
ketika Brian pulang dari kantor, di situ malah menyambutnya dengan sangat gembira, bahkan malah langsung memeluk Brian dengan begitu erat, sedangkan Tasya hanya terdiam sembari tersenyum manis.
"ay kok kamu cuman diem aja, kamu nggak mau ya nyambut kedatanganku?,"tanya Brian pada Tasya yang hanya diam.
"selamat datang by, oh yah By aku udah siapin air hangat buat kamu, kalau kamu butuh sesuatu jangan lupa tanya aku ya,"jawab Tasya dengan begitu lembut.
Brian melepaskan pelukan dari Mala dan ia memeluk istrinya lalu menggendong istrinya menuju ke arah kamar.
"Abang kok malah ninggalin aku sih, aku kan di sini sendirian,"ujar malah agak berteriak.
Brian tak memperdulikan malah yang masih saja merengek, Brian tetap fokus membawa Tasya menuju ke arah kamar mandi.
"aku mau dibawa ke mana By?,"tanya Tasya.
"udah kamu diem aja, pasti enak kok Ay,"jawab brian.
Tasya agak kebingungan karena ia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Brian, tapi ia tetap menuruti perkataan Brian yang menyuruhnya untuk diam.
ketika sampai di kamar mandi, Brian langsung melepas baju bagian atas miliknya, dan yang mulai menciumi seluruh wajah Tasya dengan begitu hati-hati dan juga penuh kelembutan, dan tak tanggung-tanggung Bryan juga melakukan beberapa gerakan yang membuat seluruh badan Tasya menjadi kemerahan.
" by udah ah cukup,ini yang kemarin masih belum hilang loh masa udah ditambah lagi?,"ujar Tasya dengan cemberut.
"tidak apa ya ay, waktu itu kan cuman pemanasan aku mau yang intinya,"jawab Brian dengan nafas yang terengah-engah.
Tasya hanya bisa menganggukkan kepalanya dan di situ Brian mulai menjamahnya, Brian melakukan gerakan-gerakan yang sangat intim, bahkan juga mulai memasukkan tongkat yang besar dan gagah miliknya ke dalam kandang.
Dan ketika hampir mencapai puncak kenikmatan tiba-tiba ada suara ketukan di pintu, tapi mereka berdua tetap tidak mendengarkan karena dirasa itu mungkin hanya pengganggu.
tapi lama kelamaan suara ketukan itu semakin kencang dan membuat mereka berdua salah fokus, dan mereka pun memutuskan untuk berhenti.
"siapa sih ay kok ganggu-ganggu aja?,"tanya Brian dengan muka masam.
"nggak tahu By, Ya udah selesai aja yuk aku males,"jawab Tasya.
"nanti aja ya,emang ini kan masih sore jadi nggak mungkin juga kita melakukannya".
Tasya menganggukkan kepalanya, dan di situ mereka berdua pun selesai, mereka berdua pun berendam di dalam bath up, Tasya meminta untuk digosokkan punggungnya, tapi bukannya digosok malah tangannya meraba-rabahan area depan, yang membuat lama-kelamaan kejadiannya pun terulang kembali.
SKIPPPPPPPPP
setelah selesai mereka berdua pun keluar, dan di situ ternyata asisten rumah tangga Brian sudah datang.
"selamat sore Nona dan Tuan,"ujar asisten rumah tangga.
__ADS_1
"selamat sore juga, bibi yang kerja di sini yah?,"jawab Tasya dengan sopan.
"iya nona, perkenalkan nama saya Bi Ira, saya bagian memasak dan juga mencuci nona, sedangkan itu namanya Bi nirma dia bagian beres-beres dan juga mengontrol belanjaan setiap bulannya,"ujar Bi Ira.
"oh iya Bi, perkenalkan nama aku Tasya".
"cantik sekali nona ini, sangat sopan pula".
Tasya tersipu malu dan ia menundukkan kepalanya, sedangkan Brian sudah ada di ruang tengah dari tadi.
"bibi apa yang mau, biar aku bantuin dan cepat selesai?,"tanya Tasya yang ikut ke dapur bersama dengan Bi Ira.
"tidak usah non saya akan memasaknya sendiri, nan mau minta makanan apa biar nanti saya buatkan?".
"kok non bisa tahu kalau bibi pintar masak, kan nggak pernah bibi masakin?".
"Ya tahulah, kan mas Brian suka banget sama masakan bibi, pasti bibi pintar masak Karena seleranya mas Brian itu agak sulit".
Bi Ira tersenyum dan diira memaksa Tasya untuk pergi, maka dari itu Tasya pun pergi meninggalkan Bi Ira di dalam dapur, lalu Tasya ke ruang tengah dan duduk bersama dengan Brian dan juga Mala,malah ada di sebelah kiri Brian sedangkan Tasya ada di sebelah kanan Brian.
"abang abang, Gimana kalau nanti malam kita beli seblak di pinggir jalan itu yuk, kan Abang suka banget sama seblak itu,"ajak Mala.
"boleh tapi nanti malam saja ya, soalnya ini kan juga bibi udah terlanjur masak jadi nggak enak kalau pas kita beli makanan di luar".
"gini aja bang daripada mubazir kan kebanyakan, gimana kalau makanan yang bibi buat itu ya udah buat bibi sama yang lain aja sedangkan kita beli makanan di luar".
__ADS_1
"janganlah kalau gitu sama aja kayak kita nggak menghargai apa yang dibuatin oleh bibi" .
"iya juga sih Ya udah deh apa kata Abang aja kalau itu emang yang terbaik".
Tasya hanya terdiam saja dan ia tidak mencoba membuka pembicaraan terlebih dahulu, karena ia tidak ingin memotong pembicaraan antara Brian dan juga Mala.
"kakak kok cuman diem aja,kakak suka gak sih sama seblak nanti biar aku sama abang yang beliin?,"tanya mala dengan lembut.
"suka kok,"jawab Tasya.
("tumben banget dia tanya-tanya ke gue, padahal kan sebelum ini dia ketus banget, dasar muka dua,"ujar Tasya dalam hatinya).
Di mala bersandar di lengan Brian, dan Bryan terlihat santai saja.
"by aku mau pergi ke dapur dulu ya, aku mau lihat bibi selesai apa belum buat makan malamnya,"ujar Tasya yang hendak pergi.
tiba-tiba tangannya ditarik oleh Brian dan membuatnya terduduk kembali, lalu Brian menaruh kepala Tasya di bahunya sambil membelai pelan rambut Tasya.
"udah kamu jangan kemana-mana di sini aja, lagian bibi pasti bakalan nyuruh kamu buat balik lagi ke sini,nurut aja sama bibi daripada nanti kita nggak dimasakin makan malam,"jawab Brian yang sengaja mengatakan hal itu.
"masa iya bibi gak akan masakin kita?".
"iya, udahlah Kamu di sini aja".
"iya kak lebih baik di sini, gini aja deh kakak di sini sama abang, biar aku ya yang ngecek ke dapur buat ngeliat bibi," ujar Mala.
"tidak usah mala, di sini saja,"jawab Tasya.
"oh ya udah kalau gitu, oh ya kak Tasya nanti kakak ikut ya buat cari seblak, sama sekalian kita main-main bareng, kan mumpung aku lagi ada di sini,pasti sebentar lagi aku juga pulang soalnya mama sama papa pasti bakalan pulang kan dari luar negeri, untuk kenang-kenangan yang indah aku pingin bareng sama kakak dan juga abang,"ujar mala dengan manis.
mereka berdua menganggukan kepalanya dan malah tersenyum dengan sangat menggemaskan, lalu Brian membelai pelan rambut malah dengan lembut.
🌺💫🌺
__ADS_1
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.