
Malam harinya Tasya hendak membuat makan malam karena di situ asisten rumah tangga masih belum kembali, jadi Tasya masak sendirian di dapur sambil bernyanyi-nyanyi.
"bisa nyanyi toh ternyata, kok aku nggak pernah dengerin kamu nyanyi sayang?,"tanya Brian sambil memeluk Tasya dari belakang.
Tasya menghadap ke arah belakang sejenak dan ia menggeleng-gelengkan kepalanya,"kamu apa-apaan sih mas kata aku siapa,ya kan kalau aku tiba-tiba nyanyi-nyanyi sendiri nanti dikirainnya aku orang gila, kalau aku cuman ada di dapur sendirian kan nggak bakalan ada yang denger,kecuali Kamu yang datang ke sini baru kamu bisa dengar suaraku pas lagi nyanyi-nyanyi heboh,"jawab Tasya sambil terus memasak.
"ihhh sayang mah , kan bisa juga nyanyi di dalam kamar , biar kalau aku mau tidur ada lagu pengantar tidurnya gitu ,"ujar Brian dengan nada menggoda.
Saat mereka berdua sedang bermesraan seperti itu , tiba-tiba ada sesuatu yang menarik-narik baju bagian bawah milik Tasya,dan di situ Tasya pun menoleh ke bawah Yang ternyata ada Kenzo yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat menggemaskan.
"kakak kenapa aku ditinggal sendiri, bolehkah aku membantu kakak?,"tanya Kenzo.
"Maaf ya dik bukannya kakak mau ninggalin kamu sendirian, kamu cukup cuci sayuran sama buah-buahan aja ya dek, biar kakak yang masak di sini dan kamu nggak kecipratan minyak".
Kenzo menganggukan kepalanya dan di situ Kenzo berusaha untuk bisa naik ke atas wastafel, sedangkan Bryan yang melihat adiknya kesusahan pun langsung digendongnya,lalu mereka berdua mencuci buah dan juga sayuran itu bersama-sama.
"kalau udah selesai taruh aja ya, ya nanti kakak yang beresin,"ucap Tasya sambil terus fokus memasak.
"setelah ini kita bantu apa lagi kak?,"tanya Kenzo yang masih berada di dalam gendongan Brian.
"nggak usah deh sayang, biar kakak lakuin sendiri ya, kalian cukup tunggu aja sampai masakannya matang, Kenzo mau dimasakin apa sayang biar sekalian kakak masakin?".
"aku mau telur mata sapi, boleh?".
"bolehlah masa nggak, kalau kamu mas mau dimasakin apa?".
"apa aja deh Sayang terserah kamu,tapi jangan yang pedes ya soalnya kasihan Kenzo takut nanti ngiler dan pengen rasain juga".
"baiklah siap kalau begitu, tunggu dulu ya biar kakak masakin".
mereka berdua pun menunggu Tasya di ruang tengah sambil bermain dan juga mengobrol.
"Abang aku nginep di sini 3 hari ya?,"tanya Kenzo yang duduk di sebelah abangnya.
"iya dek emangnya kenapa, oh ya bentar deh kok tumben banget kamu nggak ikut bunda sama papa, kan biasanya kamu ikut?".
"aku nggak ikut soalnya sama bunda nggak boleh ikut katanya takut lama, kan aku udah mau sekolah lagi, jadi daripada aku libur sendiri nanti aku minta antar aja sama kakak".
__ADS_1
"Eh nggak bisa dong, kan kakak kamu juga harus sekolah, kalau kakak nganterin kamu terus gimana dong masa kakak harus libur sekolah?".
"ya kan kita bisa berangkat bareng-bareng, kalau abang kan kerja".
"sebelum Abang berangkat kerja biasanya Abang itu nganterin kakak dulu".
"Ya udah sama sekalian aja nganterin aku".
"nggak bisa dong, udah nanti biar aku telepon aja bunda, ayolah dek please jangan gangguin Abang sama kakak dong".
"kan aku tidak mengganggu aku kan hanya datang, abang saja yang menganggap seperti itu, aku kan tidak pernah meminta digendong ataupun meminta untuk dibuatkan susu sebelum tidur, abang saja yang tidak mau berbagi kakak, ingat ya Abang kakak itu adalah calon istriku di masa depan, ketika aku besar aku akan menikahi kakak!,"jawab Kenzo dengan nada yang sangat menggemaskan ketika marah.
"tidak boleh karena dia itu istri kakak, kamu kapan-kapan bisa mencari istri lain, kamu tidak boleh merebut yang menjadi milik orang lain".
"ya kan itu hanya bualan saja,sudahlah dek kamu mengalah saja kepada Abang dia kan istri Abang jadi ya terserah Abang dong".
"kenapa aku yang harus mengalah,siapa yang bertemu terlebih dahulu berarti dia yang memilikinya".
"tapi kan Abang yang menikahinya".
"tidak boleh dia tetap akan menjadi istriku di masa depan, Abang tidak boleh merebut!".
Di situ Tasya datang dan ia duduk diantara mereka berdua, "sudah sudah, kalian ini meributkan apa sih kok sampai berantem kayak gini, nggak baik loh kalau adik kakak saling bermusuhan seperti ini!,"ujar Tasya.
"tapi abang dulu tadi yang tidak mau mengalah dan terus saja memaksa agar aku yang mengalah, padahal kan aku adik berarti aku yang lebih kecil tapi kenapa aku yang selalu dipaksa?," jawab Kenzo.
"Tapi yang aku katakan benar dong, kalau sesuatu yang sudah menjadi hak milik berarti tidak boleh direbut oleh siapapun,"protes Brian.
__ADS_1
"Tapi kan aku yang menemukan terlebih dahulu,"sambung Kenzo.
"walaupun kamu yang menemukan tapi kan sudah menjadi milik abang jadi semuanya terserah Abang dong,"ujar Brian.
"sudah sudah sudah, kan mulai lagi debatnya, kalian ini lagi rebutan apa sih, dan lagi kamu mas cobalah ngalah dikit,kan emang yang nemuin pertama kali itu Kenzo jadi Ya udah kasih aja Kenzo, kamu kan bisa cari yang lain, kasian Kenzo lo kalau sampai debat terus kayak gini,"nasihat Tasya.
"nggak bisa gitu dong, orang yang direbutin dari tadi itu kamu, mana mau aku ngerelain kamu buat orang lain, mau itu adikku kek atau siapapun aku tidak akan pernah memberikanmu kepada orang lain!,"jawab brian.
Tasya mengeringitkan dahinya dan ia menatap ke arah Kenzo, "Apa benar yang dikatakan oleh Abang?,"tanya Tasya kepada Kenzo yang berada di sebelahnya.
"iya kakak,kan kakak sendiri yang bilang kalau kakak mau menjadi istriku jadi ya Sudah aku bilang saja kepada Abang kalau kakak saja sudah setuju kepadaku,"jawab Kenzo.
"hmmm gini ya dek, kalau kamu sudah besar kakak pasti sudah tua, emangnya kamu mau menikahi wanita tua, macam seperti kamu menikah dengan bunda?".
"mau saja asal wanita itu kakak".
"tidak boleh seperti itu sayang, kamu harus mencari yang di bawah kamu, Jangan mencari yang lebih tua dari kamu dek, lagian wanita yang sudah menjadi istri orang lain itu tidak boleh direbut, sama halnya dengan kamu memiliki barang kesayangan,terus kalau barang itu direbut oleh orang lain apakah itu disebut boleh?".
"tidak boleh".
"ya sama seperti itu dek,walaupun kamu yang bertemu terlebih dahulu atau apapun tetap saja kalau istri orang lain tidak boleh direbut, kan sekarang kakak udah menjadi kakak kamu".
"Tapi kakak sendiri yang setuju dulu".
"kakak dulunya setuju karena kakak pikir kamu hanya bercanda saja, kakak tidak pernah berpikir kalau kamu akan serius seperti ini".
Kenzo hanya menganggukan kepala sembari melihat ke arah Tasya, dan Tasya pun memeluk Kenzo dengan erat sembari sesekali mencium kening Kenzo.
setelah itu mereka bertiga pun pergi makan malam bersama dan dilanjutkan oleh ngobrol sebentar lalu istirahat, Kenzo bersama dengan Tasya dan juga Brian dalam satu kamar.
🌺💫🌺
__ADS_1
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.