SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Permintaan maaf


__ADS_3

 Di sore harinya Brian datang dan ia membawa boneka yang sama seperti pada waktu itu ia membeli namun hilang.


  "Abang... ih Abang bawa apa, pasti buat aku ya?,"ujar Mala.


  "apa sih, kakak kamu ada kan?,"jawab Brian dan melepaskan tangan malah yang berada di lengannya .


  "ada kok, dari tadi kakak ada di dalam kamarnya".


 Brian tersenyum dan ia pun pergi meninggalkan Mala di situ.


  "ay kamu lagi apa?,"tanya Brian.


  "oh kamu udah pulang by, Ya udah aku siapin makan malam dulu ya,"jawab Tasya yang melihat ke arah Brian dengan terkejut.


 Tasya pun keluar dari kamarnya dan ia pergi ke dapur, sedangkan Brian menaruh semua barang-barangnya di atas ranjang, iya dengan sengaja mendekor ranjang kamarnya menjadi ranjang yang romantis.


  "kok tumben banget ya Tasya tiba-tiba pergi, apa dia masih marah?,"gumam Brian sambil melepas aksesoris yang ia kenakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 sedangkan Tasya yang berada di dapur, ia menyiapkan semua untuk makan malam,meskipun asisten rumah tangganya sudah melarang Tasya tetap saja melakukan tugasnya untuk memasak.


  "kakak lagi ngapain?,"tanya Mala.


  "oh ini lagi nyangkul, emang kamu nggak lihat ya kalau saya sedang masak,"jawab Tasya dengan nada yang agak ketus.


  "biasa aja kali, nggak usah ketus gitu, toh aku juga gak minta masakan kakak kok, aku itu tanyanya baik-baik kenapa dijawabnya ketus?".


  "ya kan kamu bisa lihat sendiri saya sedang apa, jadi ngapain kamu harus tanya lagi,lagian saya sudah tahu kamu ke sini bukan niat untuk membantu saya memasak, tapi kamu ingin membuat saya semakin kesal kan kepada mas Brian?".

__ADS_1


  "di sotoy padahal aku ke sini mau minum, udah Untung banget aku tanya lagi ngapain, ya paling nggak basa-basi, eh malah dibalesnya ketus, kok bisa sih bang Brian jatuh hati ke orang kayak kamu, Apa yang dilihat dari kamu sih, cantik aja nggak terus dari apanya?".


  "nggak cantik aja abangmu bisa klepek-klepek, apalagi kalau aku cantik apa nggak sekalian abangmu selalu nempel terus malah pakai lem Di bajuku".


  "dih dasar kepedean".


 mala yang kesal pun pergi, dan di situ Tasya senyum-senyum sendiri melihat tingkah mala jika kalah seperti itu.


  "ay kamu lagi masak apa, boleh aku bantu?,"tanya Brian yang tiba-tiba berada di belakangnya .


  "nggak usah by terima kasih, aku cuman masak buat makan malam biasa aja kok, oh ya sama ini aku baru aja buatin makanan kesukaan kamu,nanti kalau udah selesai aku bakalan sajiin di ruang makan yah?".


Brian mengambilkan kepalanya, dan di situ ia menunggu di ruang makan, lalu beberapa saat kemudian Tasya selesai membuat makan malamnya dan mereka semua pun makan malam bersama.


"aku tunggu di kamar ya, aku harus buru-buru karena ada pekerjaan yang masih belum aku selesaikan,"ujar Brian.


Tasya menganggukan kepalanya, dan Brian meninggalkan Tasya ,"Abang pasti masih marah ya?,"tanya Mala.


Mala memanyunkan bibirnya, dan ia pergi meninggalkan Tasya yang masih membereskan semuanya,asisten rumah tangganya melarang Tasya untuk membersihkan piring-piring kotor karena itu adalah tugas mereka, tapi Tasya tetap memaksa,hingga karena perdebatan yang panjang Tasya pun mengalah dan ia mau untuk memberikan semua tugas-tugas itu kepada asisten rumah tangganya.


"akhirnya selesai juga,"ujar Tasya yang kini masuk ke dalam kamarnya sambil meregangkan otot-otot punggungnya.



"ay aku punya sesuatu buat kamu, Maaf ya karena kado yang waktu itu hilang, soalnya diambil sama seseorang dan aku tahu orang itu siapa,aku nggak langsung beli lagi untuk kamu karena di tokonya masih belum datang,dan tadi pagi aku mendapatkan telepon dari tokonya kalau barangnya sudah ready.


kamu nggak marah kan, karena aku telah memberikan kado dan juga tadi pagi berangkat terburu-buru?".


Tasya menggelengkan kepalanya,"enggak kok aku nggak marah, cuman boleh aku bertanya?".

__ADS_1


"kamu mau tanya apa Ay?".



"masalah kotak merah itu, Apa benar itu punya Angeline, itu adalah kado ulang tahun Angeline?".


Brian menganggukan kepalanya, dan ia memegang tangan rak Tasya.


"memang benar itu milik Angeline,dan itu kado yang aku persiapkan untuk Angeline ulang tahun,tapi ternyata aku dengan Angeline malah berpisah sebelum angelie ulang tahun, jadi aku memberikan kado itu , agar aku tidak mengingatnya lagi dan tidak ada hubungan di antara kita lagi.


tadi aku memberikannya kepada manajernya,dan aku juga mengatakan kalau itu adalah barang terakhir milik Angeline yang tertinggal di rumah, aku tidak mungkin kembali lagi kepada orang yang sudah menyakitiku, aku mungkin bisa memaafkan semua yang dilakukan oleh pasanganku,tapi aku paling tidak bisa memaafkan perselingkuhan".


"aku pikir kamu bertemu dengan Angeline karena masih ada perasaan?".



"tidak mungkin,aku sudah memutuskan untuk berakhir dengan Angeline jadi aku tidak akan mungkin menarik kata-kataku lagi, karena dari dulu aku tidak pernah menarik apapun yang sudah aku katakan, mau itu salah ataupun benar aku tetap tidak akan pernah menarik kata-kataku".


Tasya menganggukan kepalanya dan tiba-tiba ada suara klakson motor yang sangat riuh di bawah, yang ternyata banyak rombongan ojol yang membawa boneka besar dan juga bunga beserta buket uang yang ukurannya besar.


"surprise,ini untuk permintaan maaf ku karena tadi pagi aku sudah membuat kamu berpikir yang macam-macam, maaf juga Karena tadi aku langsung mengambil kotak merah itu,karena aku tidak ingin kamu melihatnya dan membuatmu semakin marah,itu hanyalah masa lalu dan tidak akan pernah menjadi masa depan lagi".



"kamu tidak perlu melakukan ini by, aku sudah memaafkanmu, walaupun kamu tidak memberikan apa-apa aku akan tetap memaafkanmu,bahkan aku dari tadi mencoba untuk tetap berpikir positif ya meskipun ada aja pikiran negatif yang tiba-tiba muncul".


Brian membelai pelan rambut Tasya dan ia mencium keningnya dengan lembut, lalu Brian ke bawah bersama dengan Tasya untuk menemui para ojol, barulah setelah itu semua kado-kado yang sudah datang dimasukkan ke dalam ruangan yang kosong, dan untuk para buketnya dimasukkan ke dalam kamar Brian.


sedangkan malah melihat dari balkon kamarnya dan ada perasaan kesal bercampur aduk di dalam dirinya,dia tidak mau keluar dan ia lebih memilih untuk menelpon Angeline dan melaporkan ini semua agar mereka berdua bisa merencanakan sesuatu untuk selanjutnya.

__ADS_1


🌺💫🌺


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya


__ADS_2