
sepulang Tasya dari sekolah, Tasya langsung pergi ke kamarnya bersamaan dengan Brian yang ikut menyusulnya dari belakang.
"loh by kamu kok ikut masuk, kamu kan harus kerja?,"tanya Tasya yang baru saja sampai di dalam kamar.
Brian di situ tersenyum dan menatap ke arah Tasya seperti tatapan seorang anak kecil yang meminta permen.
"Ada apa sih by kamu kok ngeliatin aku kayak gitu banget?,"tanya Tasya yang ikut duduk di ranjang bersama dengan Brian.
"aku mau lihat kamu ganti baju,siapa tahu kamu butuh bantuanku untuk membuka resleting seperti waktu dulu,"jawab brain sambil menaik turunkan alisnya.
"ih kamu kebiasaan deh, ini kan cuman kancing aku bisa buka sendiri, udah gih kamu sana pergi ke kantor, jangan banyak alasan deh By,"ujar Tasya sambil agak mendorong Brian agar keluar dari kamarnya.
Brian memanyunkan bibirnya tapi ia menuruti perkataan Tasya untuk pergi, setelah dirasa sudah aman, Tasya langsung mengganti pakaiannya, dan ia membuka bajunya sembari mengambil baju di dalam lemari.
"masih panas sih, apa gue gak usah pakai baju aja ya sekalian, ntar dulu deh kan gue punya tanktop, udahlah makai tanktop aja,"ujar Tasya sendiri sambil mengenakan tanktop miliknya yang berwarna krem.
Di situ Tasya rebahan di atas kasur dengan memakai tanktop dan juga rok sekolahnya yang mini,halo Tasya menonton drakor dari laptop yang sudah dibelikan oleh Brian.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
sedangkan Brian kini sudah sampai di tengah perjalanan,ia baru saja mendapat kabar dari Adit Kalau sebentar lagi klien dari luar kota akan datang, jadi ia harus buru-buru sampai ke kantor.
"bagaimana di sana Adit, apakah di sana sudah datang kliennya?,"tanya Brian lewat earphone yang menempel di telinganya.
"masih belum tuan, kata mereka,jalanan macet parah karena hujan dan juga banjir, jadi mungkin datangnya agak lama tuan, oh ya Tuan saya cuman mau mengingatkan jangan lupa untuk membawa dokumen yang sudah saya kirim kemarin malam".
mendengar perkataan Adit,seketika Brian baru ingat kalau dokumen tersebut berada di dalam kamarnya, dan ia lupa untuk membawa dokumen itu.
"oh ya Adit, sayaminta tolong nanti kalau orangnya datang terlebih dahulu tolong handle ya, ini dokumennya sepertinya ada di rumah, dan saya sudah berada di tengah perjalanan".
"tidak apa Tuan biar saja yang akan mengambil dokumen tersebut".
__ADS_1
"oh ya sudah kalau begitu".
Brian berpikir sejenak, dan ia baru ingat kalau di rumahnya sekarang sudah ada Tasya, bahkan ia juga tahu bagaimana Adit menatap Tasya dengan tatapan kagum.
"tidak usah, biar saya saja yang mengambil dokumen itu,"sambung Brian.
"tapi bukannya Tuan tadi sudah mengizinkan?".
"sudah saya kan sudah bilang, saya yang akan mengambilnya".
Adit pun pasrah dan di situ Adit tidak melanjutkan berdebat lagi, sedangkan Brian putar balik menuju ke rumahnya.
ketika sampai di rumah,Brian langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, karena ia pikir Tasya mungkin sekarang sudah tertidur pulas Karena kelelahan.
"aaaaaa,"teriak Tasya ketika melihat Brian tepat berada di depannya, dan Tasya langsung menyelimuti tubuhnya.
"ih kamu kok pakai baju seperti itu Ay, apa kamu berniat untuk menggodaku?,"tanya Brian yang duduk di samping Tasya.
Brian di situ menyingkap selimut yang dipakai oleh Tasya, ia aku ikut masuk ke dalam selimut tersebut, bahkan Brian juga memeluk Tasya dari belakang, hingga tangannya pun masuk ke dalam tanktop yang dikenakan oleh Tasya dan memegang sesuatu yang sangat kenyal.
"by kamu ngapain sih, udah ah sana kamu berangkat kerja, aku mau tidur loh,"ucap Tasya yang berada di dalam selimut.
Brian Malah semakin mengeratkan pelukannya, dan Brian memainkan benda kenyal yang berada di tangannya.
"sudahlah Ay, kamu mau ya, kamu mau kan,"tanya Brian.
Tasya tak menjawab sama sekali pertanyaan dari Brian, karena ia membungkam mulutnya agar tidak mengeluarkan suara-suara aneh.
"Ay Apa kamu sudah tertidur?,"tanya Brian di sebelah telinga Tasya, bahkan di situ Brian juga menghembuskan nafasnya di telinga Tasya.
"ahhh,"desahnya.
__ADS_1
Brian yang mendengar itu semakin semangat, dan di situ Brian melakukan hal yang tidak disangka, Ya seperti seorang bayi yang sangat kehausan.
"sudahlah By aku mohon,ini masih siang nanti kalau kamu ditelepon sama Adit gimana, kamu kan harus kerja By, ayolah Bi nanti malam saja ya, aku akan memberikannya,"ujar Tasya seperti orang yang sangat lemas.
Brian pun selesai dan ia mengusap air liurnya yang masih ada di bibirnya, lalu Ibrahim mendudukan Rasya dan menyelimuti Tasya sampai bagian dada.
"Maaf ya Ay, kamu terlalu menggoda buatku, sampai aku tidak bisa menahan hasratku sendiri, kamu sangat menggiurkan,"ucap Brian.
"sudahlah kamu cepat pergi, aku sudah tidak memiliki tenaga lagi".
"padahal kan ini masih pemanasan ay, bagaimana kalau nanti malam, bisa-bisa besok kamu tidak masuk ke sekolah".
"sudahlah kalau itu dipikirkan nanti saja,dan jangan membuatku takut nanti malah tidak jadi loh aku memberikan sesuatu yang diinginkan kamu".
"Jangan gitu dong Ay, Ya udah deh aku berangkat dulu ya, tapi bentar aku harus mandi biar aku kelihatan seger".
"Ya udah sana".
Brian masuk ke dalam kamar mandi,sedangkan Tasya beranjak dari duduknya dan ia berjalan perlahan menuju ke arah lemari untuk mengambil baju, tapi ketika ia melewati meja rias, ia melihat dengan jelas bagaimana banyak bercak kemerahan di area dada dan juga lehernya.
"dia seperti orang kehausan, kenapa kamu melakukan ini padaku,bagaimana besok aku bisa masuk sekolah dan apa nanti kata teman-teman kalau sampai melihat tanda-tanda kamu ini, atau sebenarnya dia pernah melakukan hal ini dengan Angeline, maka dari itu dia sangat mahir melakukannya,"ujar Tasya sendiri dan menundukkan kepalanya.
setelah beberapa saat kemudian ia pun mencoba untuk sadar dan tidak terlalu memikirkan hal itu,yang terpenting sekarang ia mengambil baju terlebih dahulu agar tidak ada kelanjutan dari kegiatannya tadi, barulah setelah itu Tasya membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai meminjamkan matanya.
setelah Brian selesai dari kamar mandi, Brian berniat untuk berpamitan terlebih dahulu kepada Tasya, tapi ketika ia melihat Tasya yang tidur dengan keadaan kelelahan, ia pun tidak jadi untuk berpamitan dan langsung pergi begitu saja.
"selamat tidur cantik,terima kasih karena kamu sudah mau memberikannya, aku kerja dulu ya I love you,"ujar Brian lalu pergi.
__ADS_1
🌺💫🌺
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.