SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Bertamu


__ADS_3

Keesokan harinya Brian libur ke kantor, karena ia malas tidak ada orang untuk diajaknya berbicara, padahal saat itu adalah hari di mana dini awal bekerja.


"kamu yakin nggak bakalan ngantor hari ini, kan kamu punya sekretaris baru hari ini, hayo loh tugas kamu kan buat nge training,"tanya Tasya sambil membuatkan roti selai untuk Kenzo.



"aku males aja ay, toh di sana juga kan Adit gak ke kantor dan kamu juga nggak bisa datang ke sana, aku nggak mau ah kalau disuruh bareng sama si dini dini itu".



"nggak boleh gitu dong kan kamu atasan yang baik, kamu berangkat aja ya ke kantor nanti pas makan siang kamu pulang ".


Brian tetap menolak dan tidak ingin pergi, tapi dengan segala bujuk rayuan Tasya, dia pun mau pergi walaupun harus malas-malasan untuk berangkat.


dan gini tinggallah Tasya bersama dengan Kenzo di kediaman yang besar itu dan juga beberapa pekerja lain yang melakukan tugasnya masing-masing.


"kakak boleh nggak kalau pas ada acara pentas seni di sekolah kakak ikut ke sekolahan?,"pinta Kenzo.



"boleh dek,tapi lihat dulu ya kalau pas kakak juga lagi ada pentas seni di sekolahan kan kakak nggak bisa datang, cuman pasti kakak bakalan usahain kok buat datang meskipun sebentar,"jawab Tasya dengan membelai pelan rambut Kenzo.


Kenzo pun tersenyum manis sembari mengganggukan kepala, setelah selesai makan Kenzo pergi bermain dengan anak tetangga yang selalu bersama dengan Kenzo ketika ia menginap.


Dan Tasya pergi masuk ke dalam kamarnya untuk merebahkan diri dan juga bersantai.


"kimia rasanya anak 1,tapi untung aja gue nggak perlu ngeden nggak perlu hamil nggak perlu apapun,dan dianya juga datang pas udah gede jadi gak ngerepotin gue deh, suka sih emang tapi kalau pas denger berantem sama bayi gede satunya, itu yang ngebuat gue pusing,"gumam Tasya sambil kakinya yang selonjoran dengan menonton televisi.

__ADS_1


Tok tok tok !!!(suara ketukan pintu).


"loh kok udah balik aja, apa temennya lagi sekolah ya,"ujar Tasya dengan berjalan membukakan pintu.



"anu nun di bawah ada tamu,"ujar asisten rumah tangganya dengan sopan.



"siapa bi, apa Adit datang ke sini, atau teman kantornya mas brian?".



"bibi tidak tahu non, soalnya ini pertama kali sepertinya si Eneng datang, seorang wanita kok non dan pakaiannya sangat ketat ".



Bi nirma menganggukan kepalanya dengan perlahan dan tampak ragu-ragu.


Tasya pun penasaran dan ia keluar dari kamarnya untuk menemui tamu yang dikatakan oleh bibinya tadi.


"selamat pagi kak, perkenalkan nama saya dini Dania, saya sekretaris barunya Tuan Brian,dan saya datang ke sini karena perintah dari HRD untuk menanyakan kepada tuan Bryan apakah beliau akan masuk bekerja hari ini atau tidak, dan Kalau boleh tahu apakah istri Tuan Bran sedang ada di rumah, agar saya juga bisa meminta izin kepada nyonya Brian untuk menjadi sekretaris suaminya,"jelas Dini dengan sopan.


("oh jadi ini yang mau jadi sekretaris barunya, tapi kenapa mas Brayan malah gak suka, bukannya laki-laki biasanya paling suka wanita seperti ini, atau jangan-jangan mas Brian aja yang nggak normal,"ucap Tasya dalam hatinya sambil terus melihat ke arah atas hingga bawah Dini).


"maaf kak ada apa, Apa ada yang salah dengan pakaian saya?,"tanya dini yang merasa risih .

__ADS_1



"oh enggak kok enggak ada sama sekali, Oke kamu asistennya mas Brian yang namanya Dini kan,Tapi sayangnya mas Brayan udah berangkat tadi sebelum kamu datang ke sini, mungkin kalian berdua nggak bisa ketemu di jalan karena mas Brian ngambil arah jalan yang beda,"jawab Tasya yang baru saja tersadar dari lamunannya.



"oh begitu ya,ya sudah terima kasih ya kak karena udah mempersilakan saya untuk masuk ke dalam, saya permisi dulu ya kak, salam untuk nyonya Brian,"pamit dini yang kini sudah berdiri.



"kok buru-buru banget, kenapa gak di sini aja dulu, ngobrol-ngobrol bareng ngobrol santai, kan sekalian kenalan juga".



"tidak usah kak saya permisi dulu karena saya kan masih jam kerja, cuman ini keluar karena disuruh buat nyari Tuan Brian, sekali lagi terima kasih ya kak saya permisi dulu dan salam untuk nyonya, oh ya sampai lupa tadi nama kakak siapa ya?".


Dini menguburkan tangannya sembari tersenyum manis,Tasya pun membalas uluran tangan itu dan kini mereka berdua berjabat tangan dengan saling senyum.


"oh iya dari tadi sampai lupa, nama saya Kania Natasya gardana Tapi sekarang sudah diganti menjadi Wijaya,"jawab Tasya dengan tersenyum.


di situ Dini terkejut ketika mendengar jawaban Tasya,ia tidak menyangka kalau yang sedari tadi berbicara dengannya adalah nyonya di rumah itu,bahkan nyonya tersebut terlihat sangat cantik sampai membuatnya iri sebagai perempuan, dan juga sangat mudah jauh daripada dirinya.


"ouhh, maafkan saya, saya pergi dulu, permisi,"ujarnya terburu-buru dan pergi.


Tasya hanya tertawa terbahak-bahak, karena melihat tingkah dini yang langsung pergi seperti itu,seakan Dini sangat menghindar dari dirinya atau ini sebenarnya malu karena dari tadi Dini mengucapkan untuk menyalamkan terus-menerus.


πŸŒΊπŸ’«πŸŒΊ

__ADS_1


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya


__ADS_2