SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Demam


__ADS_3

Jangan , jangan , tunggu dulu , jangan , aku mohon jangan !!!,"teriak Brian.


Tasya pun terbangun , dan ia melihat ke arah Brian yang masih mengigau ,lalu tasya membangunkan Brian tapi Brian tetap saja memejamkan matanya.


"masssss , masssssss , masssss bangun mas!!!,"panggil Tasya .


Saat Tasya memegang dahi Brian , ternyata suhunya sangat tinggi bahkan Tasya juga kaget dengan suhu badannya , Tasya pun buru- buru mengambil termometer dan suhunya mencapai 39,5° C , dengan panik , Tasya punpergi ke kamar mandi dan mengambil air hangat  dari shower , lalu tasya menggunakansapu tangan miliknya .


"masss udah dong yuk bangun jangan kayak gini , aku takut ,"ucap Tasya yang tak terasa menitihkan air matanya.


Bryan pun membuka matanya dan ia melihat ke arah Tasya, lalu Brian mengusap dengan perlahan air mata Tasya yang berada di pipi, dan ia juga memulai pelan rambut Tasya sembari tersenyum.


"kamu kenapa, jangan menangis, aku tidak apa-apa kok, Sudah ya aku cuman demam biasa aja,"jawab Brian.


tanpa banyak kata, Tasya langsung memelukkan tubuh Brian, dan ia menangis dipelukannya, sedangkan Brian membelai pelan rambut Tasya.


"Kamu kenapa sampai sakit seperti ini, Kamu mimpi apa sih kok kamu sampai demam, aku tidak mau kehilangan kamu aku sudah merasa sendiri saat ini, aku tak tahu lagi jika sesuatu terjadi padamu mungkin duniaku sudah merasa hancur sehancur hancurnya,"ucap Tasya dengan suara lirih sambil terus menitipkan air mata.


"aku tidak apa-apa, sudah ya kamu jangan menangis lagi, kamu harus kuat aku cuman demam biasa mungkin karena aku kecapean aja,"jawab Brian sambil terus membelai rambut Tasya.


Tasya melepaskan pelukannya dan ia menatap ke arah Brian dengan mata yang masih berair,barulah di situ Bryan mencium keningnya dengan lembut.


"sayangku yang cantik, kamu tidak boleh menangis ya, kalau kamu menangis nanti cantiknya hilang loh,"goda Bryant dengan mencolek sedikit dagu Tasya.

__ADS_1


seketika pipi Tasya langsung memerah, dan Tasya menundukan kepalanya.


"ih kok kamu panggil aku sayang?,"tanya Tasya malu-malu.


"emangnya kenapa kalau aku panggil sayang sama istriku sendiri, yang penting aku nggak panggil sayang sama orang lain,"jawab Bryan sembari tersenyum.


Tasya menganggukkan kepala, dan Bryan pun menarik tangan Tasya hingga membuat Tasya terjatuh tepat di atas badannya.


"bobok sini dong,aku butuh kehangatan jadi kamu tidur di pinggirku dong biar aku hangat gitu,"ucap Brian dengan nada menggoda.


"ih Kamu kira aku apa, apa aku seperti penghangat ruangan bagimu?,"ujar Tasya dengan menirukan nada seperti orang yang penuh drama .


"hahaha, kamu ini ada-ada aja,ya kan maksudnya aku itu minta dipeluk sayangku yang cantik dan agak loading lama,"jawab Brian sambil terkekeh.


"kamu tadi habis ketemu sama Angeline ya, sampai-sampai pas aku baru datang aja kamu manggil aku dengan sebutan kak, pasti dia menghasut kamu yang nggak-nggak Ya sampai kamu kepikiran?,"tanya Brian.


"iya aku ketemu sama kakAngeline dan dia bilang kalau kamu ke kamarnya kemarin, kamu juga bilang kalau kamu udah ngedapetin aku seutuhnya kamu bakalan ninggalin aku, kamu cuman pengen ngecek aku masih virgin atau enggak,hanya itu yang kamu inginkan karena tetap pada perjanjian awal setelah 3 bulan pernikahan kamu akan tetap menceraikanku,"jawabnya sambil menundukkan kepala.


Brian memegang tangan Tasya dan ia mengangkat sedikit dagu Tasya agar menatap ke arahnya.


"sayang kamu dengerin aku ya,mungkin memang terdengar mustahil bagimu karena aku sudah bertahun-tahun memiliki hubungan dengan Angeline,dan setelah itu aku menikah denganmu tidak perlu waktu yang lama aku malah berjanji kalau aku tidak akan pernah meninggalkanmu.


dan kalau aku berjanji aku tidak pernah mengingkari sama sekali, jujur saja memang sekarang aku masih belum memiliki perasaan yang benar-benar utuh kepadamu,tapi semakin lama aku bersama denganmu aku semakin mengerti bagaimana sifatmu dan hal itulah yang membuat aku bertekad untuk mencintaimu.

__ADS_1


kalau aku masih belum mencintaimu seutuhnya aku tidak akan berani untuk menyentuhmu lebih dalam lagi karena aku takut merusak Putri orang lain, aku takut sendiri aku melakukan kehilafan".


"berarti kamu akan tetap seperti ini,dan aku sangat bersyukur kalau kamu juga mengerti bagaimana kondisiku, aku juga masih belum siap karena aku masih belum yakin dengan apa yang terjadi kepadaku, jujur aku juga masih kepikiran dengan perkataan kak Angeline, aku masih takut apa yang dikatakan oleh kak Angeline benar-benar terjadi kepadaku".


lagi-lagi Tasya menunjukkan kepalanya,dan terlihat sekali bahwa Tasya seperti orang yang banyak memiliki beban pikiran sampai Tasya seakan bingung kepada dirinya sendiri.


Brian merangkul Tasya dan ia memeluk Tasya dengan erat,"kamu tenang saja, aku tidak akan pernah memaksamu,kalau memang kamu bersedia ya alhamdulillah tapi kalau kamu tidak bersedia aku akan selalu menunggumu sampai kapanpun,karena ketika aku sudah benar-benar memantapkan sesuatu aku tidak akan gampang untuk menyerah dan aku pastinya akan selalu memperjuangkan sesuatu itu sampai benar-benar bisa menjadi milikku,"ucap Brian dengan lembut.


"tapi apakah jika aku tidak memberikan itu, kamu akan mencari yang lain yang bisa memuaskan keinginan mu?".


"untuk apa aku mencari yang lain jika aku memiliki berlian seperti ini, jika aku meninggalkan berlian hanya untuk batu kali, berarti aku adalah orang bodoh yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,sedangkan aku tidak mau dicap sebagai orang bodoh itu dan aku akan tetap memilih untuk berdiam dengan kupu-kupu yang indah daripada harus mencari kumbang pemakan kotoran di luar sana".


Tasya mengganggukan kepalanya dan di situ Bryan memeluknya lagi dengan sangat erat.


"oh ya dari awal kamu yang selalu bertanya kepadaku perihal ini, sekarang aku mau bertanya kepadamu,apakah ada seseorang di dalam hatimu selama ini, atau apakah sekarang kamu masih memiliki hubungan dengan seseorang?" .


"aku tidak pernah memiliki hubungan dengan seorang laki-laki manapun, bahkan aku juga tidak pernah memiliki perasaan kepada seseorang,karena dari dulu aku memang suka berteman dengan laki-laki jadi bagiku semua laki-laki itu sama hanya sebatas teman dan tidak lebih.


tapi ketika aku mengenalmu dan aku mulai bersama denganmu, dari situlah aku mengerti apa yang dinamakan cinta , sebuah kata yang tak bisa dijelaskan dengan kata namun bisa dijelaskan dengan perilaku dan hal itu membuatku nyaman ketika berada di dekatnya dan membuatku rindu ketika jauh darinya".


Brian tersenyum dengan puas karena mendengar jawaban Tasya yang seperti itu, lalu mereka berdua melanjutkan untuk tidur bersama.


🌺💫🌺

__ADS_1


Oke Guys terima kasih buat yang sudah baca dan selamat membaca:)


__ADS_2