SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Bulan madu


__ADS_3

Kini hari yang di tentukan pun telah tiba , yaitu hari penerbangan Brian dan Tasya untuk bulan madu.


"Tasya ayo cepetan , kamu lelet banget sih , nanti kita bisa ketinggalan pesawat,"ucap Brian dengan menarik kopernya dan Tasya.


"iyah tuan tapi apakah kita bisa bertukar tugas saja?,"pinta Tasya.


Tasya sangat kesulitan berjalan , ia memegang tas milik Brian , tas laptop dan berkas- berkas , bahkan Tasya juga membawa tas miliknya sendiri dan yang lain.


"kan kamu udah enak pegang itu daripada harus geret-geret koper saya,"ucap Bryan sambil tersenyum jahil.


sedangkan Tasya di belakang mulai mengoceh sendiri karena ia benar-benar kesal merasa dijahili oleh brian.


setelah itu mereka berdua pun naik ke atas pesawat, dan mereka duduk bersebelahan.


"Tuan apakah nanti Angeline tidak akan marah jika dia tahu Tuan pergi dengan saya seperti ini?,"tanya Tasya dengan ragu.


"Kamu ini kenapa sih, kenapa kamu selalu saja memikirkan Angeline,jika kamu sedang bersama saya ya sudah nikmati saja waktu berdua dengan saya kenapa harus ada nama Angeline diantara kita?,"jawabnya dengan kesal.


"bukankah Angeline memang kekasih tuan, jadi wajar kalau saya masih bertanya soal Angeline,karena saya tidak mau dicap sebagai pelakor lagi oleh Angeline di depan semua orang seperti waktu itu,"jawabnya dengan menundukkan kepala .


"tidak akan ada orang yang mengatakan kamu sebagai pelakor lagi,karena kamu itu adalah istri saya jadi saya tidak akan pernah membiarkan orang lain untuk mengatakan kamu sebagai perebut suami orang,"ujar Brian sambil bermain handphone.


tanpa disadari perkataan itu membuat Tasya merasa senang, karena perlahan Brian sudah menerima keberadaannya dan juga menerima pernikahan mereka.


"oh ya Tasya, nanti mau main gaya apa?,"tanya Brian sambil menaik turunkan alisnya dan menghadap ke arah Tasya.


"maksud Tuan apa?,"jawab Tasya dan balik bertanya.


Brian langsung menepuk jidatnya sendiri dan ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan.


"kamu benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?,"tanya Brian.


"saya memang tidak paham,oh apa kata Tuan nanti kita akan pergi berenang di penginapan, bantuan bertanya tentang gaya renang iya kan?,"tebaknya.


Brian hanya menganggukkan kepala dan ia tersenyum kepada Tasya.

__ADS_1


("anak ini polos atau pura-pura polos sih, masa iya dia masih virgin, dia kan anak nakal mana mungkin anak zaman sekarang ada yang masih virgin seperti ini, pasti dia cuman pura-pura pantas biar nggak kelihatan murahan di depanku,"uca Brian dalam hati).


"Tuan saya mau ke kamar mandi, Apa di sini ada kamar mandinya?,"tanya Tasya.


"kamu belum pernah naik pesawat?".


Tasya menggelengkan kepala, Bryan pun tersenyum sambil menunjuk ke arah pramugari.


"tanya ke beliau Di mana kamar mandi,kamu bisa pakai kamar mandi yang ada di pesawat, tapi jangan buang air besar".


Tasya menganggukkan kepala dan pergi menemui pramugari lalu pergi ke dalam kamar mandi .


("Apa benar ya malam ini gue akan ngelakukan hal itu, gue belum siap tapi kalau dia minta gimana, ini kan kewajiban gue buat menerima permintaannya, tapi gimana dong,Tuan brain masih pacaran sama Angeline dan setelah 3 bulan gue bakalan bercerai dari Tuan Brian,apakah setelah dia mendapatkan apa yang di mau, dia akan meninggalkanku,"ucapnya dalam hati).


Tasya begitu bingung dengan keadaannya sekarang, iya takut Brian akan memintanya,tapi di sisi lain dia juga harus siap dengan keadaan itu Karena itulah kewajibannya.


ketika Tasya kembali, Brian di situ sedang membaca baca majalah yang disediakan oleh pihak pesawat.


"Kamu udah selesai?,"tanya Brian tanpa menoleh.


di situ Tasya masih terlihat bingung dan seperti orang yang terlalu banyak pikiran.


"kamu kenapa?,"tanya Brian lagi.


"tidak apa-apa tuan".


"jangan bohong kepada saya,meskipun saya tidak terlalu mengenalmu tapi saya sangat tahu bagaimana wajah orang yang sedang menyimpan sesuatu dan juga wajah orang yang benar-benar berkata jujur".


"iya tuan".


"ya apa?".


"ya iya iya iya".


Brian agak kesal karena Tasya bukan menjawabnya malah membuat dirinya semakin bingung .

__ADS_1


"ya jawab pertanyaan saya Tasya kenapa kamu hanya diam saja?, apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?,"tanya Brian sambil menatap ke arah Tasya.


"tidak ada Tuan, saya hanya berpikir soal anda dan juga Angeline ".


"kenapa kamu masih memikirkan dia,bukannya saya sudah mengatakan kepadamu disaat kita berdua sedang bersama, jangan ada nama orang ketiga di antara kita?".


"tapi tuan,bagaimana jika Angeline datang dan meminta untuk dinikahi kepada Tuan, saya takut jika saya menjadi seorang janda di usia saya masih muda, nanti apa kata orang-orang yang berpikir soal saya, dan nanti apa juga kata orang-orangtentang orang tua saya yang mengizinkan saya untuk menikah muda dan berakhir menjadi janda,"ucapnya dengan menundukkan kepala sambil perlahan-lahan menitipkan air mata.


"apakah hal itu yang membuatmu selalu bingung dan menjadi tatapan kosong seperti ini?" .


Tasya menganggukkan kepalanya dengan ragu dan di situ Bryan menarik nafasnya dalam-dalam.


"saya sudah tidak ada hubungan lagi dengan Angeline, dan saya mau belajar untuk menerima pernikahan ini dan menjadi suami yang lebih baik lagi untuk kamu, dantidak akan ada lagi yang namanya perpisahan ataupun perceraian di antara kita berdua, sama soal surat perjanjian semuanya sudah dibatalkan dan saya tidak mau ada surat perjanjian lagi.


apakah ketika kamu mendengar perkataan saya ini, kamu sudah mulai lega dan menerima serta tak akan lagi ada keraguan ataupun formal seperti ini di antara kita?.


apakah kamu mau mulai sekarang memanggilku dengan sebutan mas ataupun sayang,aku tidak mau terus dipanggilmu sebagai Tuhan karena seakan aku di mana-mana membawa sekretaris bukan yang membawa istri".


Tasya malu-malu menunggu kan kepalanya dan pipinya mulai merah merona ketika mendengar penjelasan dari Brian,hal yang membuatnya ragu kini telah terjawabkan semuanya dan ia mulai lega atas apa yang terjadi.


"iya Tuan,"jawab Tasya malu-malu.


"kan saya sudah bilang, eh maksudnya,aku kan udah bilang jangan panggil aku Tuan, panggil aku mas ataupun Abi,"uca Brian yang juga ikut gugup.


Tasya menganggukkan kepalanya dengan pipi yang semakin merah .


"kenapa kamu cuman menganggukkan kepala saja, saya mau mendengar ucapanmu, eh salah lagi maksudnya aku mau dengerin kamu panggil aku apa?".


"iya tuan, eh maaf maksudnya iya mas,"jawabnya dengan malu-malu dan menundukkan kepala.


Brian membelai pelan rambut Tasya dan Tasya hanya menunduk sembari tersenyum, Brian pun menarik tubuh Tasya dan membuat Tasya menidurkan kepalanya di atas bahunya.


πŸŒΊπŸ’«πŸŒΊ


Oke Guys terima kasih buat yang sudah baca, kan lagi maaf banget maaf maaf, masih belum bisa update tepat waktu, badan masih belum fit soalnya.

__ADS_1


__ADS_2