SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
kejujuran


__ADS_3

hari ini Fiona datang berkunjung ke kediaman Tasya, dan tasnya juga berniat untuk jujur tentang pernikahannya kepada Viona.


sedangkan genzo yang beberapa hari lalu menginap di situ, kini sudah pulang karena harus sekolah kembali seperti biasa.


"hari ini ada temen kamu yang ke sini kan, aku berangkat ke kantor dulu ya, ingat baik-baik di rumah oke,"pesan Brian.



"seharusnya yang ngomong gitu aku, kan kamu beberapa hari ini sering lemas dan juga kecapean, atau lebih baik kita ke rumah sakit aja ya By, aku gak mau melihat kamu sakit terus, apalagi pas pagi hari kamu sering banget mual?".



"aku gak bakalan kenapa-napa kok, udah kamu jangan khawatirin aku ya, kamu di rumah aja baik-baik, kalau emang mau ke rumah sakit, nanti sepulang ngantor aku bakalan panggil dokter rumah sakit buat ke sini,"jawabnya dengan membelai pelan rambut Tasya.


Tasya menganggukan kepala dan Brian pun memberikan tangannya lalu dicium punggung tangannya oleh Tasya.


Brian pun berangkat ke kantor dan kini Tasya menunggu Fiona untuk datang ke rumahnya, tidak perlu waktu yang lama Fiona pun datang dan ia tahu hal itu dari satpam yang berjaga di luar Kalau ada tamu yang seumuran dengannya datang berkunjung.


"permisi Tasya, Tasya ini rumah elu kan?,"ujar Viona sambil terus mengetuk pintu.


Tasya pun keluar dari rumahnya dan ia tersenyum manis kepada Viona lalu mempersilahkan sahabatnya itu untuk masuk.


"ini beneran rumah terus rumah yang di sana rumahnya siapa?,"tanya Viona sambil terus melihat-lihat ke arah furniture yang ada di rumah tersebut dengan mengagumi dekorasi rumah itu.



"kok cuman berdiri aja, duduklah, lu mau minum apa biar gue buatin?".


saat Tasya hendak berdiri Fiona malah memegangi tangannya dan ia menggelengkan kepala,"udah gue nggak mau minum apa-apa gue cuman pengen dengar penjelasan dari lu, ini gue beneran bingung banget loh, kenapa lu ada di rumah segede ini sendirian, nyokap lu ke mana, dan Gimana sama rumah lu yang dulu?".


Tasya duduk sembari tersenyum dan ia menganggukkan kepalanya dengan perlahan.

__ADS_1


"Ya udah sorry karena gue nggak ada cerita sama sekali, sebenarnya gue udah nikah dan ini rumah suami gue,mungkin nyokap gue sering bilang kalau gue ada di rumahnya Tante Tapi sebenarnya gue ada di sini".



"sejak kapan kok gue gak tau sama sekali dan nggak ada bekas di susah sama sekali loh kalau lu udah nikah, padahal biasanya paling nggak pasti ada aja yang namanya desas-desus".



"emang rahasia ini ditutup rapat-rapat sih sampai-sampai tetangga di rumah gue pun nggak ada yang tahu ya cuman sebagian tetangga aja yang tahu".



"terus lu nikahnya sama siapa, orangnya kayak apa sih kalau boleh tahu?".



"nyokapnya yang waktu itu ngambilin raport gue, anak beliaulah yang menjadi suami gue".



Tasya menganggukan kepalanya sembari menunjuk ke arah salah satu foto yang ukurannya lumayan besar terpampang di dinding.


dari situlah Fiona percaya kalau Tasya adalah istri dari Wijaya seorang pengusaha muda dan sukses yang kini sedang banyak dibicarakan oleh orang.


"tapi kan tuan Brian ini Kalau nggak salah pacaran sama artis yang lagi naik daun, bener nggak sih ?".



"Kalau sebelum sama gue emang iya punya hubungan sama si Angelina tapi pas udah sama gue nggak lagi kok".


__ADS_1


"berarti secara tidak langsung lu jadinya mudah dong?".



"mulai deh mulai, nggak gitu juga kali, gue bukan nyonya muda lu aja cuman istrinya Brian".



"sekarang jadi tuan muda berarti lu yang muda dong?".



"ya Ya terserah lu aja deh,udah ya sekarang gue udah cerita semuanya ke urut dan gue sekali lagi ngucapin minta maaf karena udah nggak jujur sama lu, padahal selama ini gue nggak pernah menyimpan sesuatu dari lu kan.


gini sih bukan maksud gue nggak percaya sama lu dan takut lu ngebocarin rahasia gue,cuman orang tua gue lebih proper aja sih takut ada hal yang gak diinginkan, namanya juga manusia kan kadang khilaf.


mungkin lu emang nggak akan ngomong sama orang lain, tapi takutnya ada orang lain yang denger percakapan kita berdua.


makanya gue lebih memilih buat kalau udah lulus sekolah gue bakalan jujur ke elu, dan sekarang kan kita udah lulus sekolah".


Viona mengganggukan kepalanya dan ia tersenyum,"gue ngerti kok tas,mungkin kalau gue ada di posisi lu gue bakalan ngelakuin hal yang sama juga, karena gue juga gak mau kalau privasi gue bisa kesebar ke orang lain meskipun lu sahabat gue,karena kita nggak pernah tahu siapa yang ada di sekitar kita dan sebahagia apa yang mengintai di setiap tempat keberadaan kita".


Tasya menganggukan kepalanya,"syukurlah kalau lu ngerti Gimana posisi gue sekarang,thanks banget ya Vi karena lu udah jadi sahabat terbaik gue selama ini, bahkan gue lebih nganggap lu sebagai keluarga daripada sahabat".


Fiona tersenyum dan mereka berdua pun berpelukan sembari mengucapkan terima kasih satu sama lain.


barulah setelah itu mereka berdua melanjutkan berbincang-bincang mengenai hal yang lain sembari bercanda ria.


πŸŒΊπŸ’«πŸŒΊ


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.

__ADS_1


__ADS_2