SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
pengobat rindu


__ADS_3

Tasya baru saja terbangun dari tidurnya,dan ia melihat ke arah sekitar yang ternyata bukanlah kamar yang biasanya ia tempati untuk tidur.


"kok ini kayaknya bukan kamar gue, ini kamar siapa ya?,"umumnya sendiri sambil terus melihat-lihat ke arah sekitar kamar.


kamar tersebut berwarna putih, dan bed cover beserta sofanya berwarna hitam, ada kesan elegan tapi masih terlihat simple, kamar itu pula memiliki ukuran 3 kali lipat dari kamar Tasya biasanya.


Tasya pun berdiri dan hendak pergi dari tempat tersebut, Tapi ya begitu kaget ketika melihat ada foto wanita yang terpanjang di atas meja belajar.


"kok ini kayaknya gue tahu ya sama cewek ini?,"ujarnya dan mengambil bingkai foto tersebut.


Tasya menatap dengan lekat ke arah foto itu, dan dia pun ingat kalau foto tersebut adalah sosok Angeline.


"berarti secara tidak langsung ini itu kamarnya brian,tapi kok bisa gue ada di sini bukannya tadi kan gue masih ada di tempat tadi kan gue itu masih ada di tempat acara resepsi?,"ucapnya yang kebingungan.


di saat Tasya masih kebingungan seperti itu, dia mendengar ada suara klakson mobil dari arah balkon,dan ia langsung buru-buru pergi ke atas ranjang kembali dan mulai memejamkan mata.


"capek banget, ini udah jam 03.00, Ya udah deh gue tidur dulu aja, tapi kok,oh ya gue kan sekarang udah punya istri jadi wajar aja kalau diranjang bukan cuman gue sendirian,"hukum Brian sambil melihat ke arah Tasya yang meringkuk.


Brian mulai mendekat ke arah Tasya, dan mencium kening tasya , tapi iya teringat kembali dengan Angeline karena melihat foto Angeline yang terpampang di mejanya.


("kenapa gue jadi kayak gini, harusnya gue nggak baper sama cewek ini, dia kan deketin gue cuman gara-gara uang terus ngapain gue harus segala sok romantis,"ucapnya dalam hati dan pergi meninggalkan Tasya).


Brian pun mengganti pakaiannya dan ia tidur di ruang tamu.


-*-


keesokan harinya Brian baru saja terbangun dari tidurnya, dan ia pergi ke dapur lalu mengambil sebotol air putih yang berada di dalam kulkas dan langsung meminumnya.


"wangi banget ini, siapa yang massage aku kayaknya bukan masakan bibi biasanya,"ucapnya sambil pergi ke arah bau itu.


ketika berada di ruang makan,ia melihat banyak sekali makanan di atas meja yang sudah tertata rapi, Brian pun mencicipi satu persatu makanan tersebut dan ia sangat suka dengan masakan-masakan itu.


"Tuan suka sama masakan saya?,"tanya Tasya dari arah belakang .


Brian kaget karena ada suara di belakangnya secara tiba-tiba.


ukhuk ukhuk ukhuk !!! (suara batuk).

__ADS_1


Tasya langsung bergegas mengambilkan air minum untuk Brian, dan Brian pun meminumnya.


"kamu ini ngagetin saya aja, kata siapa rasanya enak,malah saya sangat tidak suka dengan masakan-masakan seperti ini,"uca Bryan sambil membanting sendok yang tadinya ia pegang.


"kalau memang tidak suka ya sudah tidak apa-apa, tapi jangan dibanting, kalau memang tidak mau makan masakan saya, saya bisa kok menghabiskan ini semua sendiri,"jawab Tasya dengan kesal.


Tasya di situ mengambil sendok dan membelakangi Brian dengan perasaan yang mulai kalangkabut.


"lain kali jangan masak-masak lagi seperti ini,kamu ini hanya menghabiskan bahan-bahan masakan saya yang ada di rumah,"uca Brian dengan membenarkan kemejanya lalu pergi.


Tasya hanya sendiri di situ dan hatinya benar-benar rapuh karena perlakuan Brian yang begitu menyakitinya.


"gue kan juga gak nyuruh dia buat nyicipin masakan gue, terus kenapa dia malah marah-marah gak jelas kayak gitu,"ucapnya dengan kesal dan tidak terasa menitipkan air mata.


Tasya benar-benar sedih dan ia meringkuk sembari memegang sendok itu di dalam pelukannya.


"Mama aku mau pulang, aku tidak mau terus berada di sini, Mama aku rindu mama, Mama aku mau pulang, nama aku mohon aku mau pulang,"ucapnya dengan lirih sembari terus menitihkan air mata.


beberapa saat kemudian, saat Tasya sudah selesai membereskan semuanya, Tasya mendapat panggilan dari Brian.


-*-


"baik tuan saya mengerti, saya tidak akan masuk ke kantor hari ini,"(Tasya).


"oh ya sama satu lagi, Hari ini saya tidak pulang, jadi lebih baik kamu kunci saja pintu kalau sudah jam 10 malam,"(Brian).


"baik tuan saya mengerti,"(Tasya).


-*-


Brian pun menutup teleponnya, dan Tasya hanya bisa mengucapkan istighfar, mencoba untuk menerima semua yang terjadi padanya dengan ikhlas.


tok tok tok!!!!(suara ketukan pintu).


"sebentar,"ucap Tasya sambil berlari menuju ke arah pintu.


di situ ada seorang anak laki-laki yang memegang bunga di tangannya sembari tersenyum.

__ADS_1


"adik ini siapa ya?,"tanya Tasya kepada anak laki-laki itu.


si anak laki-laki langsung menyerahkan bunga tersebut dan tampaklah si anak laki-laki itu ternyata Kenzo .


"kakak cantik...,"panggil Kenzo dengan senyum manis.


"Eh kamu kok ada di sini dek, ke sini sama siapa?,"tanya Tasya yang langsung mengajak Kenzo masuk.


Kenzo pun duduk di ruang tengah dan disusul oleh Tasya yang juga duduk di sebelahnya,lalu Kenzo merebahkan kepalanya di atas pangkuan kakak iparnya itu.


"aku tadi ke sini sama seseorang, tapi dia bilang nggak boleh datang ke sini, bilang-bilang sama kakak,"ujar Kenzo sambil memakan camilan yang berada di meja .


"loh kok gitu, kamu bilang aja sama siapa kamu disuruh datang ke sini, kenapa orang itu nggak ikut masuk?,"tanya Tasya sambil membelai pelan rambut Kenzo.


"hehehe aku tadi bareng sama bunda kok, cuman bunda harus pergi ke supermarket buat beli-beli,jadi aku dititipin di sini deh karena bunda kan tahu di rumah abang ada kakak sekarang,"jawab Kenzo .


"oh gitu, kakak pikir kamu sama siapa dek, kakak takut kamu datang ke sini sendirian, nanti apa kata bunda pasti kakak yang bakalan disalahin sama bunda dek".


"enggak kok kakak,kakak nggak usah khawatir aku beneran bareng sama bunda kok".


"Ya udah iya kakak percaya kok sama kamu, Sekarang kita mau main apa nih, kamu ke sini mau main bareng sama kakak kan?".


"iya kakak.…tapi aku juga nggak tahu,soalnya tadi pas di rumah katanya aku disuruh menginap saja, Tapi kan aku besok sekolah, jadi gimana aku mau nginep di sini kalau aku nggak sekolah nanti aku bakalan dimarahin sama Miss marela, soalnya Miss marela itu yang ngajarin aku sekolah".


"nggak apa-apa kalau kamu memang mau menginap, besok biar kakak yang anterin kamu ke sekolah ya".


"apakah kakak tidak berbohong padaku?".


"enggak kok, mana mungkin sih kakak bohong sama kamu".


Kenzo senyum bahagia dan ia langsung memeluk Tasya dengan erat.


Tasya juga bahagia karena ada Kenzo di rumahnya, paling tidak tentu dapat mengobati rasa rindunya kepada rumah, karena Kenzo selalu membuatnya tersenyum.


🌺💫🌺


Oke Guys terima kasih buat yang sudah baca, Jangan lupa baca bab selanjutnya, dan selamat membaca:)

__ADS_1


__ADS_2