SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Bala bantuan


__ADS_3

Keesokan harinya, Tasya masih libur dari sekolah karena hari itu adalah tanggal merah, jadi satu hari lagi yang sangat menyebalkan untuknya karena harus di rumah tanpa suaminya.


"orang tua kamu kapan datang?,"tanya Tasya kepada Mala yang sedang makan buah.



"kenapa kakak tanya gitu, emangnya Apa urusannya sama kakak?".



"tentu ada, karena saya sudah sangat tidak nyaman dengan kehadiranmu".


("oh jadi dia udah berani ngomong gini ke, Oke awas aja nanti pasti gue bakalan bales yang lebih sakit daripada waktu itu,"ucap mala dalam hati).


mala tak mendengarkan Tasya dan ia pergi ke ruang tengah untuk menonton drakor kesukaannya dari laptop.


sedangkan Tasya pergi ke depan rumah, duduk sambil meminum teh, ketika ia sedang bersantai,tiba-tiba ada ojol yang berhenti tepat di depan pintu gerbang rumahnya, dan turunlah seorang anak laki-laki yang berlari ke arahnya.


"calon istri,"teriak Kenzo dari kejauhan.


Tasya terbelalak ketika mendengar Kenzo memanggilnya seperti itu, dan ia memeluk Kenzo saat Kenzo berada di depannya.


"Kenzo kok ada di sini sayang, kamu ke sini sama bunda kan?,"tanya Tasya dengan menggendong Kenzo masuk ke dalam rumah.



"enggak, Kenzo ke sini sendirian,soalnya bunda lagi ada urusan bersama dengan teman-temannya".



"tapi Kenzo sudah izinkan ke bunda kalau mau ke sini?".



"iya kakak".


Di saat masuk ke dalam, Kenzo melihat ada Mala yang sedang duduk di ruang tengah.


"sebentar kakak cantik aku mau turun,"ujar Kenzo meminta turun.


Tasya menuruti perkataan Kenzo dan ia langsung menurunkannya, tapi Kenzo tiba-tiba berada di depan malah dengan melipat kedua tangannya.


"kenapa kakak Lampir ada di sini?,"tanya Kenzo dengan tatapan sinis.



"Eh ada Kenzo, sini dek duduk sama kakak,ayo kita lihat cocomelon bareng-bareng yuk kayak dulu yuk,"jawab malah yang masih berusaha agar akrab.


__ADS_1


"ih kakak so baik, padahal aku tidak pernah melihat cocomelon denganmu, sudahlah ayo kakak cantik kita pergi,kalau kakak cantik ada di sini terus nanti kakak cantik bisa dikutuk jadi batu, soalnya si kakak ini suka mengutuk orang dengan mulutnya yang pedas".


Kenzo meninggalkan Mala yang terlihat kesal, dan Kenzo lebih memilih untuk bersama dengan Tasya.


"adik kamu nggak boleh gitu dong,kan mau gimanapun dia tetap kakak sepupu kamu,"nasihat Tasya.



"memang iya kakak cantik dia itu kakak sepupu, tapi dia sangat menyebalkan, dari dulu dia selalu saja dekat-dekat dengan Abang padahal Abang tidak suka dengannya, dia selalu memaksa-maksa orang tuanya untuk selalu membawanya jika ke rumah, karena dia ingin bertemu dengan Abang dan bukannya aku".



"Apa kamu juga ingin didekati oleh Mala".



"tidak, aku tidak suka dengannya, karena aku suka dengan kakak, kakak itu lebih cantik daripada dia, dan kakak juga sangat baik tidak seperti dia, ingat ya kakak, kalau kakak dekat-dekat sama dia nanti kakak malah ikutan kayak dia, karena kata Bu guru Kalau kita memilih teman yang salah takutnya nanti kita ikut terjerumus".



"memang benar sayang Apa yang diucapkan oleh gurumu, tapi kan lihat dari orangnya juga,kalau kita tidak mengikuti bagaimana gayanya ya kita tidak mungkin terjerumus sayang, yang penting kita tahu mana yang baik dan mana yang buruk, kalau perilakunya baik ya sudah kita ikuti kalau buruk ya sudah kita tinggalkan".



"iya juga kakak cantik,Tapi aku sekarang tidak mau dekat dengan siapa-siapa".




"karena aku punya kakak cantik,nanti kalau aku dekat dengan wanita-wanita lain takutnya kakak cantik malah kesal,kan kakak cantik itu adalah calon istriku di masa depan".


Tasya menggeleng-gelengkan kepalanya,iya tidak tahu harus menjelaskan apa lagi,karena meskipun berkali-kali ia menjelaskan Kenzo tetap saja menganggapnya sebagai calon istrinya di masa depan.


("semoga aja saat udah besar dia semakin mengerti, dan nggak nganggap gue sebagai calon istrinya lagi, semoga dia dapat calon istri yang baik dan juga Sholihah"), ucap Tasya dalam hatinya sambil membelai pelan rambut Kenzo.


"kakak cantik, aku mau ke bawah sebentar ya, aku mau berbicara berdua dengan kakak Lampir, kakak cantik jangan kesal dan Jangan cemburu ya, aku hanya berbicara saja kok tidak lebih,"ucap Kenzo sambil menggenggam tangan Tasya .


Tasya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, sedangkan Kenzo pergi untuk menemui Mala yang berada di bawah.


"eh Kenzo, sini dek duduk sama kakak, kita nonton cocomelon bareng ya,"ucap malah dengan nada yang agak dikeraskan.



"tidak usah berbicara seperti itu,semua orang pasti mendengarnya kok karena mereka memiliki telinga,"jawab Kenzo dengan ketus.



"hehehe maaf ya Kenzo, Ya udah biar kakak putar dulu ya videonya".

__ADS_1



"kakak Lampir kapan pulang?".



"hah apa , maksud kamu kapan datang?".



"kapan pulang... kakak Lampir kan sudah lama sekali di sini, apa kakak Lampir diusir oleh ibunya, dan kakak Lampir pergi ke sini?".



"kenapa kamu berbicara seperti ini,padahal dulu kamu Kenzo yang sangat ramah loh, apa jangan-jangan kamu diajarin yang aneh-aneh ya sama kak Tasya?".



"jawab saja tidak ada hubungannya dengan kakak Tasya, Dia itu orang yang sangat baik dan juga cantik tidak seperti kakak Lampir, aku cuman ingin tahu kapan kakak Lampir pulang, kakak Lampir sudah lama sekali di sini, apakah kakak Lampir tidak rindu dengan rumahnya".



"kan kakak di sini karena kedua orang tua kakak lagi ada di luar negeri, kalau kakak di rumah nanti kakak sama siapa".



"kakak Lampir bohong, orang aku kemarin ketemu sama tante dan juga Om, mereka tidak kemana-mana bahkan mereka mengantarkan Ayumi pergi ke sekolah, apa menurut kakak Lampir aku bisa dibohongi begitu saja, meskipun aku kecil aku bisa dengan mudahnya tahu mana yang bohong dan tidak".


mala tidak bisa mengucapkan sesuatu lagi karena ia dikalahkan oleh Kenzo yang masih anak-anak.


setelah mengucapkan itu Kenzo pergi ke atas untuk menemui Tasya.


"Maaf ya kakak cantik aku terlalu lama di bawah, si kakak Lampir tidak mau mengaku,"ucap Kenzo dengan memeluk sejenak tubuh Tasya.



"iya dek gak apa-apa kok, oh ya memangnya benar kamu bertemu dengan kedua orang tua kak Mala?".



"tidak, aku tidak bertemunya sama sekali, cuman aku mengatakan hal itu agar kakak Lampir bisa cepat pergi dari sini, aku tahu dari Abang kalau kakak Lampir sangat jahat kepada kakak cantik,aku tidak mau jika kakak cantik jahat seperti itu, karena kakak cantik".



"calon istri di masa depan,"ucap Tasya dan juga Kenzo secara bersamaan.


mereka berdua pun sama-sama tertawa dan setelah itu barulah mereka bermain bersama.


***

__ADS_1


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya .


__ADS_2