SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Gagal malam indah


__ADS_3

Di malam harinya Tasya hanya diam sendiri di ruang tengah sambil menonton televisi, ia merasa tidak nyaman ketika berada lama-lama di dalam kamar Brian, Tapi beberapa saat kemudian ketika ia sedang bersantai sendiri,datanglah Brian yang duduk di sebelahnya dengan memegang laptop.


"kamu kok belum tidur?,"tanya Brian.



"masih belum,toh juga besok kan waktunya libur jadi tidur sampai malam dikit gak apa-apa lah,"jawab Tasya sambil menonton televisi.



"oh ya Tasya, aku mau ngomong sesuatu sama kamu".



"ngomong apa?".


Tasya diam sejenak, karena Brian tidak seperti biasanya,Bryan kini memanggilnya dengan sebutan Tasya dan bukannya ay ataupun Sayang lagi.


"maaf kalau tadi siang aku membuatmu menjadi tidak nyaman, maaf karena permintaanku membuat kamu seperti ini, aku tidak ingin memaksa, aku akan menunggumu sampai kamu benar-benar mau,"ucap Brian.



"iya tidak apa, harusnya aku yang minta maaf, karena semua ini adalah salahku, aku yang tidak mau belajar untuk mempersiapkan diri, bahkan ketika kamu sudah meminta, aku malah tidak memberikan jawaban yang pasti untukmu, mungkin memang bukan sekarang tapi seiring berjalannya waktu, aku akan berusaha untuk mempersiapkan diri".



"sudah tidak apa, Jangan dipikirkan sekarang, aku tidak terlalu memaksakan hal itu, jika kamu memang benar-benar siap dan rela memberikannya, barulah aku meminta".


Tasya mengganggukan kepalanya dan di situ Brian menggenggam tangannya dengan erat .


"aku siap malam ini, tapi aku masih belum siap untuk memiliki buah hati,"ujar Tasya sambil menundukkan kepalanya.


Brian di situ tersenyum dan ia membelai pelan rambut Tasya,"berarti kamu berpikir, kalau kita sekali melakukannya akan langsung memiliki anak?".


Tasya menganggukkan kepalanya, Brian malah tersenyum kepadanya,"tidak semua satu kali langsung jadi,banyak di luar sana yang melakukan berkali-kali tapi malah tidak jadi-jadi, ya meskipun nantinya akan ada buah hati, kita kan merawatnya bersama jadi apa yang kamu khawatirkan?".


"benarkah, tapi aku takut".



"nggak usah takut ya".

__ADS_1


Tasya menganggukan kepalanya dan mereka berdua pun pergi masuk ke dalam kamar, ketika sampai di kamar Brian malah mendapatkan telepon dari Adit, dan pada awalnya Brian tidak mengangkat,tapi ketika Tasya menyuruhnya untuk mengangkat telepon terlebih dahulu barulah Brian mengangkatnya.


Sedangkan Tasya, juga mendapatkan telepon dari sahabatnya, yang menelpon berkali-kali seakan memaksa ada sesuatu yang penting.


***


"halo Tasya,Lu di mana sih orang gue udah telepon berkali-kali tapi kagak diangkat?,"tanya Fiona.



"ya sorry, gue ada di kamar emangnya kenapa?" .



"cepet turun gue ada di bawah!".


Tasya diam sejenak, karena ia tahu Fiona berada di rumahnya, atau lebih tepatnya ada di rumah ibunya.


"cepetan Tasya, kok lu malah diem aja sih?,"tanya Fiona.



"sorry fi , gue lagi ada di rumah tante, iya di rumah tante, dan gue ada di kamar di rumahnya tante fi, kalau di rumah mungkin mama lagi pergi,entah gue nggak tahu soalnya waktu itu gue nginep di sini karena dititipin sama mama, Mama mau pergi ke luar kota buat kerja kalau nggak salah,"jawab Tasya dengan gugup.




"Ada apa sih fi, kok kayaknya penting banget, emang nggak bisa ya kita ketemu atau ngobrolnya besok aja,ini gue nggak enak kalau ada temen yang datang malam-malam kayak gini, nanti malah gue ditegur sama tante gue".



"ya gue pengen ngobrol sama lu,ayolah ngobrol sebentar aja masa kagak bisa sih, please mau ya, atau gini aja lu izin keluar nanti biar gue jemput di jalan sana nggak usah ke rumah tante lu, gue mau cerita sesuatu".



"Ya udah deh nanti gue kabarin lagi ya kalau gue boleh pergi dari rumah ini, Lu tungguin gue di cafe biasanya aja deh, gue nanti ke sana".


Fiona pun mengakhiri panggilannya, dan kini Tasya pergi dari kamar untuk menemui Brian yang masih menelepon.


***

__ADS_1


ketika Brian melihat Tasya di pintu, Brian langsung mengakhiri panggilannya dan menghampiri Tasya.


"mas boleh nggak kalau aku keluar sebentar?,"tanya Tasya.



"ini udah jam berapa Ay, ini udah terlalu malam, besok aja ya ay,"jawab Brian dengan lembut sembari memulai pelan rambut Tasya.



"tapi by, Viona lagi butuh aku banget dan aku harus ada di sampingnya, dari dulu kalau aku butuh sesuatu pasti Viana langsung ada di sampingku, sekarang dia sangat membutuhkan aku".



"Ya udah kalau gitu nggak apa-apa, tapi aku harus nganterin kamu, dan aku akan terus menunggu kamu aku nggak mau kamu berangkat ke sananya sendirian".



"iya Bi aku mau kok".


mereka berdua pun segera bersiap-siap lalu pergi ke cafe yang sudah dijanjikan oleh Fiona,dan di situ Fiona langsung memeluk Tasya ketika melihat Tasya datang bersama dengan Brian.


"akhirnya lu datang juga, dari awal gue pengen banget cerita sama lu, tapi gue nggak tahu harus mulai dari mana?,"ucap Fiona dengan menangis.



"emangnya ada apa sih fi, coba lu cerita pelan-pelan, gue bakalan dengerin kok setiap cerita dari lu ".



"ini tentang kakak ipar gue, dia berulah lagi, sekarang dia pinjem uang di bank 100 juta, dan dia malah pakai kk dari rumah gue, bahkan dia juga pakai atas nama KTP ayah gue, gue nggak tahu harus gimana lagi, dia lepas tangan begitu aja, bahkan alasan dia pinjam uang pun gue juga nggak tahu apa.


gue cuman mau cerita aja, gue bingung harus apa, di rumah hanya gue yang kerja, dan sungguh salah banget kalau gue nggak mau bantu, tapi gue harus gimana,orang itu semakin semena-mena dia yang punya hutang tapi dia merasa nggak ada apa-apa, sedangkan bokap gue yang banting tulang, gue mau kok buat bayarinnya, tapi kenapa dia selalu ngomong kalau punya warisan segala.


dia selalu ngomongin tentang warisan tapi dia sendiri malah menyusahkan orang, gue kesel dan gue capek".


Tasya menarik nafasnya dalam-dalam dan ia mengusap-usap pundak fiona.


"lu yang sabar aja ya, gue mungkin nggak bisa bantu banyak soal ini, tapi gue selalu ada di samping Lu kalau Lu butuh bantuan, besok kita hilang yuk".


fiona menganggukan kepalanya dan setelah beberapa saat kemudian mereka berdua pun selesai bercerita,barulah setelah itu Tasya pun pulang ke rumahnya sendiri begitu pula dengan Fiona yang pulang ke kediamannya,sayangnya Di tengah perjalanan Tasya malah tertidur jadi rencana malam ini gagal.

__ADS_1


πŸŒΊπŸ’«πŸŒΊ


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.


__ADS_2