
Lan Ji menggunakan kekuatan dari tanda kutukan yang ada ditubuhnya, ditambah dengan kombinasi elemen air dan kekuatan naga petir untuk melawan raja siluman singa. Dengan perisai bola hitam, raja siluman singa melindungi tubunya dari serangan Lan Ji. Akan tetapi, tidak disangka-sangka serangan dari Lan Ji begitu kuat, sehingga membuat perisai bola hitam yang melindungi tubuhnya berhasil dijebol dan mengenai tubuh dari raja siluman singa. Raja siluman singa terpental jauh kebelakang bersama dengan ledakan bom hebat yang Lan Ji kombinasikan dengan serangan elemen airnya itu.
Lan Ji memanfaatkan situasi yang ada dengan menghancurkan penghalang perisai merah yang mengurung Shin Yan, Thobi dan Katak Samurai Dewa Hosikinshi. Lan Ji menggunakan mata kirinya dan juga elemen air yang ia pusatkan menjadi dua bentuk pusaran pedang untuk menghancurkan penghalangnya. Sesuai dugaanya, dengan dua kali tebasan saja pedang elemen airnya berhasil menghancurkan penghalangnya.
Efek kabut dari hancurnya Penghalang perisai merah itu masih tersisa berbarengan dengan keluarnya Shin Yan, Thobi dan katak samurai. Mereka berdua menaiki punggung katak samurai dan melompat tinggi menghindari efek kabut dari ledakan hancurnya perisai penghalang tersebut.
“Tidak kusangka perisai penghalang ini berhasil dihancurkan, siapa yang melakukanya?” tanya Shin Yan yang ada dipunggung katak yang melompat tinggi dan mendarat ke atas tanah.
“Lihat itu! Bukankah itu Lan Ji yang berdiri didepan hancurnya perisai penghalang yang mengurung kita, aku yakin dia yang berhasil mengancurkanya.” Ucap Thobi sambil menunjuk ke arahnya.
Katak samurai pun dengan sigapnya melompat ke arah Lan Ji berada. “Bagaimana dengan raja siluman singa itu Lan Ji, apakah kamu telah membunuhnya?” ucap Shin Yan yang ada di atas punggung katak samurai yang telah sampai dihadapan Lan Ji.
Mereka berdua pun turun dari punggung katak samurai dan menanyakan semuanya kepada Lan Ji yang berada dihadapanya saat itu juga.
“Shojin memang hebat! Cakramu berhasil pulih kembali seperti semula,” ucap Thobi sambil memegang pundak dari Lan Ji.
“Aku hampir saja mati olehnya, dia berniat menyerang bagian jantungku saat aku masih tidak sadarkan diri. Beruntung aku punya mata Sheiju ini aku berhasil bangkit dan melindungi tubuhku dengan perisai air miliku. Shojin dan para pasukan kerajaan telah terhasut oleh cahaya ilusi kegepalan yang membuatnya terbawa kedalam mimpi dan tidak sadarkan diri di tempat sana.” Ucap Lan Ji kepada Shin Yan dan Thobi yang ada di sampingnya.
“Raja Siluman Singa yang sekarang berbeda dengan waktu kita pertama kali bertemu, kekuatnya meningkat drastis dan mempunyai serangan-serangan yang tidak aku duga sebelumnya. Dia menjadi sangat kuat setelah berhasil menyerap cakra dariku sebelumnya.” Ujar Lan Ji.
“Tapi, dimana dia sekarang? Apa dia sudah berhasil kamu bunuh?” tanya Shin Yan kepadanya.
__ADS_1
“Aku harap sih begitu! Tapi aku tidak yakin kalau aku berhasil membunuhnya, aku berhasil menyerangnya dengan kekuatan kombinasi elemen air miliku dan petir naga hasil dari kontrol mata Sheiju yang aku ciptakan dan mengancurkan penghalang bola hitam yang melindunginya. Aku juga menanamkan bola peledak ke pusaran air miliku, harusnya dia sudah mati sekarang.” Ucap Lan Ji sambil menunjuk ke arah raja siluman singa itu terpental.
Dari arah mereka berbicara tiba-tiba keluarlah raja siluman singa dari arah atas. Dia melayang di udara dengan pijakan bola hitam yang dia ciptakan seperti saat menghalang serangan dari Lan Ji.
“Tidak kusangka kamu berhasil menghancurkan penghalangku itu. Walaupun kalian bertiga bersatu kembali, kalian tidak akan bisa membunuhku.” Ucap raja siluman singa dari arah atas.
“Bagaimana bisa kau bertahan dari seranganku tadi!” ucap Lan Ji kepadanya. “Sudah kubilang dari awal! Aku tidak akan bisa mati dengan mudah!” ketawa jahat raja siluman singa.
“Gawat! efek dari jarum racun yang mengenai kakiku sudah bereaksi, kakiku kananku sulit sekali digerakan.” Ucap Lan Ji yang ada disamping Shin Yan dan Thobi.
“Jangan terlalu banyak bergerak, suntikan obat ini ke kakimu! Shojin sebelumnya memberikan ini kepadaku kalau sewaktu-waktu aku terkena serangan jarum beracunya lagi.” Ucap Shin Yan sambil memberikan obat suntikan penawar racun.
“Kita harus melawanya dengan menaiki katak samuraiku.” Ujar Shin Yan dengan mendahului menaiki punggung katak samurai.
“Sial cepat sekali dia menghilangnya.” Ucap Katak Samurai sambil menebaskan pedangnya.
“Dia menghindar ke arah bawah.” Ucap Lan Ji dengan kekuatan mata Sheiju melihat pergerakan dari raja siluman singa yang mencoba menghindar.
“Walaupun kita menyerangnya dengan sekuat tenaga kita, dia tetap saja tidak akan bisa mati, kita harus menggabungkan kekeutan tanda kutukan kita dan memanggil Ular Konoichi untuk menyegelnya.” Ucap Shin Yan yang ada disamping Lan Ji.
Raja siluman singa setelah menghindar dari serangan katak samurai, mencoba untuk menyerangnya dengan kekuatan bom bola hitam dari kedua tanganya.
__ADS_1
“Menghindar dari bola-bola hitam yang dia keluarkan itu, itu adalah bola peledak. Hati-hati!” teriak Lan Ji kepada katak samurai yang ia naiki.
Ketika katak samurai mencoba menghindar dari serangann bola peledak yang menyeranganya, mereka bertiga mencoba menggabungkan kekuatan mereka dengan menyatukan tanda kutukan yang ada pada diri mereka masing-masing. Dari tanda kutukan yang mereka gabungkan itu keluarlah sesosok ular putih. Mereka berencana menyegel raja siluman singa dengan ular putih kunoichi yang mereka ciptakan.
Ular kunoichi itu sama seperti yang digunakan oleh Shin Yan dan Thobi sewaktu menyegel kekuatan roh kegepalan yang ada pada tubuh Lan Ji. Akan tetapi ular ini memiliki kekuatan segel yang lebih besar dari sebelumnya karena tambahan dari tanda kutukan milik Lan Ji.
“Serahkan sisahnya pada kami, hindari semua seranganya sebisa mungkin! Dan bawa kami mendekat kepadanya. Ada sesuatu yang ingin kami coba.” Ucap Shin Yan kepada katak samurainya yang masih mencoba menghindari serangan beruntun bola peledak dari raja siluman singa.
Tidak mudah bagi katak samurai untuk mendekat kepada raja siluman singa itu. Serangan demi serangan dari raja siluman sangat banyak dan hampir mengenainya waktu itu.
“Aku akan coba hancurkan semua serangan itu dengan elemen badai angin miliku.” Ucap Thobi dengan memusatkan cakranya ke kedua tanganya dan menyerang secara langsung bola peledak itu dengan kekuatan pusaran angin miiknya.
Seketika itu bola-bola peledak yang datang menyerangnya itu hancur terkena serangan pusaran angin Thobi dan meledak semua disekitar raja siluman singa. mereka bertiga memanfatkan keadaan tersebut dengan mendekat ke arah raja siluman singa yang pandanganya masih terhalang efek dari kabut bola peledaknya.
“Gawat! seranganku menjadi bumerang tersendiri, aku lupa kalau diantara mereka ada pengguna elemen angin.” Ucap raja siluman singa.
Katak samurai melompat tinggi dan mendekat ke arah raja siluman singa, saat itu juga mereka mengeluarkan ular putih konoichi yang mereka ciptakan. Ular tersebut langsung melilit tubuh dari raja siluman singa dan menyegelnya secara langsung.
Cahaya hitam yang menyelimuti tubuh dari raja siluman singa terserap oleh ular konoichi dan langsung menyegelnya saat itu juga.
Akhhhh!!
__ADS_1
“Kekuatan macam apa ini! Tidak mungkin!” teriak raja siluman singa saat tubuhnya berhasil di segel oleh ular kunoichi.
Raja siluman singa terjatuh disusul dengan Shin Yan, Lan Ji dan Thobi yang menghampirinya dan menyegelnya secara beramaan dengan menyentuh tubuh dari siluman singa.