
Kini Tasya sudah masa liburan sekolah, karena ia sudah mengerjakan ujian dan juga melakukan beberapa serangkaian kelulusan sekolah.
"ay untuk sementara waktu gimana kalau kamu menjadi sekretarisku lagi?,"pinta brian.
"emang kamu berani gaji aku berapa, kok aku malah disuruh jadi sekretaris lagi, mana Yang dulu kamu nggak gaji aku lagi".
"kan kamu waktu itu mah gang Ay bukan kerja".
"ya paling nggak kasih pesangon,kan mau gimanapun meskipun aku juga magang tapi jerih payahku kan ada di sana".
"iya iya nanti aku bakalan transfer deh,tapi untuk sementara waktu jadi sekretaris aja ya, soalnya Adit mau ngambil cuti beberapa hari, kayaknya sih soal pernikahan".
"jadi nikah sama wanita waktu itu?".
"loh kamu tahu mempelai wanitanya siapa?".
"Ya tahulah masa nggak, orang dia waktu itu nyolot ngelabrak aku, Dia pikir aku selingkuh sama Adit,padahal kan aku ketemu dia juga karena masalah jadi sekretaris Kamu itu gimana aja, soalnya kan aku mau jadi sekretarisnya CEO, jadi aku harus tahu semua agendanya dari a sampai z dong, dan aku juga harus tahu mana yang boleh dilakukan dan mana yang enggak, tapi dianya aja yang sensian dan langsung salah paham aja".
"oh pasti sama wanita yang waktu itu ke kantor deh?".
"aku sih nggak tahu ya soalnya aku nggak pernah ngelihat dia ke kantor sih".
"siapa ya namanya ya, bentar aku bener-bener lupa, kejadiannya udah lama banget, dan dia ngirahin kalau OB magang di kantor itu pacaran sama Adit".
"oh berarti secara tidak langsung dia emang orangnya suka nuduh ya, aku juga lupa sih namanya tapi mungkin nanti kita ingat-ingat lagi, udah ah daripada ngomongin orang terus kita berangkat yuk".
"beneran kamu mau jadi sekretaris aku?".
"apalah dayaku diminta sama CEO langsung, biasanya bayarannya pasti gede".
"iya iya, via transfer aja ya, aku gak pegang uang cash".
"Oke kalau itu".
Di saat mereka berdua mau berangkat,tiba-tiba ada mobil taksi berhenti tepat di depan kediaman mereka.
"itu siapa by, kamu ada janji sama orang, atau kamu punya kepentingan sama orang lain?,"tanya Tasya sambil melihat-lihat ke arah taksi tersebut .
"enggak kok ay, aku yakin aku nggak janji sama siapapun, dan lagi kayaknya orang itu tamu dari tetangga gue bukan nama kita".
__ADS_1
"tapi kenapa berhenti di depan rumah kita?".
"mungkin cuman mau tanya aja".
mereka berdua masih menunggu orang itu untuk turun, setelah agak lama barulahsi penumpangnya turun yang ternyata adalah Kenzo dengan senyum indahnya sambil membawa koper yang ukurannya sebesar badannya.
"berat tolong bawain,"teriak Kenzo.
Brian dan Tasya bertatap-tatapan, barulah ketika Tasya meninggal tangan Brian, ia seketika itu langsung ingat.
"kok adik ada di sini,kenapa gak sekolah bukannya hari ini masih waktunya sekolah?,"tanya Bryan dengan menggeret koper tersebut.
"biarin aja orang aku ke sini mau ketemu sama kakak".
Kenzo berlari dan ia langsung menghampiri Tasya yang menunggu mereka berdua, Kenzo memeluk Tasya dengan erat.
"kakak cantik Mau ke mana, kok kakak cantik sudah terlihat rapi?,"tanya Kenzo.
"nggak usah deh kak lebih baik kakak di sini bareng sama aku, oh ya aku di sini menginapnya lama loh, karena aku sedang liburan".
Brian yang mendengar itu langsung melihat ke arah Kenzo dan ia menghampiri Kenzo.
"nggak boleh lah,padahal kan dulu kalau kamu liburan nggak pernah nginep di sini,dan lagi kamu juga pasti diajak keluar kota kan sama bunda dan juga papa, kenapa kamu harus menginap di sini?,"protes Brian.
"tapi kenapa tidak boleh, kata bunda boleh,kata papa juga boleh asal aku nginepnya izin dulu ke bunda dan bunda ngizinin jadi aku boleh dong nginep di sini, karena di sini kan ada kakak cantik aku mau bermain dengan kakak cantik".
"nggak bisa,kakak cantik kamu itu sekarang kerja jadi dia harus kerja setiap hari, dia nggak punya waktu buat ngurusin kamu, lebih baik kamu pulang saja bertemu dengan papa dan juga bunda, daripada kamu di sini kan ditinggal-tinggal terus sama kakak cantik".
__ADS_1
"kenapa kakak cantik harus kerja, apakah Abang tidak mempunyai uang?".
"kok kamu malah berpikiran seperti itu, mana mungkin Abang nggak punya uang, ada lah cuman kakak kamu emang harus kerja" .
"ih Abang bukan laki-laki,kata papa laki-laki itu tidak membiarkan wanitanya bekerja, kecuali laki-laki itu pelit dan tidak punya uang, tapi kan Abang punya uang dan Abang juga selalu memberikan hadiah untuk kakak, cuman abang bukan laki-laki karena abang menyuruh kakak untuk bekerja".
"pengertiannya tidak seperti itu dek, Halah sudahlah, Ya udah kamu boleh di sini bareng sama kakak kamu,jadi kakak kamu nggak usah kerja deh buat nungguin kamu aja,tapi ingat ya nggak boleh nakal-nakal dan nggak boleh ngerepotin kakak".
Kenzo tersenyum dan menganggukan kepala,"Ya sudah Abang pergi saja mencari uang, dan jangan suruh kakak untuk bekerja lagi karena kakak adalah perempuan, kan Abang yang laki-laki dan bukan kakak".
"iya iya kamu ini lama-lama bawel, Ya udah dek, Abang titip kakak kamu yah,ingat jangan buat kakak kamu kerepotan dan jangan bikin ulah di rumah".
"iya Abang, Abang juga bawel lama-lama".
Brian pergi ke arah Tasya dan ia mengulurkan tangannya untuk berpamitan, Dan disambut oleh uluran tangan juga dari Tasya, lalu mencium punggung tangan Brian.
"ay aku titip Kenzo dulu ya, Maaf kalau aku ngerepotin, Kalau ada apa-apa langsung telepon aku aja ya, aku berangkat kerja dulu ay, baik-baik ya di rumah jangan lupa untuk makan dan juga salat loh,"pamit Bryan sambil membelai pelan rambut Tasya.
"iya by, kamu juga hati-hati di jalannya sama semangat kerjanya, ingat jaga hati dan juga jaga makan, Jangan lupa salat juga ya, Ya udah gih kamu berangkat nanti kamu terlambat loh".
Brian menganggukan kepalanya dan ia pun pergi dengan menaiki mobil miliknya, sedangkan Tasya dan juga Kenzo masuk kembali ke dalam rumah, dengan Tasya yang merapikan baju-baju yang dibawa oleh Kenzo, dan Kenzo yang juga ikut membantu Tasya beres-beres.
"kakak aku nanti malam tidur sama kakak kan?".
"iya dek, Ya udah kita beres-beres aja yuk setelah ini kita main deh".
Kenzo menganggukan kepala dan mereka berdua berlanjut untuk beres-beres.
🌺💫🌺
__ADS_1
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.