SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Memakai gaun pernikahan


__ADS_3

 besok ada pembagian raport di sekolahan Tasya, jadi setiap wali murid harus datang untuk mengambil rapor dari anak mereka masing-masing.


  Dan kini Brian baru saja pulang dari kantor, iya masih duduk di meja belajar sambil melihat ke arah Tasya yang sedang berhias.


  "by besok aku ada pembagian raport, aku mau minta tolong mama ya,"ujar Tasya.


  "kenapa harus mama ay, kan aku ada, udah aku aja ya yang ngambil raport kamu".


  "tapi apa nanti kata guru-guru yang ngajar di sana, kan mereka tahunya aku itu anak mama, jadi yang ngambil raport ya Mamah lah".


    "udah kalau masalah itu apa kata aku aja,lagian guru-guru kamu juga nggak bakalan ada yang ngeh kalau aku yang datang".


    "enggak ah daripada nanti kejadian, Ya udah aku telepon mama dulu aja ya".


  Tasya mengambil handphonenya dan ia hendak menekan kontak yang bertuliskan Mama di handphonenya.


    "aku bilang jangan, Ya udah kalau kamu emang nggak mau ditemenin aku, lebih baik kamu nelpon bunda aja ya biar bunda yang datang ke sana,"ujar Brian.


    "tapi aku nggak mau gangguin bunda,pasti bunda sibuk nanti aku malah ngeganggu lagi".


    "udah nggak apa-apa ya".


    "beneran aku gak bakalan ngerepotin bunda?".


    "enggak Ay kamu tenang aja, nanti biar aku yang telepon, oh ya Ay kita masih belum punya foto pernikahan kan?".


  Tasya diam sejenak dan ia mulai berpikir,"kita punya kok foto pernikahan, cuman emang nggak bagus aja sih,"jawab Tasya kemudian menundukkan kepalanya.


    "boleh nggak Ay kalau aku melihat kamu pakai baju pernikahan kita lagi?,"pinta Brian.


  lagi-lagi Tasya menundukkan kepala,"ay kalau aku ngomong Kamu harus melihat ke aku, Apa boleh aku melihat kamu memakai gaun kita lagi?".


    "tapi aku malu,pasti gaunnya sekarang udah kekecilan soalnya berat badanku kan tambah naik".


    "nggak akan, coba deh dipakai".


    "kan ada tiga warna kamu mau aku pakai warna apa?".


  Brian pergi ke ruang ganti dan ia mengambil gaun berwarna biru.

__ADS_1


    "coba deh kamu pakai baju yang ini, pasti kamu bakalan cantik banget kalau pakai baju ini,"ujar Brian sambil memberikan gaun itu.


    "Ya udah aku mau ganti baju dulu, tapi kamu pergi ke kamar mandi gih buat bersih-bersih,"jawab Tasya lalu mengambil baju tersebut.


    "iya sebentar lagi aku mau melihat kamu".


  Tasya malu-malu dan ia mulai berjalan menuju ke arah ruang ganti,di dalam ruangan ganti Tasya mencoba semaksimal mungkin untuk memakai riasan sama persis ketika ia menikah dan juga rapikan rambut-rambutnya.


  setelah beberapa saat kemudian Tasya pun keluar dengan memakai gaun tersebut.


-*-



  Tasya melihat ke arah Brian dengan malu-malu,karena ia masih kurang pede dengan perhiasannya dan juga bentuk tubuhnya yang kini sudah agak membesar.




  sedangkan Brian malah diam saja melihat ke arah Tasya, iya sangat takjub dengan kecantikan Tasya.


-*-


    "kamu cantik banget, bahkan aku begitu takjub melihatmu, andai aja aku sadar dari dulu mungkin aku udah memilikimu dari beberapa waktu yang lalu,"jawab Brian tanpa berkedip.


  Tasya semakin malu hingga pipinya memerah, ia menunjukkan kepalanya sembari senyum-senyum kecil.


  Brian menghampirinya lalu memeluknya dari belakang,"kamu begitu cantik sampai aku tak bosan untuk melihatmu,"bisik Brian.


    "tapi aku malu kalau kamu liatin gitu terus, aku ganti baju aja ya, baju ini gak cocok kalau aku pakai,"jawab Tasya dan hendak pergi tapi tangannya tiba-tiba ditarik oleh Brian.


    "siapa yang bilang kamu gak cocok pakai baju itu, jangan dengerin orang itu, orang itu cuman iri aja sama kecantikan kamu, udahlah ay kamu diem diem gini aja, kamu cantik banget".


  di situ Brian menyuruh Tasya untuk berdiri di tembok, dan ia mulai memotret Tasya,tapi karena Tasya yang malu dia hanya menundukkan kepalanya dengan senyum kecil.


Lalu Brian pergi ke dalam lagi dan mengambil dua gaun berwarna merah tapi dengan model yang tidak sama, selalu Brayan memberikan gaun itu untuk Tasya.


__ADS_1


"coba deh pakai, aku pengen tahu kalau kamu pakai yang ini, kan kalau yang biru udah,"ujar Brian sambil memberikan gaun itu.



"Tapi kan aku udah pakai gaun yang warna biru ini, masa iya aku harus ganti pakai gaun lain lagi, masih belum cukup ya aku pakai gaun ini aja?".



"aku cuman pengen ngeliat kamu pakai gaun merah, soalnya waktu itu kan aku nggak terlalu mandangin kamu pakai gaun, malah aku kayak agak males pas waktu itu, kalau sekarang aku pengen tahu dan aku yakin kamu pasti bakalan cantik banget".


Tasya menginginkan bibirnya tapi ia tetap menuruti perkataan dari Brian, iya langsung masuk ke dalam ruang ganti dengan dua gaun di tangannya.


yang pertama dia memakai gaun dengan lengan berumbai, beserta seperti aksesoris di area dada tapi sebenarnya itu adalah payet dari si gaun, gaun itu seperti banyak kelopak bunga mawar merah, sama halnya dengan bunga yang dipegangnya, dan di bagian bawahnya kayaknya agak terang namun terlihat sangat indah karena ada bling-bling dan juga campuran warna putih.



Untuk yang kedua gaunnya juga berwarna merah tapi di situ tidak terlalu banyak pernak-pernik di bagian gaunnya, sedangkan di bagian belahan dada sampai ke lengan, kainnya seperti terawang tapi ada bordiran bunga yang sangat indah menghiasinya.


jika dilihat sekilas gaun itu seperti polos tapi ketika diteliti lebih dalam lagi gaun tersebut memiliki motif bunga yang juga senada dengan bunga yang dipegangnya.



Brian dari tadi melihat ke arah Tasya tanpa mengedip sama sekali, iya begitu kagum dengan kecantikan Tasya yang sangat alami.


"kamu cantik banget, kamu jangan sampai telat perawatan dan juga skin care ya, uangnya pakai aja yang ada di black card,"ujar Brian.



"aku nggak pernah pergi ke perawatan, dan aku juga nggak pakai skin care yang macam-macam, paling-paling pakai pembersih wajah aja sama pelembab sih".



"iya ai apapun itu kamu beli aja ya, ingat jangan sampai telat, aku nggak mau bentuk wajah kamu malah berubah dan nanti aku yang disalahin sama orang-orang, karena meskipun pada dasarnya Kamu cantik, kecantikan tetap membutuhkan modal".


Tasya tersenyum dan menganggukan kepala dengan pelan, sedangkan Brian juga tersenyum seraya menganggukan kepala juga.


setelah itu mereka sama-sama pergi,Brian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan Tasya pergi ke ruang ganti untuk memakai pakaian yang biasa.


***

__ADS_1


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya, jangan lupa komen buat yang mau tahu visual dari pemain-pemain lain.


__ADS_2