
Shin Yan dan Thobi terus melakukan perlawanan dengan naga hitam yang menyerangnya. Mereka berdua terus melakukan serangan demi serangan kepadanya. Namun naga hitam tersebut dengan tubuhnya yang besar dan kekuatan semburan api dari mulutnya berhasil menangkis semua serangan dari Shin Yan dan juga Thobi.
Semua para pasukan lawan kali ini berdatangan secara berkelompok menyerang Lan Ji yang bertarung seorang diri, kekuatan bertarung Lan Ji meningkat drastis setelah pertarungannya melawan raja siluman singa dari hutan belantara. Dengan kekuatan mata sheiju yang ia punya membuatnya bisa mengetahui arah serangan yang tak terduga sekalipun.
Satu persatu ribuan pasukan yang menyerangnya mati perlahan dengan serangan petirnya yang dahsyat. "Cukup sudah sampai disini. Aku akan menghabisi kalian satu persatu." Ujar Lan Ji sambil memotong salah satu tangan dari pasukan lawan dengan kekuatan petirnya.
Tidak sampai disitu saja, Para pasukan dua kerajaan Pasai dan Rosai tersebut berbasis dihadapan Lan Ji dan membentuk sebuah benteng pertahanan. dibelakang benteng pertahanan tersebutlah para pasukan yang memiliki kekuatan cakra kegelapan mengeluarkan busur panahnya dan menyerang Lan Ji yang ada didepannya dengan serangan anak panah naga hitamnya lagi.
"Benar kata Shin Yan, para pasukan dua kerajaan terdahulu ini memang benar-benar tangguh dan tidak ada habis-habisnya walaupun sudah aku bantai sebegitu banyaknya mereka tetap saja berdatangan dari arah belakang sana." Batin Lan Ji sambil melihat ke arah pertarungan Shin Yan dan Thobi bersama naga hitam yang tak jauh dari dia berada.
"Dengan busur itu, anak panah yang mereka lesatkan bahkan bisa berubah wujud jadi naga hitam yang menyerang Shjn Yan dan Thobi. Aku harus segera membereskan semua pasukan itu secepatnya, dan melawan Ratu Selenmayang dan Raja Grandiya yang sempat aku ketahui kemampuan dia yang sebenarnya.
__ADS_1
Kali ini para pasukan lawan benar-benar mengeluarkan kemampuan terhebatnya dengan mengeluarkan senjata busur andalan mereka untuk menyerang Lan Ji. Anak panah naga hitam mereka lesatkan dari arah belakang barisan benteng pertahanan yang mereka buat sebelumnya.
"Anak panah naga hitam seperti sebelumnya, serangan itu tidak akan bisa menembusku." Ucap Lan Ji sambil mengeluarkan perisai air ditangan kirinya dan menyerang serangan anak panah naga hitan dengan kekuatan petir yang menyambar-nyambar dari arah atas yang ia kendalikan dengan tangan kanannya.
Lesatan cepat dari anak panah naga hitam kepada Lan Ji berhasil dihentikan oleh petir Lan Ji yang ia kendalikan dari tangan kanannya. Dengan perisai air di tangan kirinya, Lan Ji menangkis efek dari benturan kekuatan tersebut agar tidak mengenai badanya.
Lingkaran perisai air yang ada di tangan kiri Lan Ji kemudian berubah menjadi kekuatan badai air yang menyerang ke arah benteng pertahanan pasukan lawan. Seranganya mengahcurkan barisan benteng pertahanannya. Para pasukan yang ada di barisan pertahanan tersebut hancur dan terseret oleh ombak dari badai air dan disusul dengan sambaran petir dari tangan kanan Lan Ji.
Lan Ji pun berlari ke arah depan bersamaan dengan hancurnya barisan benteng pertahanan. Ia mengincar pasukan yang memiliki kekuatan aliran cakra kegelapan dan menghabisinya. Lan Ji mengambil pedangnya dan menusuk satu persatu pasukan yang ada.
"Tidak usah terburu-buru Ratu, tunggu saja para pasukan kita akan mengurusnya terlebih dahulu. Setelah itu kita berdua akan lebih mudah menyerang mereka semua disaat mereka bertiga lelah." Ucap Raja Grandiya Ratu Selenmayang yang sudah tidak sabar untuk melawan Lan Ji dan yang lain.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Raja Grandiya, Ratu Selenmayang akhirnya memutuskan untuk turun kembali dan melipatkan lagi selendang merahnya ke badanya. Mereka mempercayakan kepada ribuan para pasukannya yang tersisa untuk membuat Lan Ji dan yang lainnya kewalahan dan lelah.
"Kita juga masih ada harapan dengan naga hitam yang menyerang dua temannya yang lain. Naga hitam itu tidak akan mudah dikalahkan, sebagian kekuatanku ada padanya dengan wujud itu. Walaupun ketika ribuan kedua pasukan kita berhasil dikalahkan olehnya, akan tetapi tidak mudah bagi mereka untuk melawan nagaku itu. Dia se level dengan raja siluman singa yang pernah mereka lawan sebelumnya. Harusnya mereka menyadari itu, setiap serangan demi serangan yang mereka keluarkan akan sia-sia, naga hitam memiliki perisai yang tebal diseluruh tubuhnya." Tutur Raja Grandiya kepada Ratu Selenmayang yang baru saja turun.
Anak panah naga hitam berkali-kali dikeluarkan dan dilasatkan kepada Lan Ji dari arah depan. Namun itu semua bisa diatasi seorang diri oleh Lan Ji hanya menggunakan pedang yang dialiri listrik olehnya. Lan Ji berlari maju dan membantai seluruh pasukan yang ada sampai benar-benar tidak tersisa satu pun.
Dengan kekuatan badai airnya, Lan Ji menggunakan itu untuk menghabisi para pasukan yang menyerangnya dengan sentuhan petir yang ada dipedangnya. Semuanya pun tersengat oleh aliran petir yang Lan Ji tanamkan pada badai airnya.
"Kalian semua sudah seharusnya kembali ke alam kalian yang sebenarnya dan mati dengan tenang disana. Dengan kematian kalian semua, aku telah menyelamatkan kalian dalam penderitaan dunia kegelapan yang tidak seharusnya kalian rasakan sebelumnya. Walaupun ini menyakitkan akan tetapi itu semua demi kebaikan kalian. Kebangkitan dari Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang tidak akan terjadi! Masih ada kami bertiga yang akan melawanya." Ucap Lan Ji yang telah berhasil mengalahkan seluruh pasukan dua kerajaan Pasai dan Rosai.
"Aku tidak menyangka kau telah berhasil mengalahkan semua pasukan kita hanya dalam beberapa menit saja. Aku salut padamu, Lihat saja dibelakangmu! Seluruh pasukanmu juga sudah tiada sekarang. Sekarang yang tersisa hanya tinggal kau dan kami berdua. Kedua temanmu juga sebentar lagi akan dibunuh oleh naga hitam yang menyerangnya." Ucap Raja Grandiya yang ada disana bersama Ratu Selenmayang menyaksikan semua para pasukannya yang terbunuh oleh Lan Ji.
__ADS_1
Raja Grandiya dan Ratu Selenmayang terkesan dengan Lan Ji yang hanya seorang diri mampu mengalahkan ribuan pasukannya yang tersisa, bahkan setelah di aliri cakra kegelapan sekalipun.
"Lihat saja mereka pasti akan mengalahkan naga hitam milik kalian. Jangan remehkan kami, kalian masih belum sepenuhnya tau akan kekuatan kami, kalian tidak pantas untuk hidup kembali ke dunia ini. Dan kami bertiga pun tidak akan membiarkan kalian berkuasa akan kerajaan yang sudah lama tiada." Ucap Lan Ji dengan kerasnya kepada Raja Grandiya dan juga Ratu Selenmayang yang ada didepannya.