
lagi lagi hari ini adit tidak datang ke kantor, Karena ada urusan yang penting yang harus diselesaikannya.
"mami kenapa Mami nyuruh aku buat gak datang ke kantor hari ini?,"tanya Adit yang sedang sarapan.
"hari ini kamu akan pergi bersama dengan tunangan kamu,"jawab Dinda sambil mengoleskan selai di atas roti.
"Apa maksud Mami?".
"ya kamu hari ini akan pergi bersama dengan Vania, kan kalian berdua mau menikah jadi kalian harus fitting baju, undangan dan juga yang lain".
"mami udah cukup,kan aku udah bilang sama mami Kalau aku nggak mau dijodohin sama Vania,dia itu mantan aku mi dan aku lebih tahu bagaimana dia".
"tapi Mami juga lebih tahu bagaimana orangnya, orang tuanya sangat baik jadi mana mungkin anaknya tidak baik".
"kan nggak semua orang tua yang baik anaknya juga baik mi, udah cukup nih aku bener-bener nggak mau".
"terus kamu maunya sama siapa, sama wanita yang kata kamu itu".
"udah cukup mi".
"sekarang sudah menjadi istri dari bos kamu, dan itu sangat mencerminkan kalau dia itu penggoda maka dari itu dia bisa menjadi istrinya bos, padahal awalnya dia cuman sekertaris bahkan dia anak magang, wanita seperti itu yang kamu sukai, apa wanita yang penggoda seperti itu yang kamu idam-idamkan?".
"Mami cukup, udah mi aku gak mau debat lagi sama Mami, ini nggak ada hubungannya sama Tasya, Ya udah aku nurutin apa kata Mami, aku bakalan keluar sama Vania".
"ya sudah kamu sekarang siap-siap karena sebentar lagi Vania akan datang".
__ADS_1
Adit pun pergi ke dalam dan ia langsung bersiap-siap untuk kedatangan Vania, sebenarnya Adit tidak mau tapi mau bagaimana lagi, ibunya terus saja memaksa
"kenapa harus sama gue sih,kenapa nggak sama Abang aja orang gue udah bilang kalau gue nggak mau,apa gue telepon abang aja ya biar Abang cepet pulang,"gumam Adit sambil terus mengganti pakaiannya.
Adit di situ langsung mengambil handphone miliknya yang berada di atas nakas dan ia langsung menelpon abangnya.
-*-
"halo ada apa dit, kok nelpon Abang?,"tanya Hendra.
"Abang bisa pulang hari ini nggak?".
"emangnya ada apa kok tumben banget Abang disuruh pulang, ini masih terlalu siang dit".
"gini bang sekarang Vania mau ke sini, lebih baik Abang aja yang berangkat bareng Vania, soalnya gue mau keluar".
"Lu aja kali kan yang disuruh itu elu,lagian si Vania itu calon istri lu bukan calon istri gue, gue nggak mau ah nanti dimarahin sama mami, kalau sama lu ya sama lu nggak usah disodorin ".
"ya apalah daya orang si Vania dijodohinnya sama lu bukan sama gue".
"Ya udah nanti gue bantuin, please bang cepat pulang ya, bye gue nggak mau dengerin alasan lu lagi".
Berakhir
-*-
Adit di situ merasa bahagia karena ia bisa terbebaskan dari tugasnya untuk bersama dengan Vania, Tapi kini ia memiliki tugas baru yaitu membujuk sang ibu Untuk membatalkan perjodohan.
"apa boleh Adit ngomong sama Mami?,"ujar Adit sambil menghampiri sang ibu.
__ADS_1
"Ada apa lagi dit, Apa kamu mau debat lagi sama Mami?,"jawab Dinda sambil terus bermainan handphone.
"gini nih hari ini aku ada meeting penting, dan ini bener-bener aku nggak bisa buat tinggalin mami, kasihan Tuan Brian kalau aku tinggalin, pasti setelah ini aku akan mendapatkan bonus yang besar mami, jadi hari ini Vania berangkatnya sama Abang aja ya".
"nggak usah banyak alasan kamu, Vania itu calon istri kamu jadi Sudah sepantasnya jika dia bersama denganmu, kalau memang kamu ada pekerjaan kamu libur saja, nanti biar Mami yang bakalan izinin kamu ke bos kamu itu.
kamu di sana kerja dit, kamu bukan hanya pesuruh jadi kamu masih memiliki hak untuk libur, kamu juga pasti capek setiap hari kerja, jadi apa salahnya kalau kamu libur 1 sampai 2 hari aja,memangnya seperti apa sih bos Kamu itu kenapa harus selalu mengekangmu seperti kamu kerja sebagai budak".
"nggak gitu juga mi, tapi Mami tahu kan Kalau Abang itu suka sama Vania, aku nggak mau Mami terus mikirin kebahagiaan aku, anak mami itu bukan cuman aku, aku kasihan sama abang mami".
"Mami juga kasihan sama Abang kamu,tapi Vania memilih kamu untuk menjadi calon istrinya,bukan Abang kamu dan dia dari dulu juga sukanya sama kamu bukan sama abangmu".
"tapi aku nggak suka sama Vania mami, ayolah mi ngertiin perasaan aku, aku nggak mau nyakitin dua hati dalam waktu yang bersamaan, aku terus dipaksain sama dia yang ada aku Malah nyakitin hatinya.
emang pada awalnya aku nggak berniat mami, tapi namanya orang nggak memiliki perasaan cinta ataupun sayang, kan nanti ada aja omongan yang tiba-tiba los, dan malah ngebuat hati si perempuannya sakit.
aku juga manusia Mami aku juga bisa salah, aku takut tidak sengaja melukainya, please mami Mami harus adil sama aku dan juga abang, Abang yang sangat menyukainya bukan aku.
aku mohon, aku berjanji ke Mami aku akan mencari wanita yang mau aku jadikan seorang istri, tapi aku mohon bukan Vania, dan wanita itu bukan juga nona.
beliau sebatas istri dari CEO, jadi Sudah sepatutnya aku untuk menghormatinya, dan waktu itu aku bersamanya karena dia anak baru Mami dan tanggung jawabku membimbingnya, kan dia yang gantiin posisi aku waktu itu.
setelah itu aku nggak pernah ketemu dia lagi Mami dan aku juga tahu kalau dia itu istri dari bosku Mana mungkin aku bisa menyimpan perasaan kepada istri bosku mami".
Dinda diam sejenak dan ia menatap ke arah Adit dengan tatapan yang agak tidak percaya, lalu Dinda melipat kedua tangannya dan mengangkat satu kakinya untuk dilekuk atas satu kaki lagi.
"Oke Adit Mami akan terima permintaan kamu itu, tapi dengan satu syarat selama satu bulan kamu harus sudah memiliki wanita untuk dijadikan sebagai calon istri, dan kalau sampai waktu 1 bulan itu kamu masih belum mendapatkan calon istri, kamu siap-siap saja untuk menerima perjodohan selanjutnya,mungkin memang bukan bersama dengan Vania tapi bersama dengan seorang gadis yang Mami kenal waktu itu,"jelas ibu.
"Mami punya berapa kenalan sih kok kayaknya banyak banget, tapi aku akan tetap menerima tantangan dari mami, aku akan membawa wanita yang menurutku baik dalam jangka waktu 1 bulan, dan kalau sampai aku punya wanita itu, Mami nggak boleh jodoh-jodohin aku lagi dan Mami harus terima mau gimana pun orangnya".
Dinda mengulurkan tangannya,"oke deal!,"ujar Dinda, dan dibalas oleh uluran tangan dari Adit yang juga mengatakan hal yang sama.
__ADS_1
🌺💫🌺
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.