SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Sakit Yang aneh


__ADS_3

 Di pagi harinya, Tasya yang baru saja bangun langsung bergegas untuk pergi ke kamar mandi, tapi lagi-lagi ia merasakan ada sesuatu yang aneh di tubuhnya, tubuhnya seperti kelelahan tapi ia tidak merasa melakukan apa-apa.


  "makin hari gue kok ngerasa makin capek ya, apa ini cuman efek karena gue bantu-bantu di rumah terus, atau ini efek karena gue udah nikah aja ya?,"ujar Tasya sambil melihat ke arah cermin panjang yang ada di depannya.


Tok tok tok !!!(suara ketukan pintu).


  "ay kamu di dalam?,"tanya Brian dari luar.


  "iya By, ini aku baru aja masuk,"jawab Tasya yang sedang berendam.


  "Ya udah aku ikutan aja ya,ini kalau nggak cepat-cepat nanti aku telat lagi ke kantornya".


   "nggak boleh, ini kan masih jam 04.00 pagi mana mungkin sih ada kantor yang buka jam 04.00 pagi, kamu jangan banyak alasan deh orang biasanya kamu berangkat jam 09.00 pagi itu pun nggak mungkin kamu telat".


   "ya kan ini beda, ayolah please sebentar aja kok".


 tanpa menunggu lama brain malah masuk, dan ia terlihat sumringah dengan mengunci pintu kembali.


  "kan aku bilang jangan masuk, kok malah main nyelonong aja,"protes Tasya.


"sudahlah ay dari pada nanti aku telat kan, emangnya kamu mau kalau aku nanti terlambat?".



"Ya tapi kan bisa gantian setelah aku, emang ada aja alasannya".



"sudah ay tidak apa ya, lagian nggak setiap hari juga kan?".



"iya juga sih, Ya udah deh iya terserah kamu aja deh".



pada awalnya Brian mandi di bawah guyuran shower, tapi setelah beberapa saat kemudian, Brian malah beralih dan ikut masuk ke dalam bathtub.



"kok kamu malah ikut masuk, jangan gini dong lebih baik kamu dibawa shower aja sana".



"udah ya, emang kamu mau aku lebih lama lagi di dalam".


Tasya menggelengkan kepalanya dan diam, di situ Brian mulai meraba punggung Tasya, ia mendekat ke pundak Tasya sambil berbisik,"aku bantuin gosok ya".


"nggak usah aku bisa sendiri, nggak usah repot-repot deh".


Brian tak menghiraukan perkataan Tasya, ia tetap melakukannya, meskipun Tasya memberontak berkali-kali Brian tetap melakukan hal itu, ketika Brian sedang menggosok, tangannya malah menjulur ke depan dan meraba bagian d4d4.


"by udah cukup, nanti malah keterusan loh ,"ujar Tasya sambil memegang tangan Brian.



"satu kali ajah yah ay , please kan udah lama juga aku nggak minta ".


"nggak mau, aku itu lagi sakit tapi aku nggak tahu sakitnya karena apa, cuman kayak ada yang menjanggal di tubuhku, dan itu aneh menurutku, aku nggak mau kamu tiba-tiba minta ke aku kayak gini".


"ayolah ay, sebentar aja deh, beneran aku nggak bohong, please mau ya please please please".



"Oke tapi aku nggak mau di sini".


brian menganggukkan kepalanya dan di situ Tasya pun berdiri untuk mengambil handuk, tapi ia sangat lupa kalau juga ada Brian, jadilah Brian yang melihatnya langsung terpancing.

__ADS_1


Brian pun menghampiri Tasya dan dia memeluknya dari belakang, "kamu sangat cantik sayang , aku tak bisa menahannya lagi," bisiknya tepat di telinganya dengan hembusan nafas yang sangat terasa.


Tasya menggeliat kegelian, karena brian yang begitu dekat dengannya, ia pun menghindar , tapi tetap saja brian menghampirinya , maka dari itu Tasya cepat-cepat memakai handuknya.


Namun handuk tersebut langsung diambil oleh Brian, dan Brian pun langsung menggendongnya ke kamar dan Adegan pun dimulai.


Mulai Dari Brian menaruh tangan nya kedepan bagian d4d4 milik Tasya yang membuat nya merasa kegelian, Brian semakin menjadi dan memberikan bekas kepemilikan di seluruh tubuh tasya.


" Ay ayok kamu sudah siap kan hari ini "



" By badan ku terasa tidak nyaman sekali , aku merasa agak sakit di bagian itu,"jawab tasya sambil menundukkan kepala malu.



"nggak apa ay , nanti pasti akan sembuh sendiri , yang penting sekarang aku mau memulainya, "ujar Brian ambil membelai rambut Tasya.


Belum sempat Tasya menjawab , brian langsung melancarkan aksinya dengan m3lum4t b1b1r Tasya dan tak memberikan kesempatan padanya untuk bernafas ,barulah ketika sudah di rasa tasya tidak kuat ia melepaskannya.


"hahhh hemm hahhh , by aku nggak bisa nafas loh kamu ini ,"omel Tasya.


Lagi-lagi Brian tetap tak menghiraukannya, ia beralihke gunung kembar yang tinggi nan berisi dengan ada topi berwarna agak pink.


"by jangan....,"tasya terengah engah.



" aku masuk yah ay ,"ujar Brian dengan nada yang sangat maskulin.


Tasya yang awalnya berontak , kini malah menganggukan kepalanya, karena terhipnotis oleh suara Brian yang sangat berbeda dari biasanya.


" auww by "



" Tidak apa ay nanti juga gak sakit lagi, tahan ya aku akan mempercepat nya "


" di dalam yah ay "



" Jangan di dalam by ,di luar aja "



" Udah gak tahan lagi , tk apa "


Brian tak tahan lagi dan memasukkan ke dalam Tasya, setelah di rasa cukup dan semua masuk , Brian langsung mencium kening tasya lalu melepasnya ,Brian menggendong tubuh tasya yang masih lemas dan juga terengah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya bersama.


Seusai mandi Tasya di bawa ke atas ranjang dan di tidurkannya , tanpa menggunakan sehelai benang pun di badannya.


"by aku mau siapin sarapan , nanti kamu pasti kesiangan ,"ujar Tasya yang beranjak dari tempat tidurnya, tapi sayang langkahnya terhenti karena sangat sakit di area miliknya.



"sakit kan , nggak apa-apa ay kamu di sini ajah yah , lagian di bawah ada bibi , kamu istirahat ajah yah ,"jawab Brian sambil memakai pakaiannya.



"tapi by kan aku harus masak buat di bawa ke kantor".



"nggak usah ay , aku hari ini nggak bawa bekal , kamu istirahat ajah yah , aku mau keluar dulu ".


Tasya menganggukan kepalanya dan Brian ke bawah untuk mengambil sarapan , sedangkan Tasya langsung mengganti pakaian mumpung suaminya tidak ada.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian,Brian datang dengan membawa nampan yang berisi sarapan dan buah beserta susu .


"loh kamu udah selesai ganti baju ?," tanya Brian yang terkejut melihatnya.



"heheh iyah by".



"tapi gimana masih sakit ?".



"nggak kok by".


Brian tersenyum dan menaruh makanan itu di meja , dengan perlahan Tasya ke sofa yang ada di kamarnya itu , dan duduk bersebelahan dengan suaminya.


Tasya melihat ke arah Brian dengan tatapan kesal dan ia langsung menjewer telinga Brian.


" aduh aduh aduh sakit ay "


" biarin suruh siapa nakal , masih pagi di gas aja, mana aku lagi sakit, kamu jahat ,"dengan wajah kesal.


" Hehehehe namanya olahraga pagi ay , harus gerak seluruh tubuh biar sehat kan ,"jawabnya dengan wajah yang tak bersalah .


" awas ya nanti kamu nggak akan ku minta jatah lagi "



" nggakk boleh menolak ajakan suami lo , dosa "


" biarin Aby juga dosa, karena telah menyakiti istrinya, aku masih sakit di gas aja ma aby "


" Dah dahh iya iya aby minta maaf ,nanti boleh dong kalau dah sembuh minta lagi," ujarnya dengan wajah yang sangat sangat tak bersalah hahahah .



" kamu yah mau aku jewer lagi !"



" Eeee iya iya aby aja nggak, Ay aku mau ngakuin sesuatu "


Tasya yang tadi makan sontak diam dan menoleh ke arah Brian lalu menyuapinya makanan.


"nggam usah ay , aku nanti makan sendiri".



"makan sekarang!".


Brian menuruti perkataan Tasya, "mau ngakuin apa sih by , jangan bilang kalau kamu selingkuh?," jawab Tasya dengan tatapan curiga.


"emm anu ai , itu kamu sakit karena aku kalau pulang lembur langsung gas ajah, hehe maafian aku yah , "ucapnya dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"maksud kamu kayak tad?".


Brian mengangguk, "tapi kok aku nggak keras , dan kenpa kamu lakuinnha pas aku tidur?".


"yah karena kamu kalau tidur nyenyak banget ,aku lakuinnya pelan ,dan gimana nggak kepancing orang kamu kalau tidur selalu nyingkap baju".



"ishhh kamu nih,"ucap tasya dengan kesal.


Brian berlari keluar dan mereka main kejar-kejaran.

__ADS_1


🌺💫🌺


oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya .


__ADS_2