SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Jalan jalan


__ADS_3

Hari ini mereka bertiga pun jalan-jalan di sekitaran rumah,karena tidak jauh dari sana ada sebuah taman yang sangat indah dan sering dikunjungi oleh orang-orang di luar kota.


  "kakak, Kenzo boleh nggak makan es krim?,"tanya Kenzo sambil berbisik kepada Tasya.


  "boleh kok Sayang,"jawab Tasya dengan lembut sambil membelai pelan rambut Kenzo.


  "Kenzo Tanya apa ay?,"tanya brian.


 Tasya di situ terlihat kebingungan karena Brian memanggilnya dengan sebutan ay,beberapa kali Tasya menoleh ke arah kanan dan ke kiri mencari seseorang yang sedang diajak ngobrol oleh suaminya, tapi ketika ia menunjukkan jari telunjuknya ke arahnya sendiri dan Brian menganggukan kepala,ia pun seketika langsung malu dengan pipi yang merah merona.


  "kamu panggil aku dengan sebutan ay?,"tanya Tasya.


"iya ay emangnya kenapa?".


Tasya menggelengkan kepala sembari tersenyum kecil, dan di situ Brian membelai pelan rambutnya dengan sedikit mengacak.


"mas jangan gini dong, rambut aku kan berantakan semua,"ucap Tasya dengan memanyunkan bibirnya.



"ay boleh gak sih kalau kamu jangan panggil aku mas, kan aku bukan kakak kamu, Gimana kalau kamu panggil aku dengan sebutan by jadi sebutannya sama-sama unik dan jarang banyak orang yang niru, mau ya?,"pintar Brian.



"padahal banyak lho yang panggilannya sama, cuman kamu aja yang minta dipanggil By".



"hehehe iya ay, mau ya please".



"Ya udah deh iya".


Brian menatap ke arah Tasya, dan di situ Brian senyum-senyum sendiri sambil melihat Tasya.


"Ada apa By, kok kamu senyum-senyum sendiri, apa ada sesuatu yang aneh?".



"enggak kok enggak ada, aku cuman agak pangling aja ngelihat kamu, Kamu itu cantik bahkan kamu juga baik, cuman akunya aja yang nggak tahu bersyukur milikin kamu, ay maafin aku ya karena selama ini aku menyia-nyiakan,tapi sekarang aku udah sadar kok kalau yang aku lakukan itu salah, dan yang aku pikirkan tentangmu juga salah, semoga setelah ini kita berdua bisa menjadi suami istri yang lebih baik lagi ya".


__ADS_1


"kamu ngomong ini lagi by,kan kamu udah sering banget nguji aku kayak gini, nggak perlu sesering inilah By, aku juga ngerti kok kalau kamu dulu nganggap aku itu anak cengeng dan anak manja,Gimana gak dianggap kayak gitu orang semua anak-anak di sekolah juga menganggapku seperti itu,aku anak tunggal dari keluarga yang sangat sempurna jadi wajar-wajar saja kalau orang lain berpikiran tentang aku seperti itu".



"oh ya ay kamu udah siap belum?".



"siap untuk apa?".



"emmm itu".


Tasya berpikir sejenak, ia masih tidak tahu apa yang dipikir oleh brian,barulah ketika ia melihat kemenik mata Brian yang menatap ke arah sesuatu, ia seketika ingat dan menjadi malu sendiri, bahkan di situ karena saking malunya, Tasya reflek langsung menutup wajah Brian yang melihat ke arahnya.


"pandangan kamu loh by, ayolah jaga pandangan sebentar, aku malu loh ini tempat umum,"ucap Tasya sambil tertunduk malu.



"ya kan aku cuman ngeliat sebentar ay, gimana Ay sama pertanyaanku, Apa kamu sudah siap?".



Brian hanya menganggukan kepalanya dengan pasrah dan ia menerima atas perkataan dari Tasya.


setelah beberapa saat kemudian mereka berdua sontak ingat kalau mereka ke sini bersama dengan Kenzo, tapi sudah beberapa menit berlalu Kenzo masih tidak kembali.


"Kenzo mana ya by, kok aku nggak ngeliat Kenzo kembali dari tadi, ini udah lama banget loh, Apa iya tempatnya masih ngantri?,"tanya Tasya yang mulai terlihat khawatir.



"Lah emangnya Kenzo tadi izin mau ke mana ay?".



"tadi Kenzo bilang kalau dia pengen beli es krim, jadi ya udah aku izinin aja, dan Kenzo malah jalan sendiri, aku pikir Kenzo itu hafal sama daerah sini jadi ya udah aku lepas aja sekalian".



"kok bisa sih ay, Kenzo itu gak pernah pergi ke taman ini,Ya udah yuk kita cari Kenzo dulu takutnya anak itu malah kesasar dan menangis".


__ADS_1


"biar cepat kita mencar aja ya by".



"iya ay semakin cepat kita menemukan Kenzo itu semakin baik".


mereka berdua mulai berpencar satu sama lain dan mencari ke semua tempat yang ada di taman,ketika Tasya sudah mulai pasrah karena 30 menit berlalu Kenzo masih belum ditemukan, iya Malah melihat ada anak yang sedang menangis di kursi taman tidak jauh dari situ.


"Apa itu Kenzo?,"gumam Tasya sambil melihat ke arah si anak kecil itu, dan menghampiri anak tersebut.


Benar saja ketika ia sudah sampai di sana anak yang sedang menangis itu adalah Kenzo, dan ketika Kenzo melihat Tasya di depannya, iya langsung memeluk tubuh kakaknya itu dengan sangat erat seakan tidak mau kehilangan lagi.


"kakak kenapa tinggalin aku?,"tanya Kenzo dengan suara lirih dan juga air mata yang terus mengalir.



"loh kakak nggak ninggalin kamu dek, ini kakak sama Abang kamu dari tadi nyariin kamu, tapi kamu nggak datang-datang, tadi kakak pikir kamu pergi beli es krim karena kamu hafal sama area di taman ini,asalkan kamu tadi bilang kalau kamu nggak tahu tempatnya pasti kakak bakalan nganterin kamu kok,"jawab Tasya dengan lembut sembari membelai rambut Kenzo, dengan keadaan Kenzo yang masih menangis di atas pangkuannya.



"aku nggak minta antar sama kakak, Karena aku tahu nanti Abang pasti juga ikut, dan aku nanti diaduin deh sama bunda, kan aku nggak boleh makan es krim tapi aku kan udah lama banget nggak makan es krim, jadi aku pengen makan es krim sekarang,"jawab Kenzo sambil menundukkan kepalanya.



"iya kakak juga tahu kok kalau Kenzo gak boleh makan es krim, tapi nanti kan kakak bisa bujuk Abang kamu biar kamu diizinin, nggak perlu sampai sembunyi-sembunyi gini dek, "nasihat Tasya dengan perkataan yang halus.



"lain kali kalau kamu emang pengen makan es krim bilang aja ke kakak, nanti kakak yang bakalan bujuk Abang kamu ataupun bunda, semuanya pasti bakalan setuju kok sama kakak, mereka semua akan mengijinkan kamu dek, asal kamu jangan makan es krim setiap hari, emangnya kamu mau gigi kamu nanti keropos, dan Kenzo tidak memiliki gigi lagi seperti kakek-kakek,"sambung Tasya yang terus saja membelai Kenzo.



"iya kakak, maafin Kenzo ya karena Kenzo udah nakal, lain kali Kenzo pasti akan menjadi anak yang lebih nurut lagi,"jawab Kenzo yang kini sudah duduk dengan sempurna sambil menghapus air matanya.



"iya dek nggak apa-apa kok, Ya udah sekarang kita balik lagi ke Abang yuk, kasihan abang, ini dia khawatir banget loh nyariin kamu,"ajak Tasya.


Kenzo pun menganggukkan kepalanya dan ia setuju dengan Tasya,dengan perlahan Kenzo mulai mengikuti langkah kaki Tasya yang sedang menuju ke tempat awal, karena di situ sudah ada Brian yang sedang duduk menunggu mereka berdua,sebelum itu Tasya juga sudah mengabari kalau ia sudah bertemu dengan Kenzo dan menyuruh Brian untuk duduk di sana,tapi dengan syarat ketika Kenzo sudah kembali Brian tidak boleh marah.


🌺💫🌺


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.

__ADS_1


__ADS_2