
keesokan harinya, Tasya baru saja mendapat kabar dari grup sekolahnya Kalau hari ini ia libur mendadak, jadi iya bisa berada di rumah seharian.
"Kamu udah bangun By, aku pikir kamu masih mau tidur yang lama,"ujar Tasya dengan senyum jahil.
"jadi kalau aku tidur dan nggak bangun-bangun kamu bakalan seneng?,"jawab Brian.
"Ya nggak gitu dong, oh ya by kamu hari ini pergi ngantor nggak?,"tanya Tasya sambil menata buku-buku yang ada di mejanya.
"enggak ay, Karena aku tahu hari ini kamu kan libur sekolah, aku nggak akan bisa ninggalin kamu di rumah kalau pas ada mala kayak gini".
"emangnya ada apa sama Mala sih by, kok kayaknya kamu menyimpan sesuatu dariku?".
"sebenarnya gak ada apa-apa juga sih Ay, tapi kelihatan banget kalau malah itu sebenarnya tidak suka denganmu,aku takut dia malah berbuat yang aneh-aneh ketika aku pergi bekerja".
"udah kamu percaya aja sama aku, aku bisa kok jaga diri, kamu berangkat sekarang aja ya By".
"tapi ay…".
"udah nggak usah tapi-tapian, ini sama sekalian aku bawain bekal, kamu mau kan makan bekal dari aku?".
"mau dong malah aku suka banget Kalau kamu siapin bekal kayak gini, jadi nanti kalau pas makan siang aku nggak perlu kemana-mana, cukup di dalam ruangan dan nikmati makanan dari kamu".
Tasya di situ tersenyum, dan ia pun membekali Brian dengan makanan yang sudah dibuatnya, barulah setelah itu Brian berpamitan untuk pergi bekerja.
"pagi kak Tasya,"ucap Mala yang baru saja bangun dan ke dapur untuk minum air.
"pagi juga mala, kamu baru bangun?,"jawab Tasya sembari membersihkan sofa dengan penyedot debu.
"Ya begitulah kak,tadi malam aku begadang karena saking senangnya mendapatkan hadiah dari Abang".
__ADS_1
"hadiah dari Abang, maksud kamu hadiah dari Brian?".
"Ya begitulah,"jawab malayang kini mulai berjalan menuju ke arah Tasya dan duduk di sofa yang sudah dibersihkan oleh Tasya.
("sabar Tasya, Lu pasti bisa ngelewatin ini semua, dia itu cuman anak tengil dan lu gak boleh kalah sama anak tengil ini,"ucap Tasya dalam hatinya).
"oh ya kak boleh tolong ambilin buah-buahan di dalam kulkas nggak, aku lagi males buat jalan ke sana, tolong ya kak bawain buah-buahannya, sama sekalian tolong buatin jus, ini badanku pegel-pegel banget kak,"pinta Mala dengan nada manja.
"kenapa kamu tidak mengambilnya sendiri,kan kamu bisa lihat sendiri kalau kakak sedang sibuk,kakak sekarang sedang bersih-bersih sedangkan kamu kan cuman baru bangun tidur dan juga bersantai kenapa tidak membuatnya?".
"yah kak kok gitu sih, aku kan di sini seorang tamu, masa iya kakak mah minta bantuan kepada seorang tamu, kamu kan adalah ranjang dan patut untuk dihormati dan juga dilayani".
"oh kamu adalah seorang tamu ya, berarti harusnya kamu bangun pagi dong, kan biasanya tamu memiliki rasa malu kalau harus bangun siang-siang, dan biasanya kamu bersikap baik dan sopan kepada pemilik rumah,dan yang paling penting kamu itu bukan pencuri jadi dia tidak akan merampas milik si tuan rumah,"ujar Tasya dengan perkataan yang agak menohok.
"maksud kakak apa, kakak menuduhku mencuri,memangnya aku mencuri apa dan aku merampas apa dari kakak?".
"iya terus kenapa, toh aku juga ke sana kan ke kamarnya abangku sendiri, emang ada larangan aku gak boleh masuk ke sana, dari dulu aku itu sering banget keluar masuk ke dalam kamar Abang, Dan dari dulu juga aku itu kalau tidur ya sama Abang, cuman emang sekarang aja yang nggak bareng sama abang karena ada **pengganggu**".
"oh jadi kamu menganggap itu adalah kamar Abang, lantas kenapa kamu tadi mengatakan sebagai seorang tamu,setahuku tidak ada tamu yang berani masuk ke dalam kamar pemilik rumah kecuali seorang pencuri, kado dari mas Brian pasti ada di kamu kan, Sudah mengaku saja, aku tidak akan memintanya, ambil kalau perlu".
__ADS_1
"atas dasar apa kamu menuduhku sebagai seorang pencuri, dari dulu aku di sini nggak ada ya ceritanya aku dikatain sebagai seorang pencuri, sedangkan kamu baru saja tinggal di sini sudah menuduhku seperti ini?".
"lantas Untuk apa kamu pergi ke kamarku tanpa memberitahu ataupun permisi terlebih dahulu, bahkan Kamu memakai baju yang ku punya?".
"aku hanya pinjam bajumu saja, toh itu juga baju yang lusuh, sungguh beda sekali dengan baju milikku, asal kamu tahu aku tidak pernah memakai baju yang murahan seperti itu, makanya aku langsung gatal-gatal, dan aku langsung melepaskannya, oh ya sama satu lagi, untuk apa aku meminta izin padamu toh itu juga uang dari Abang".
"dari mana kamu tahu kalau baju itu dibelikan oleh mas Brian, padahal baju itu dibelikan oleh kedua orang tuaku bahkan olehku sendiri, Kalau kamu tidak tahu jangan sok tahu,baik sekarang Kamu mengaku kalau kamu merampas apa yang menjadi milikku".
malah tersenyum sinis, dan ia menatap ke arah Tasya lalu pergi ke samping Tasya.
"jangankan untuk hadiah kecil seperti itu, orang yang memberikan hadiah pun akan aku rebut suatu saat nanti, kamu tinggal tunggu saja tanggal mainnya, karena hal itu pasti dapat terjadi tanpa disangka-sangka terlebih dahulu, kalau kamu mau minta pembelaan, mintalah karena semua orang akan tetap memilihku, semua orang sangat berpihak kepadaku karena mereka semua tidak tahu bagaimana aku,Dan aku berjanji akan membuatmu hidup kembali di jalanan dan tak memimpikan lagi untuk menjadi seorang putri!,"ujar Mala sambil tertawa jahat.
Mala pergi masuk ke dalam kamarnya dan ia melambai-lambaikan tangan dan diakhiri oleh senyuman yang begitu licik.
("sabar gue yakin bisa ngadepin ini,gue nggak mau perjuangan gue yang udah dari nol buat mas Brian nganggep gue, malah kalah begitu saja dengan anak ingusan seperti dia,"ucap Tasya dalam hatinya).
Tasya tak memperdulikan lagi mengenai ucapan dari Mala tadi, ia fokus bersih-bersih di area rumah dan juga memasak makan siang untuk dirinya sendiri.
"setelah makan, gue mandi ah sebentar, terus salat terus setelah itu tidur siang deh, mumpung lagi libur juga jadi gue bisa santai-santai di rumah seharian, tapi gimana sama kadonya ya gue kok Malah penasaran, kalau diambil gue yang malu karena gue tadi udah bilang disuruh ambil ambil aja, Tapi kalau nggak diambil gue juga Yang kesel karena itu kan sebenarnya punya gue,"ujar Tasya sendiri sambil mencuci piring bekas makannya.
setelah itu barulah Tasya pergi ke dalam kamarnya lalu melakukan apa yang sudah direncanakan tadi.
🌺💫🌺
__ADS_1
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.