
Tasya terbangun di jam 03.00 dini hari,Ya sudah biasa terbangun di jam seperti ini karena ia harus memasak untuk keluarga kecilnya,walaupun itu terbilang pagi tapi Tasya melakukan hal itu agar ketika jam 06.00 pagi semuanya sudah selesai, apalagi Tasya di kediaman itu hanya sendiri dan asisten rumah tangga belum ada yang datang.
"ini udah jam 03.00 kan,"gumamnya sambil melihat ke arah jam dinding yang tepat berada di depannya.
Tasya hendak terbangun dari tidurnya, tapi tiba-tiba ada sosok tangan kecil yang memeluk perutnya.
"jangan ke mana-mana, temenin Kenzo,"ucap Kenzo dengan suara kecil.
ia hanya tersenyum dan membelai pelan rambut putra kecil .
"adik di sini dulu ya,kakak mau masak kalau kakak gak masak terus kamu mau makan apa sama Abang,"jawab Tasya dengan membelai pelan rambut Kenzo.
"Kenzo ikut boleh?,"tanya Kenzo yang berusaha untuk membuka matanya.
"udah ya sayang kamu di sini aja,biar kakak yang masak dan kamu di sini bareng abang".
"tapi abang jahat pasti dia bakalan jailin aku nantinya".
"nggak akan pasti, udah kamu percaya aja,nanti kalau abang mau nakal-nakal langsung bilang ke kakak ya".
Kenzo menganggukkan kepalanya, dan di situ Tasya mulai pergi ke dapur untuk memasak.
"jadi gini ya rasanya nikah dan punya anak, walaupun itu bukan anak gue tapi gue rasanya kayak sayang banget sama dia, apalagi dia lengket banget ke gue, rasanya senang banget,"ucap Tasya sendiri sambil terus memasak .
saat Tasya sedang asyik memasak tiba-tiba ada tangan yang memeluknya dari belakang.
"kamu kok nggak bangunin aku dulu sih, kan kalau kamu bangunin aku, kamu jadi ada temennya di sini sayang,"ucap Brian sambil menaruh dagunya di atas pundak Tasya.
__ADS_1
"aku nggak bangunin kamu biar Kenzo ada temennya mas, lah kalau kamu nemenin aku di sini terus Kenzo sama siapa di dalam,"ucap Tasya sambil menoleh ke arah belakang.
"nggak usah khawatir soal Kenzo,iya kalau udah tidur pasti nggak bakalan bangun, kecuali dibangunin".
"udah ah kamu nih jangan terus-terusan di sini, kasihan Kenzo mas kamu balik aja ke kamar gih".
"ayolah sayang please, aku di sini aja dulu ya" .
"gak boleh kamu harus ke atas dan temenin Kenzo, aku nggak mau tahu pokoknya kamu harus ke atas sekarang!".
"yah sayang please aku kan juga pengen bareng sama kamu, lagian sayang kan hari ini kita libur sekolah dan juga kerja bahkan, terus ngapain kamu masaknya pagi banget sayang kan kita makannya juga bisa jam 07.00, jam 08.00, kita santai-santai aja dulu ini kan masih malam".
"aku gak masak sekarang terus kapan dong, pasti kalau aku tidur lagi sekalian nggak bakalan bisa bangun lagi nanti jam 04.00 an".
"tenang aku yang bakalan bangunin kamu kok, kan kamu tahu sendiri kalau aku setiap jam 04.00 pasti bakalan bangun".
Brian membelai pelan rambut Tasya,"udah ya kita istirahat sekarang,kamu kan takut kenzo-nya bangun lah kalau kita ngobrol terus di sini ,nanti Kenzo bangun Gimana?".
"Ya udah deh iya".
mereka berdua pun kembali ke dalam kamar dan di situ sudah ada Kenzo yang sedang meringkuk sendirian, lalu Tasya yang melihat itu pun menghampirinya dan memeluk Kenzo dengan erat.
"maaf ya dek karena kakak tadi kan buru-buru mau ke dapur, kakak gak jadi deh masak, kakak Sekarang temenin adik aja ya, tapi adik nggak boleh sedih,"ucap Tasya dengan lembut.
"tapi kenapa kakak tadi ninggalin aku, padahal kan aku sendirian di sini, aku ditinggalin sama Abang,"jawabnya yang menangis di dalam pelukan Tasya.
di situ Brian pun ikut memeluk adiknya,"maafin Abang ya karena abang tinggalin kamu tadi,Abang mau ke kamar mandi tapi airnya mati jadi Abang pergi ke kamar mandi bawah, ini Abang kan balik lagi bahkan Abang juga bawa kakak,"ucap Brian dengan lembut juga.
__ADS_1
"Jangan tinggalin Kenzo sendiri lagi ya, Kenzo takut dengan suara kucing yang terus mengeong,"ucap Kenzo dengan suara lirih.
"iya dek kakak sama Abang nggak bakalan ninggalin adik lagi kok, Ya udah kamu tidur lagi aja ya,"ujar Tasya dengan begitu lembut.
Kenzo pun mulai tidur kembali dan Tasya di situ membereskan baju-baju yang berantakan di dalam lemari, sedangkan Brian mengambil laptop dan mulai mengerjakan beberapa dokumennya.
"Kamu liburnya berapa hari sayang?,"tanya Brian.
"aku sih liburnya cuman dua hari aja, soalnya ini pun aku libur karena guru-guru lagi ke luar kota, Kalau kamu sendiri libur berapa hari mas,kok enak banget kamu tiba-tiba mutusin buat libur sendiri?".
"Kalau aku mah terserah aku aja,toh juga selama ini aku nggak pernah libur kok dari kantor,bahkan meskipun papa bilang aku disuruh libur buat istirahat sejenak Karena aku sakit, aku nggak pernah mau, ya Gimana ya, libur pun menurutku gak enak karena di rumah juga aku kan sendirian, aku di rumah bunda papa kalau siang aku tetap sendiri, bunda pergi nganterin adik sekolah sampai adik pulang sekolah, papah pergi ke kantor dan pulangnya sore".
"oh gitu jadi sebenarnya kita berdua sama dong, aku juga nggak pernah libur kok sekolah kecuali pas akhir-akhir waktu itu aja sih, aku nggak pernah libur sekolah meskipun aku sakit, karena ya alasannya sama kayak kamu, aku di rumah ya sendiri papa sama Mama sama-sama kerja dan aku cuman sama bibi aja".
"loh bukannya mama sayang banget ya sama kamu, bahkan aku juga tahu lho kalau mama kamu sering cuti buat nemenin kamu?".
"Ya itu mah sekarang-sekarang ini,kalau dulu mama sama papa itu jarang banget buat libur, kan ada waktu buat aku aja nggak pernah, cuman teman-teman ngelihatnya aku ya sebelah mata,dengan papah yang jabatannya sebagai direktur utama dan mamah juga memiliki jabatan yang sama tapi perusahaan yang berbeda membuat orang lain berpikiran kalau aku sudah hidup sempurna dan bahagia, padahal kebahagiaan itu menurutku bukan soal materi tapi soal waktu, aku malah iri sama temen-temenku yang mamahnya cuman jadi ibu rumah tangga, aku sangat iri kepada ayah teman-temanku yang pulang sore.
teman-temanku punya keluarga yang sempurna menurutku,meskipun mereka terhalang oleh ekonomi tapi mereka memiliki kebahagiaan sendiri dan kehangatan di dalam keluarga, sedangkan aku memiliki semuanya tapi tidak memiliki waktu dengan orang tua".
Brian di situ terdiam dan ia menghampiri Tasya lalu mengelus-elus pelan punggung Tasya.
"udah nggak usah dipikir lagi, toh itu kan kejadian masa lalu dan sekarang Kamu kan udah bahagia, udah ya nggak boleh sedih,"ujar Brian.
Tasya menganggukan kepala dan mereka berdua melanjutkan kesibukan mereka masing-masing, barulah ketika waktunya sudah tiba Tasya pun pergi ke dapur untuk memasak, dengan Brian menunggu di situ bersama dengan Kenzo yang sedang tertidur.
πΊπ«πΊ
__ADS_1
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya, dan terima kasih buat yang sudah setia membaca:)