SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Fiona


__ADS_3

Fiona hari ini baru saja pulang dari sekolah, dan ia melihat ada tamu yang datang ke rumahnya karena di depan ramai sekali mobil dan juga motor.


"permisi... ada Mama?,"tanya Viona sambil mengintip ke arah ruang tamu.


"oh ada kok nak masuk aja masuk,"jawab sang ibu.


Fiona pun masuk ke dalam kediamannya sendiri dan di situ ternyata sosok tamu yang datang adalah kedua saudaranya yang sudah lama tak berkunjung.


"eh fiona udah besar aja, sekarang udah kelas berapa kamu dek?,"tanya seorang wanita yang sedang menggendong putranya.


"oh kak Vina toh kata aku siapa,Ya seperti yang kakak lihat aku sekarang udah kelas 12,"jawab Fiona dengan menunjukkan sisi agak tidak suka.


"Vio Jangan bersikap seperti itu, dia kan kakak kamu, kamu harus bersikap baik kepada kakak kamu!,"nasehat sang ibu.


"Ya beginilah sikapku Bu, ibu mau aku bagaimana, apa aku harus bersujud di depannya dan mempersatukan dia,Ya sudah kalau itu memang mau ibu selamat datang kakak tercantik, bagaimana sehat kan tidak keselek makanan mewah kan, oh aku salah bicara ya,Maaf maksud aku gimana Yang kata kakak harta berlimpah itu,kok kayaknya aku nggak ngeliat sama sekali hasil dari harta berlimpah yang kakak bilang,"ucap Fiona sambil berlenggak-lenggok di depan Vina.


"Fiona jaga sikap kamu!,"ucap sang ibu lagi.


"lah aku salah apa lagi Bu, bener dong aku tanya gini, coba deh ibu ingat-ingat lagi dulu yang pada awalnya ngomong sangat tinggi seperti langit siapa, terus kalau sekarang aku menanyakan ketinggian langit itu apakah salah, apakah salah kalau aku tanya berapa tinggi sih langit itu kepada si pemilik langit?,"jawab Fiona yang masih menunjukkan sisi tidak suka.


"sudah sudah kamu masuk aja ke kamar,sekarang kamu ganti baju dan setelah ini kita makan siang bersama!,"ujar sang ibu.


"Maaf mah aku gak bisa makan bareng orang yang tinggi banget, masa iya aku makan harus pakai mengadah ke atas terus,kalau mama mau makan Mama makan aja aku nanti nyusul bisa kok, Mama nggak usah khawatirin aku ya,"ucap Fiona lalu pergi dan masuk ke dalam kamarnya.


Fiona masih kesal tapi ia mencoba menahan karena di situ ia tidak ingin membuat ibunya terlalu banyak pikiran, yapendam sendiri ya rasakan sendiri apa yang dirasakannya,karena meskipun dijelaskan tak akan pernah ada orang yang tahu bagaimana posisinya, hanya dirinya dan juga Allah lah yang selalu menjadi tempat untuk bercerita.


banyak orang yang salah paham tentang Fiona, Dia terlihat anak urakan, anak jarang pulang dan juga anak yang selalu keluar malam, tapi mau bagaimana lagi meskipun dia ada di rumah dia tidak pernah ditanya soal keadaannya, dia tidak pernah ditanya sama sekali bagaimana kehidupannya,jadi wajar saja kalau dia menganggap dirinya hanya hidup sebatang kara.

__ADS_1


"Fiona buka pintunya,"ucap seseorang yang sedang berada di luar pintu.


Fiona pun bergegas membuka pintu yang ternyata di depannya ada kakaknya yang sedang mengetuk, Fiona pun menyuruh kakaknya untuk masuk dan di situ ia mulai merapikan kamarnya dan tak memperdulikan kakaknya yang sedang duduk di atas ranjang.


"lo masih kesel sama gue?,"tanya Vina.


"enggak ngapain kesel, kesel cuman bikin pikiran gue tambah mumet, lebih baik gue jalanin aja dengan santuy".


"terus kenapa lu ngomong kayak gitu tadi?".


"bentar,bukannya lu sendiri ya yang dulu bilang tinggi banget sampai kayak kagak mau turun, ya gue wajar dong nanya ketinggian itu berapa kan lu udah pernah ngelewatinnya".


"oh lu masih ragu sama kekayaan suami gue?".


"siapa yang ragu coba,gue nggak pernah ragu dan ngapain juga gue harus ragu toh itu suami lu bukan suami gue, itu juga bukan harta gue kan ngapain gue yang bingung".


"terus kalau lu nya nggak mikirin soal itu kenapa lu terus nyindir gue?".


gini aja deh kak, gue nggak perlu banyak statement ya,halo sekarang mau ngaku tentang diri lo sendiri atau lo masih mau bertahan sama omongan-omongan lu yang dulu diucapin ke Mama".


"ya gue bakalan bertahan karena itulah kenyataannya".


"of course itu memang kenyataannya, yayaya,Oke gue ngerti kalau itu emang kenyataannya, tapi ke mana lo belasan tahun,kenapa lu ngilang dan ninggalin seberkas surat yang sangat berharga, ups sorry berharga atau ada harga ya, udahlah kak gue juga nggak bakalan marah dan gue juga nggak balakan peduli, mau kakak gimana pun Ya itu bukan urusan gue,cuman yang jadi urusan gue sekarang kakak udah hancurin harapan orang tua itu yang paling sangat menyakitkan.


mulutku memang pedas sangat pedas malahn, jadi ya wajar saja kalau kakak merasa sakit hati dengan ucapanku, gimana ya kak ngomong sama nol besar itu ya percuma, aku harus jadi nol besar juga biar sama-sama mengerti, dan aku tidak mau menjadi 0 besar, maka dari itu selama ini aku diam.


tapi semakin aku diam kakak semakin bertingkah, itulah yang membuatku tidak tahan, mengerti maksudku?".

__ADS_1


"iya ngerti, pasti semua ini bukan harapan lo kan, lu nggak suka kan ngeliat gue bahagia sama keluarga kecil gue?".


"hei kata siapa, kalau gue nggak suka,gue punya kemampuan buat merusak lo sangat besar malah tapi bukan itu yang gue harapkan, gue cuman pingin lu ngakuin atas kesalahan lo itu aja udah cukup, nggak perlu babibabibu, cukup itu".


"terus apa setelah gue ngakuin semuanya lo gak bakalan hardik gue kayak gini lagi?".


"enggak enggak dan enggak akan pernah,gue sumpah gue nggak bakalan ngomongin kayak gini lagi dan gue bakalan pendam rapat-rapat semua yang ada di kepala gue dan gak bakalan pernah gue ungkapin lagi ke semuanya, tapi ya itu akuin semuanya, semuanya ke Mama ke papa, kasihan loh kak papa ngelakuin semuanya buat siapa kalau bukan buat kakak.


andai dari dulu kakak gak beri harapan ke papa pasti semuanya nggak bakalan kayak gini, kakak ngerti gak sih gimana susahnya orang kerja di luar sana nggak peduli hujan nggak peduli panas tetap kerja, ngerti nggak sih kakak soal itu, bukan soal materi dan bukan soal uang, tapi soal pengorbanan, semuanya sudah dikorbankan tapi hal yang dikorbankan itu seakan percuma karena orangnya tidak mau mengerti.


udah ya kak cukup aku gak mau panjang lebar lagi soal hal ini, semua terserah kakak semua ada di kakak semua keputusan ada di kakak, cuman satu yang aku pengen dari kakak, jadilah kakak yang dulu, kakak yang selalu memberikan kebahagiaan dan juga mengerti di setiap posisi, aku tahu mungkin terdengar egois karena aku tidak ingin membagi, aku tahu mungkin terdengar jahat karena sifatku yang kekanak-kanakan.


Tapi tak ada sesuatu yang lebih besar lagi yang aku inginkan daripada pengakuan, udah semuanya udah aku jelasin sekarang kakak boleh tolong keluar dari kamarku, aku ingin sendiri, aku tidak ingin diganggu, oh ya sama satu lagi jangan pernah membicarakan tentang harta lagi di depan kedua orang tuaku, aku tak ingin mereka terlalu berharap lagi darimu,cukup aku yang akan berusaha untuk menaikkan derajat keluargaku sendiri, Oke kak bye selamat siang,"ucap fiona lalu mendorong kakaknya keluar dari kamar dan mengunci pintu kamarnya rapat rapat.


di kesunyian kamar dan juga dinginnya angin yang terus menderu di sepanjang rintikan hujan, Fiona mengunci dirinya sendiri di dalam kamar yang sempit itu, yang mengungkapkan semua isi di dalam hatinya melalui boneka yang selalu menemani di masa tidurnya.


selama ini dia sudah berusaha penuh untuk selalu tegar menjalani apa yang terjadi walaupun dunia terkadang tak adil baginya, ya menangis sendiri ia memikirkan hal itu sendiri, dan meskipun di luar ramai, meskipun semua dunia baik-baik saja, tapi tak seperti itu baginya, dunia Fiona seakan berantakan entah apa yang ia pikirkan tak ada yang tahu, dia selalu berusaha tegar dan kuat untuk menjalaninya, karena ia tahu ada doa seorang ibu yang selalu menyertainya.


"kenapa semuanya terjadi seperti ini, aku tak pernah meminta akan dunia yang kejam seperti ini, mungkin menurut orang lain aku terdengar sepele, bahkan aku tak berarti untuk orang lain,bahkan untuk kehilanganku saja tidak akan pernah ada yang bersedih,tapi aku akan tetap berusaha tegar melawan mati-matian setiap apa yang menjadi rintangan.


banyak orang di luar sana yang tak mengerti bagaimana jalan pikiranku, banyak orang di luar sana yang selalu salah paham atas pembicaraanku, Tapi yang aku harapkan hanya pangkuan ilahi robbi yang selalu memberikanku ketenangan, bukan tentang seseorang bukan tentang keluarga, dan bukan juga tentang harta, tapi tentang hati yang mencoba untuk pulih dan bangkit lagi dari rasa kecewa yang sudah lama tak terobati...


Tuhan jika memang ini jalan takdirku, aku sudah ikhlas menerimanya, aku sudah sangat pasrah dengan apa yang terjadi, sertai langkahku dengan kesabaranku, sertai semuanya dengan doa ibuku, Tuhan kuatkanlah hati ini.


aku tahu banyak orang di luar sana yang lebih menderita dariku, tapi aku hanya meminta kuatkanlah pundak ini untuk selalu menerima atas semua cobaan yang datang bertubi-tubi, banyak yang tak tahu cerita kehidupan kelam ku,dan semua orang hanya tahu bagaimana kebahagiaan dan juga senyumku.


Tuhan aku pernah berpikir untuk mengakhiri kehidupanku sendiri, aku pernah berpikir untuk berhenti sampai di sini,tapi aku tahu siapa lagi kalau bukan aku yang akan mengangkat semua ini, biarkanlah aku menjadi anak yang selalu kembali pulang kepadamu dan menceritakan atas apa yang terjadi ,"doa fiona di dalam kesendiriannya.

__ADS_1


πŸŒΊπŸ’«πŸŒΊ


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya,dan buat yang ingin tahu kisah lengkap dari awal tentang Fiona, jangan lupa komen dan next part akan dibuatkan ceritanya:)


__ADS_2