SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Hilang


__ADS_3

 Brian di kantor masih saja sibuk untuk mengurus beberapa dokumen yang sangat penting, jadi dia tidak bisa terburu-buru pulang dari kantor.


  "Tuan ini ada beberapa lagi yang harus ditandatangani dan juga perlu diamati terlebih dahulu, soalnya ini dari klien baru yang waktu itu mengajukan kontrak bersama dengan tuan dan juga nona,"ujar Adit sambil memberikan map berwarna merah.


  "apa tidak bisa besok saja, ini sudah sangat sore bahkan hampir menjelang magrib, saya harus segera pulang,"jawab Brian yang terlihat lelah.


  "Maaf Tuan ini harus segera dikirimkan, karena asisten dari orang itu malah sangat memaksa tuan".


  "Ya sudah kirimkan saja lewat email".


  "tumben sekali Tuan sangat buru-buru pulang, padahal dulu Tuan sampai menginap di kantor?".


  "sudah jangan banyak tanya, cepat kopi semuanya dan masukkan ke dalam email nanti saya tandatangani lewat email".


  "baik Tuan".


 setelah itu Brian langsung pergi keluar dan dia pulang saat itu juga, walaupun sebenarnya pekerjaannya masih banyak di kantor, iya tetap menepati janjinya kepada Tasya untuk pulang sore,karena perasaannya juga tidak terlalu enak ketika meninggalkan Tasya lama-lama di rumah sendirian.


  "beliin Apa ya enaknya, beliin bunga aja ya, atau oh ini dia, kayaknya di toko ini ada deh,"ujar Brian dan berhenti di salah satu toko boneka yang lumayan terkenal.


 di situ Brian bunganya sebuah boneka kelinci memegang setangkai bunga Yang sekilas terlihat memakai gaun, tapi ketika gaun itu disingkap ke atas, jadilah buket yang di dalamnya ada boneka kelinci sedang memegang bunga, gaun tadi malah jadi buket dan juga ada pegangannya.


 ketika sudah selesai membayar kini Brian pun pulang membawa hadiah itu, dan sampainya di rumah ia langsung masuk ke dalam kamar, lalu Brian memeluk kaca yang jenis sedang berdiri di balkon .


  "ay aku pulang, Maaf ya karena aku datangnya agak telat, tadi di kantor aku banyak banget pekerjaan,"ujar Brian.


 di situ Brian tiba-tiba terdiam dan melepaskan pelukannya.


  "kenapa kamu terlihat kecil, kamu bukan Tasya kan, siapa kamu,kenapa kamu tiba-tiba berada di kamar saya dan juga istri saya, kenapa kamu memakai pakaiannya?,"tanya Brian dengan nada yang agak tinggi.


 wanita itu pun berbalik dan ternyata itu adalah mala, "surprise, ini aku kak, aku datang kakak pasti senang kan?,"ujar malah dengan gembira.


 "kenapa kamu ada di sini, sejak kapan kamu ke sini?,"tanya Brian.


  "aku baru kemarin datang, hehehe Maaf maksud aku dari tadi pagi datang, gimana kak kakak suka kan kalau aku ada di sini, aku akan menginap di sini untuk beberapa hari sembari menunggu Mama papa pulang".


 "oh ya sudah, kalau sudah selesai cepat keluar, jangan masuk-masuk ke dalam kamar orang tanpa izin!,"ujar Brian dengan nada yang datar lalu pergi dari kamar tersebut.

__ADS_1


  "kenapa sih kakak selalu bersikap seperti ini, padahal kan aku datangnya juga jarang-jarang,beda sekali dengan kakak yang untuk aku kecil selalu menemaniku,pasti ini gara-gara wanita itu yang sudah mengatakan sesuatu yang buruk tentangku, mungkin dia sudah menjelek-jelekkanku di depan kakak, atau dia sudah memberitahu kakak tentangku dan apa yang aku bicarakan tadi,"gumam Mala sendiri.


 Brian pergi ke dapur dan ternyata di situ Tasya sedang masak sendiri sambil bernyanyi-nyanyi ria.


  "Ay aku pulang,"ujar Brian dan memeluk Tasya.


  "loh Kamu udah pulang mas, sejak kapan kamu pulang kok aku nggak denger suara klakson mobil kamu, biasanya kamu kan bunyiin klakson kalau udah sampai?,"jawab Tasya dan berbalik melihat ke arah Brian.


  "ih panggil mas lagi,aku emang sengaja Ay nggak nyalahin klakson soalnya aku mau kasih surprise buat kamu, ouh ya bentar hadiahnya malah ketinggalan di dalam kamar, Ya udah ya ay nanti aja deh ya".


  "iya bi nggak apa-apa kok,aku lanjutin masak dulu ya nanti kalau udah selesai aku akan hidangin di meja makan, Kamu duduk aja gih nanti kalau udah selesai aku bakalan panggil kamu".


  "kok kamu masak sendirian, emangnya mala gak bantuin kamu sama sekali?".


  "enggak by, nggak apa-apa lah aku kan juga terbiasa masak sendiri, lagian dia itu tamu masa iya pantes tamu bantuin masak".


  "Ya udah deh kalau itu emang mau kamu, oh ya Ay aku nunggu di kamar aja ya, nanti kita makan berdua di kamar aja yuk".


  "kok gitu sih, kan kasihan mala harus makan sendirian".


  "dia pasti bakalan bawa makanannya ke dalam kamar Sayang, udah yang penting kita makan berdua aja ya".


setelah selesai memasak, kini Tasya membawa makanan itu menuju ke arah kamar dan di kamar terlihat Brian yang sedang kebingungan mencari sesuatu.


"kamu sedang mencari apa By?,"tanya Tasya sambil membawa nampan yang berisi makanan.



"ini ai aku tadi kan bawa surprise buat kamu, last surprise itu aku taruh di atas nakas tapi sekarang tiba-tiba hilang,"jawab Brian sambil terus mencari barang yang dimaksud.



"mungkin kamu tadi lupa naruh, udah sekarang makan dulu yuk nanti kita cari bareng".



"nggak bisa ay kalau nggak cepet dicari malah hilang, kamu makan dulu aja Ay nanti kalau udah ketemu aku bakalan makan".

__ADS_1



"by ayolah makan nanti kita bisa cari lagi By".



"Ya udah deh kalau gitu, Maaf ya Ay kadonya malah hilang".



"Kalau cuman di dalam rumah bukan hilang namanya, itu kamu cuman kelupaan mungkin".


Brian menganggukan kepalanya dengan pasrah, dan di situ mereka berdua pun makan bersama-sama,ketika sudah selesai makan Bryan baru ingat kalau tadi ada Mala yang masuk ke dalam kamarnya.


"oh ya Ay kenapa malah tadi masuk ke dalam kamar ini?,"tanya Brian.



"oh ya, aku tidak tau by,kan aku dari tadi masak mana aku tahu soal itu".



"mana dia pakai baju kamu lagi,aku pikir tadi itu kamu tapi untung aja aku cepet ngeh Kalau itu bukan kamu".



"Ya udah nggak papa lah, mungkin dia lupa bawa baju ganti".



"kamu terlalu positif thinking Ay, kamu belum tahu dia bagaimana orangnya, sudahlah, oh ya apa hilangnya kado ini ada hubungannya dengan dia".



"udah Jangan berpikiran yang buruk-buruk tentang orang terus ah, Ya udah kita tanya besok aja ya ini udah malam nggak enak kalau mau ganggu dia, mau bagaimanapun dia tetaplah kamu di rumah ini apalagi yang nitipin bunda, aku naruh piring dulu ya".


Brian menganggukan kepalanya dan di situ Tasya keluar lalu menaruh piring, iya tidak melihat ada Mala keluar dari kamarnya, ia hanya mendengar suara tawa bahagia dari Mala yang berada di dalam, tapi ia tidak ingin terlalu ikut campur dengan urusan mala.

__ADS_1


🌺💫🌺


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.


__ADS_2