
sampainya di kantor Brian langsung masuk ke dalam ruangannya dan di situ Brian juga malas sebenarnya untuk berangkat, karena Adit masih belum bisa masuk.
"gue males banget deh kalau kerjanya kayak gini, mana adik nggak masuk, Tasya nggak jadi ke sini, kayak berasa sepi aja sih,"ujar Brian sambil terus melihat-lihat ke arah dinding di ruangannya yang penuh dengan hiasan-hiasan.
beberapa saat kemudian ada telepon masuk dari telepon sambungan yang ada di ruangannya.
-*-
"halo Tuan Maaf selamat siang, ini Tuan ada yang mau bertemu dengan Tuan, katanya dia staf baru di sini dan ditaruh di posisi sekretarisnya tuan,"ujar Dewi yang sedang menjaga di tempat resepsionis.
"kok bisa, saya tidak pernah menyuruh siapapun untuk menggantikan Adit ataupun Tasya, Jangan biarkan dia masuk siapa tahu dia cuman pura-pura saja".
"tapi tuan, Dia memegang amplop dan juga stempel dari HRD,batas bagaimana ini Tuhan apakah mau dipersilahkan untuk menemui Tuhan atau disuruh menunggu sebentar".
"Ya sudah disuruh tunggu saja, sambungkan telepon ini ke HRD sekarang juga!".
"baik Tuan sesuai yang anda minta".
(telepon beralih ke HRD).
"maaf tuan Ada yang bisa saya bantu,"tanya Ririn HRD.
"kenapa kamu tidak meminta izin dulu kepada saya, tadi kata Dewi ada yang mau menggantikan posisi Adit sebagai sekretaris pribadi saya?!".
"maaf tuan menurut saya si karyawan baru ini sangat cocok untuk menjadi asisten tuan,karena sebelumnya dia sudah berpengalaman menjadi asisten selama kurang lebih 3 tahun, dan dia juga bisa mendalami 5 bahasa, bahasa Inggris, bahasa Arab, Thailand, Jepang, dan juga bahasa Indonesia".
"saya itu atasan kamu jadi saya sendiri yang akan memilih siapa yang menjadi asisten saya,karena belum tentu yang baik menurut kamu adalah yang terbaik menurut saya, tolak saja dia jadikan dia admin atau apalah, saya tidak mau ada yang menggantikan posisi Adit ataupun Tasya di sini".
"tapi Tuan kemampuan dan keahlian si karyawan baru ini lebih unggul daripada Adit ataupun Nona tasya, jadi saya sangat yakin kalau Nona Tasya pasti bisa menjadi asisten Anda yang baik".
"mutlak dia sekarang atau kamu saya pecat beserta dengan anak baru itu!'.
"baik Tuan tapi saya mohon berikan satu kesempatan lagi untuk si anak baru, paling tidak anak baru ini di training selama 3 hari terlebih dahulu, karena ini juga permintaan dari pusat, anak baru ini pindahan dari pusat" .
(karena mendengar kalau si anak baru ini ternyata dari pusat, dengan terpaksa ia pun menyetujui anak baru itu untuk mulai bekerja dengan ditraining terlebih dahulu).
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu suruh anak baru itu buat masuk ke dalam ruangan saya!".
(panggilan berakhir).
-*-
setelah selesai melakukan panggilan, di situ si anak baru pun masuk dan dia terlihat cantik dengan memakai atasan putih dan juga rok pendek selutut berwarna hitam, dengan pakaian yang sangat ketat sehingga memperlihatkan bentuk lekuk tubuhnya.
"selamat siang tuan perkenalkan nama saya dini Dania, saya yang akan menjadi asisten sementara di sini,"ujar dini dengan sangat sopan.
"iya silakan duduk,jadi kamu yang akan menggantikan posisi adik untuk sementara waktu?,"tanya Brian tanpa melihat sama sekali ke arah wanita itu.
"iya tuan, Dan saya yakin saya bisa menggantikan posisi Tuan Adit".
"saya tidak bisa langsung menerima kamu, kamu akan di training selama 3 hari terlebih dahulu,barulah setelah itu saya bisa memutuskan kamu bisa lanjut bekerja atau tidak,tapi tenang saja meskipun masa training kamu akan tetap mendapatkan gaji".
"baik Tuan, oh ya Tuan saya punya oleh-oleh sedikit Untuk Tuan, ini makanan khas dari kota asal saya, semoga Tuhan suka ya,"ujar dini.
dini memberikan paper bag berwarna coklat yang berisi makanan khas bali, pai susu bali, kacang koro bali, iya legong Bali dan kain bali, semua oleh-oleh khas Bali yang dibawakan oleh Dini.
"iya Tuan kebetulan saya anak Bali asli, ayah dan ibu saya orang Bali".
Brian menganggukan kepalanya, dan di situ Bryan tetap tak menoleh sama sekali ke dini,"Ya sudah dini kamu mulai besok bekerja di sini, dan untuk sekarang lebih baik kamu pergi saja,"ujar Brian.
"baik Tuan terima kasih atas waktunya saya permisi dulu".
setelah dini pergi, kini Brian mengambil handphonenya dan mencoba untuk mengabari Tasya yang ada di rumah.
-*-
"halo Bi ada apa, kok kamu nelpon aku bukannya kamu kerja ya?,"tanya Tasya dari seberang telepon.
"soalnya aku lagi kesepian banget,kan Adit gak masuk jadi lagi-lagi aku harus ngehandle sendiri, ay bisa nggak sih kalau kamu aja yang jadi sekretaris aku, soalnya di sini ada yang ngelamar jadi sekretaris baru,"jawab Brian dengan nada lesu.
"harusnya enak dong kalau ada yang gantiin aku ataupun Adit, jadi kamu nggak perlu capek-capek lagi kan ngurus sendirian, dan Kalau memang dia berbakat dan juga berpengalaman Ya udah gak apa-apa,dia punya bakat dan juga punya pengalaman kan?".
"punya sih ay tapi aku agak kurang sreg sama dia, soalnya dia itu perempuan ai dan dia dari Bali, ya kamu tahu lah gimana body goals cewek Bali".
__ADS_1
"oh jadi ceritanya yang jadi sekretaris kamu cewek seksi nih, terus kenapa kamu telepon aku kenapa kamu nggak tutupin aja, enak loh dapat rezeki nomplok,"jawab Tasya dengan nada yang sudah mulai kesal.
"rezeki nomplok apaan,aku nggak suka soalnya emang bukan tipeku banget, udahlah kayak gini ini bukannya untuk berantem, dan aku telepon kamu ya Karena aku emang bener-bener nggak suka sama dia, please ay besok ke kantor ya buat gantiin posisi Adit,"ujar Brian dengan nada memohon.
"Kalau aku ikut kamu ke kantor terus yang jagain Kenzo siapa, udahlah Bi gak apa-apa kok, Kalau kamu emang nggak suka ya udah jangan terima dia".
"ya tapi HRD ku bilang kalau dia itu sangat berpengalaman jadi dia maksa-maksa aku terus" .
"lah kamu kan atasan dan kamu berkuasa penuh atas hal itu, kenapa kamu bisa kalah sama HRD sih?".
"iya juga sih ai cuman dia maksa dan bilang kalau paling tidak kasih waktu training 3 hari".
"ya mungkin itu orang kepercayaan HRD, atau titipan dari keluarga HRD, biasalah jalur orang dalam,kalau kamu kan CEO kamu nggak terlalu ngerti kan soal kayak gini, tapi di dunia kerja emang ada halnya jalur orang dalam, ya kayak gini semua hal dilakukan karena orang itu adalah titipan".
"jangan macam-macam, sampai aku bisa ngebuktiin kalau si sekretaris baru ini cuman jalur orang dalem aku bakalan langsung pecat HRD ku sama si sekretaris ini".
"iya deh iya terserah kamu aja ya, Ya udah Bi aku matiin dulu ya soalnya aku lagi main sama Kenzo, nanti kalau udah jam makan siang baru deh kita teleponan lagi atau kita bisa video call".
"Ya udah Ay, jaga diri baik-baik ya tunggu aku pulang".
"iya Bi love you".
"love you too ay".
(panggilan pun berakhir).
-*-
setelah percakapan yang agak panjang barulah Brian melakukan pekerjaannya untuk meeting seperti biasanya.
__ADS_1