebut kepada Lan Ji dan Thobi, "Aku sangat berterimakasih kepadamu Shojin, tanpamu kita bertiga mungkin akan kewalahan untuk memulihkan kondisi tubuh."
Shojin sendiri adalah seorang ahli medis dari Desa Perak, tempat yang sama seperti Shin Yan, Dia dijuluki sebagai tenaga medis yang ahli dan supernatural dalam menyembuhkan beberapa penyakit ataupun luka-luka, dari yang ringan sampai yang berat sekalipun. Dengan keahlian itulah Shin Yan memilihnya untuk ikut dalam perjalanannya.
Seketika, sesudah mereka bertiga meminum ramuan penyembuh, tubuh yang mulanya terluka akibat goresan pedang dan luka bakar sembuh dan membuat Shin Yan dan kedua rekannya terkejut bukan main. "Ini adalah proses penyembuhan yang tercepat yang pernah aku rasakan," ujar Lan Ji.
"Benar apa katamu Lan Ji, rasanya seperti terlahir kembali!" ucap Thobi sembari membolak-balikkan kedua tangannya, dan merasa tidak percaya.
__ADS_1
Melihat perubahan yang signifikan dari tubuh mereka, Shin Yan menatap ke arah Shojin dengan tersenyum. "Sebaiknya kau berlindung dibelakang kami Shojin, Mahluk yang ada di depan kita cukup berbahaya buatmu," menepuk pundaknya, "Kau sudah cukup membantu, sekarang giliran kita bertiga yang akan beraksi.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Shin Yan, Shojin yang tanpa pikir panjang langsung berjalan dan berlindung dibelakang mereka bertiga. "Aku percaya pada kalian bertiga, Dewa Hosikinshi akan bemberkati kalian!".
Aura kegelapan semakin terasa pekat semenjak kemunculan dari Kalajengking Hitam bertanduk dewa, Ia bahkan beberapa kali menangkis serangan terkuat dari elemen air dan kombinasi petir milik Lan Ji.
"Apa yang kau tunggu, Sekarang waktunya untuk menghabisi mereka bertiga, aku tidak peduli walaupun mereka berhasil memulihkan luka-lukanya, Buat mereka terluka sekali lagi!" perintah Raja Grandiya dari atas punggung Kalajengking Hitam.
Merayap dengan cepat di jalanan jembatan yang terjal, Kalajengking Hitam mengeluarkan racun api biru dari ekornya. "Melompat dan pusatkan seranganmu!" teriak Raja Grandiya.
__ADS_1