SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Di jemput


__ADS_3

 Di sore harinya Brian datang dari kantor dan Brian langsung masuk ke dalam kamar, lalu ia mendapati sosok istrinya yang sedang menemani adiknya tertidur.


  "kamu sudah pulang by, kok kamu dari tadi nggak bangunin aku, aku pikir kamu masih belum datang,"ujar Tasya sambil menggosok-gosok matanya yang berdiri menghampiri Brian.


  "kok kamu bangun sih Ay,aku emang sengaja gak bangunin kamu soalnya aku lihat kamu tidurnya nyenyak banget, kamu tidur lagi aja Ay, aku bisa sendiri kok siapin semuanya".


  "nggak apa-apa by, aku siapin air hangatnya dulu ya, tolong temenin Kenzo dulu ya by bentar".


 Tasya mulai menyiapkan air hangat untuk Brian, dan Bryan menggantikan posisinya untuk menjaga Kenzo, setelah semuanya siap,Brian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sedangkan Tasya pergi ke bawah untuk menyiapkan makan malam.


 Di saat Tasya sedang memasak untuk makan malam, pintu luar tiba-tiba terbuka dan di situ ternyata mala yang membukanya, jadi Tasya Yang penasaran ikut keluar untuk melihat siapakah tamu yang datang.


  "oh ini yang namanya Tasya, iya kan kamu yang namanya Tasya kan,"ujar verni sambil menunjuk-nunjuk tubuh Tasya.


 Tasya langsung memegangi tangan verni dan menghempasnya,"iya saya yang namanya Tasya, Ada apa ya tante kenapa Tante mencari saya, sepertinya saya tidak pernah kenal dengan tante,"jawab Tasya.


  "itu angkuhnya kamu menjadi sok penguasa di rumah ini".


 Verni masuk ke dalam rumah bersama dengan Mala yang terlihat mengejek Tasya.


  "jadi kamu istrinya Brian?,"tanya verni dengan ketus.


  "iya Tante maaf sebelumnya Tante ini siapa ya, kok datang ke sini dan tiba-tiba bertanya seperti ini kepada saya?".


"saya adalah mamahnya Mala,sedikit banyaknya saya sudah mendengar ya nama kamu, dan juga bagaimana cerita tentang kamu, jadi saya sudah sangat tahu persis bagaimana sifatmu".



"Maaf Tante sebelumnya, kalau Tante memang ingin tahu bagaimana saya, Jangan tanya kepada orang lain,langsung saja kepada saya karena mulut orang lain bisa saja salah, biasalah tante namanya juga manusia kan tidak jauh dari luput salah lupa dan dosa".


__ADS_1


"tapi kalau orang kayak kamu itu memang satu macamnya, apalagi kalau bukan uang, Mana mungkin ada orang yang baru saja kenal dan langsung menikah, kalau tidak berniatan untuk mengambil uang,apalagi kamu sangat tahu persis bagaimana Brian, sebelum ini kamu menjadi sekretarisnya kan, jadi Mana mungkin kamu suka kepada Brian yang memiliki sifat menyebalkan".


Brian tiba-tiba datang dan menghampiri mereka, lalu Brian merangkul Tasya dan duduk di sebelahnya.


"Eh ada tante verny, Tante mau menjemput Mala ya?,"tanya Brian.



"ya sebenarnya sih memang begitu,tapi sepertinya tante akan menginap di sini untuk satu hari, Karena Om kamu besok datangnya, oh ya ini istri kamu kan?".



"iya Tante ini istri saya, namanya Tasya, Ada apa ya tante?".


verni menatap ke arah Tasya dari atas ke bawah dan bawah ke atas, sangat terlihat jelas kalau verni tidak suka kepada Tasya, tapi Brian tak menghiraukannya .


"bukannya kamu memiliki hubungan dengan artis itu ya, si Angeline yang cantik dan manis itu, kenapa kamu tiba-tiba menikah dengan dia, padahal kalian berdua itu adalah pasangan yang paling serasi loh, pas kamu sama Angeline tante juga berniat buat memberikan hadiah pernikahan kalian untuk berlibur ke luar negeri".



kalau Tante mau menginap silakan tapi saya tidak bisa menyiapkan satu kamar kosong untuk tante, karena tante tiba-tiba datang".


"kok tumben banget biasanya kan selalu stay satu kamar kosong dan dalam keadaan bersih di sini?".



"Maaf tante ini adalah rumah saya dan juga istri saya, ini bukan hotel ataupun penginapan yang selalu ada satu kamar kosong dan siap ditempati, siapa yang tahu kalau Tante akan datang ke sini untuk menginap, saya pikir Tante ke sini mau menjemput mala".



"Halah bilang saja kalau kamu malas-malasan kan, Eh kamu, kamu itu seorang istri jangan cuman bisanya ngabisin uang suami aja kamu, buat apa kamu nikah sama Brian kalau nggak bisa apa-apa, sekarang bersihkan semuanya, siapkan satu kamar kosong buat saya!,"ujar verni dengan begitu ketusnya kepada Tasya.

__ADS_1


Tasya sudah berdiri tapi ditarik oleh Bryan dan membuatnya duduk kembali di sofa bersama dengan Brian dan juga yang lain.


"Apa maksud tante menyuruh-nyuruh istri saya seperti ini, dia itu istri saya bukan pembantu ataupun pesuruh, Apa hak tante menyuruh-nyuruh istri saya seperti ini,padahal saya sendiri tidak pernah menyuruh istri saya.


jika memang tante tidak bisa untuk tidur di kamar mala, ada satu kamar kosong yang selalu siap untuk ditempati, yaitu kamar asisten rumah tangga, tante silakan pilih mau di kamar asisten rumah tangga atau di kamarnya mala.


saya cuman mau mengingatkan kepada tante, meskipun semua ini hasil jerih payah saya,Tapi tetap saja ini adalah istri saya dan dia juga berhak atas apa yang saya miliki, jadi tante jangan sampai semena-mena kepadanya, karena dia adalah tuan rumah ini!".


Brian terlihat begitu kesal,tapi ia tidak bisa meluapkan kekesalannya dengan menggunakan kekerasan,sedangkan Tasya dari tadi menggenggam tangan Brian agar Brian tidak terlalu tersulut emosi.


"Sudah bi apa-apa, lagian ini semua memang salahku, aku yang belum mempersiapkan semuanya, karena aku juga jarang beres-beres di rumah ini,"ujar Tasya dengan suara yang sangat kecil.


verni dan Mala terlihat sangat senang ketika Tasya memelas seperti ini.


"tidak bisa dong, Kamu adalah nyonya di rumah ini, jadi bukan tugas kamu untuk merapikan rumah ini karena kita sudah punya asisten rumah tangga,terus apa gunanya asisten rumah tangga yang begitu banyak kalau tidak untuk membereskan semuanya.


Tante verni saya berbicara lagi kepada anda, jika memang Anda tidak bisa untuk tidur bersama dengan Mala, Anda bisa tidur di kamar asisten rumah tangga, kalau masih tidak bisa juga silakan keluar dari rumah saya.


saya tidak akan menyuruh istri saya ataupun asisten rumah tangga saya untuk membereskan satu kamar untuk tante,karena tante di sini adalah seorang tamu yang datang untuk menjemput bukannya tamu kehormatan dari kerajaan, atau seseorang yang memesan kamar seperti di tempat penginapan".


"kamu kok jadi gini sih, kenapa kamu malah berani seperti ini kepada tantemu, apa ini ulah dari gadis itu?".



"tidak ada hubungannya dengan istri saya, di sana adalah pintu keluar rumah ini,kalau Tante memang tidak bisa menerima bagaimana sikap saya Tante bisa keluar dari rumah saya, saya akan menghormati tante jika Tante bisa menghormati saya dan juga rumah tangga saya, tapi saya akan lebih menghina tante jika tante menghina istri saya.


sakit hatinya sama dengan sakit hati saya, dan ucapan kasar untuknya sama saja tante mengucapkan hal kasar kepada, karena saya dan dia adalah satu sekarang, jika satunya sakit satunya juga akan merasakan sakit".


Brian pun pergi dan ia menggenggam tangan Tasya menuju ke arah kamar, meninggalkan kedua orang yang berada di ruang tamu.


🌺💫🌺

__ADS_1


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya dan Maaf aku lupa banget kalau novelnya masih belum update 🙈


__ADS_2