
Pada keesokan harinya , Tasya yang berada di seklah tiba tiba di panggil oleh guru dan menyuruhnya untuk datang ke ruang kepala sekolah.
"Maaf ada apa ya pak?,"tanya Tasya yang baru saja masuk.
"oh ini dia nak Tasya, Tasya Kamu dicari sama seorang wanita cantik,"jawab si kepala sekolah.
Tasya pun melihat ke arah orang yang dikatakan oleh kepala sekolah, dan di situ ia melihat ada Angeline bersama dengan lelaki yang seumuran dengan Tasya.
"kak Angeline, ada apa?,"tanya Tasya dengan raut wajah datar.
"hehehe maaf ya kakak gangguin kamu, kakak mau ngomong sesuatu sama kamu,oh ya bapak kepala sekolah apakah anda mengizinkan saya untuk berbicara berdua dengan adik saya, maksud saya Tasya?".
"oh boleh kok Mbak Angeline , nanti kalau mau dikunci itu kunci ruangannya ya Mbak Angeline,"ucap sih kepala sekolah.
"iya pak terima kasih ya,"jawab Angeline dengan lemah lembut.
Angeline pun mengunci pintu ruang kepala sekolah , dan di dalam ruangan tersebut hanya tersisa 3 orang, Angeline, seseorang yang dibawa oleh Angeline dan juga Tasya.
"Maaf ya Tasya kalau aku mengagetkanmu, aku datang ke sini untuk meminta maaf kepadamu,aku benar-benar meminta maaf atas apa yang terjadi dan juga sekarang aku sudah berdamai dengan keadaan, aku sudah bisa menerima kalau memang Brian itu tidak bisa menjadi milikku.
Dan aku berjanji kepadamu aku tidak akan pernah mengganggu pernikahan kalian berdua lagi,percayalah padaku kalau aku benar-benar ingin berubah, aku datang ke sini untuk meminta maaf dan tak ada maksud lain.
sedangkan anak laki-laki yang aku bawa ini adalah adikku, atau sepupuku, aku membawanya ke sini bukan karena aku mau menghardikmu atau menjahatimu, aku datang dengannya karena dia mau daftar sekolah di sini.
__ADS_1
jadi aku meminta kepadaMu untuk bersikap baik kepada adik sepupuku ini, agar dia betah berada di sini dan kalau aku tidak meminta maaf aku takut kamu malah membullynya karena terlalu dendam kepadaku,"ucap Angeline dengan mengeluarkan sedikit air matanya.
Tasya sebenarnya percaya dan tidak percaya, iya masih kurang percaya karena Angeline tiba-tiba berubah seperti ini , tapi ia percaya kalau mungkin yang dikatakan Angeline itu benar, Angeline berubah seperti ini karena takut adiknya dijahati oleh Tasya.
"oh iya kak nggak apa-apa kok, aku juga udah maafin kakak sebelum kakak minta maaf ke aku,"jawab Tasya sembari tersenyum.
Di situ Angeline tiba-tiba mendekat dan ia langsung memeluk Tasya dengan erat,sedangkan Tasya tersentak karena ia tiba-tiba mendapatkan pelukan hangat seperti ini.
"ah Maaf ya Tasya,aku tidak sengaja aku tadi refleks aja langsung memelukmu karena aku tidak menyangka kalau kamu adalah orang yang sangat baik,bahkan sebaik itu kamu sampai kamu melupakan kejadian-kejadian yang pahit yang pernah aku lakukan kepadamu,"ucap Angeline yang melepaskan diri dari Tasya.
Tasya menganggukan kepalanya,"iya kak nggak apa-apa kok, aku juga senang kalau kakak mau berubah seperti ini,"jawab Tasya.
Angeline tersenyum,"semoga setelah ini kita bisa menjadi teman yang baik ya Tasya, meskipun kita berdua konteksnya sebagai masa lalu dan masa sekarang, semoga tidak ada pecah belah di antara kita berdua, karena aku memang benar-benar sudah rela kalau kamu bersama dengan Brian,"ucap Angeline dengan lembut.
"oh ya udah deh nggak apa-apa kok,Tapi boleh nggak kalau kita berdua minta anterin dulu, oh ya BTW ini adik sepupuku namanya Roy, semoga kalian berdua bisa menjadi teman akrab ya,ingat ya Roy dia sudah punya suami jangan ngadi-ngadi kamu dan jangan macam-macam ya sama dia,"ucap Angeline sambil menasehati Roy.
Roy di situ terlihat tidak peduli dan ia hanya menganggukkan kepalanya.
Tasya pun mengantarkan mereka berdua keluar dari sekolahan,dan di situ banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka bahkan tidak sedikit guru-guru yang meminta foto bersama dengan Tasya maupun Roy.
ketika Tasya mau masuk ke dalam kelas tiba-tiba Tasya dipanggil oleh guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas sebelah dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam kelas.
"iya pak Ada apa ya?,"tanya Tasya yang terlihat bingung.
__ADS_1
"Kamu masih saudaraan sama artis baru itu?,"tanya Andre.
"bukan pak,"jawab Tasya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"terus kenapa artis baru itu datang ke sini, kalian berdua punya hubungan apa sih kok sampai kayak akrab banget,sampai di bela-belain lo datang ke sekolahan kecil ini?".
"itu pak beliau cuman mau nitipin adiknya yang mau sekolah di sini, dan kebutuhan saya juga mengenal beliau dari teman saya".
"keren juga ya kamu bisa punya kenalan artis kayak gini, atau kamu tahu si artis itu dari keluarga kamu,cuman kamunya aja yang nyembunyiin semuanya biar kamu gak ikut malu soal skandal waktu itu?".
"enggak kok pak kita berdua emang pure kenal nggak sengaja, dan dari situlah kita berdua sering kontekan dan berteman seperti ini sampai sekarang".
Andre menganggukan kepala sambil menatap ke arah Tasya dengan curiga, seakan Andre itu tidak percaya kalau Tasya mengatakan hal yang sejujurnya.
sedangkan Tasya merasa tidak enak,"Ya sudah pak Apa boleh saya keluar sekarang, dicari sama guru yang mengajar di kelas,"ucap Tasya yang sama dengan ucapannya kepada Angeline tadi.
"bentar dulu,oh ya anak-anak semuanya ada yang mau ditanyain ke Tasya nggak,menurut kalian Tasya benar-benar berkata jujur atau enggak,kan kalau saya sudah berumur jadi saya tidak tahu bagaimana isi hati anak remaja zaman sekarang, mungkin kalau kalian bisa menerka-nerka dari sudut pandang kalian sendiri,"ucap si guru itu yang seakan mempermalukan Tasya.
dari tadi Tasya hanya diam dan ia tidak melawan perkataan dari Andre sama sekali karena ia ingin menghormati Andre sebagai gurunya,tapi semakin lama Andre Malah semakin menjelek-jelekkan Tasya Dengan mengatakan kalau Tasya pasti tidak jauh dengan Angeline yang pernah viral,cuman bedanya Tasya masih belum viral tapi pasti setelah ini akan viral".
entah mengapa Andre sangat lantam mengatakan hal itu padahal dirinya adalah seorang guru,dan Tasya sudah tidak tahan lagi lalu keluar dari kelas tersebut dan pulang ke rumahnya dengan meninggalkan tas dan juga alat-alat sekolahnya yang berada di dalam kelas.
🌺💫🌺
__ADS_1
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.