
Di siang harinya Tasya dijemput oleh Brian ke sekolahannya, dan di situ mereka berdua langsung pulang ke rumah.
"kok kamu jemput aku, harusnya kan kamu sekarang lagi kerja?,"tanya Tasya.
"Ya nggak apa-apa lah Sayang lagian di kantor juga nggak ngapa-ngapain, baling-baling juga tanda tangan beberapa berkas itu aja, oh ya Sayang gimana sama pihak sekolah apa kamu udah ngasih tugas magang kamu?".
"ih sekarang kamu udah kebiasaan manggil aku sayang ya".
"emangnya kenapa sih sayangku yang cantik dan manis, toh aku juga panggil sayang kan ke istriku bukan ke pelakor".
"oh jadi kamu berniat buat ada pelakor di antara kita nih?".
"kan salah lagi deh aku, nggak gitu kok Sayang, udah ah aku ngomong yang lain-lain juga pasti bakalan dianggapnya serius sama kamu".
Brian tersenyum sama halnya dengan Tasya yang juga ikut tersenyum,sebelum mereka berdua sampai di rumah Tasya meminta berhenti di salah satu pertokoan untuk membeli es krim lalu mereka berdua pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah dengan membawa beberapa es krim yang sudah lengkap dengan box esnya.
"loh kok ada mobil bunda mas, emang bunda tadi ke sini?," tanya Tasya yang baru saja turun dari mobil.
"loh iya sayang kok ada di sini ya mobilnya bunda, padahal tadi aku ingat banget kok rumah lagi sepi dan aku juga nggak dikabarin sama sekali sama bunda".
Tasya hanya mengangguk-anggukan kepala dan ia pun membuka pintu lalu masuk ke dalam, tiba-tiba ada Kenzo yang berlarian dan memeluknya dengan erat.
"kakak cantik, hore aku bisa ketemu sama kakak cantik lagi,"ucap Kenzo dengan gembira sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan pelan dan terus memeluk Tasya.
Tasya pun mengangkat Kenzo dan menggendongnya,"loh adik kok ada di sini, adik datang sama siapa sayang?,"tanya Tasya sambil membenarkan rambut Kenzo yang agak berantakan.
__ADS_1
"aku datang dengan bunda".
beberapa saat kemudian Lulu pun datang dan langsung menghampiri menantunya itu,"Tasya kamu udah datang sekolah nak?,"tanya Lulu.
Tasya pun menurunkan Kenzo dan mencium punggung tangan Lulu, sambil sedikit menganggukan kepalanya dengan perlahan,"iya bunda ini baru aja datang, bunda dari kapan datang,kok bunda nggak kabarin aku dulu tahu gitu kan tadi aku langsung ke rumah bunda aja?,"tanya Tasya dengan sopan.
"nggak apa-apa nak toh juga bunda ke sini kan Karena ada kepentingan juga buat kalian berdua, oh ya Brian mana kok nggak kelihatan,jangan bilang sama bunda kalau kamu pulangnya sendirian dan tadi pas pagi kamu nggak diantar sama Brian?".
"enggak kok bunda aku diantar sama mas Brian, tadi mas Brian ada kok di belakangku entah ke mana sekarang, mungkin lagi ngambil sesuatu di mobil".
Lulu menatapnya dengan curiga dan Lulu diam sejenak di hadapan sang menantu,"kamu nggak bohong kan nak, kalau memang Brian ada terus mana dia kok gak ikut masuk?,"tanya lulu dengan lembut dan agak curiga.
Tasya hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, dan di situ Brian pun masuk lalu memeluk Tasya dari belakang dengan erat.
"kata siapa aku nggak jemput istriku,aku tadi ngantar istriku dan juga jemput istriku kok bun, is bunda aja yang nggak tahu,"jawab Brian sambil tetap memeluk Tasya.
"iya deh iya, tau banget bunda iya bunda tahu banget, kalian berdua emang pengantin baru tapi nggak seharusnya bermesraan di depan bunda kayak gini dong,"ucap Lulu sambil terus melirik ke arah tangan putranya.
"biarin aja yang penting kan aku meluk istriku,"jawab Brian sambil menaik turunkan alisnya.
"mas lepasin ah aku malu,"bisik Tasya.
"apa sayang kamu malu,jangan malu-malu atuh ini kan udah nikah jadi sah mau ngapain aja bahkan lebih dari ini juga nggak apa-apa,"jawab Brian yang sengaja suaranya dikeraskan.
Brian yang mengatakan hal itu,malah membuat Tasya semakin malu dan kini pipi Tasya sudah sangat memerah , Tasya pun hanya bisa menundukkan kepala dan tak berani untuk menunjukkan wajahnya.
__ADS_1
Lulu malah tertawa ketika melihat Tasya seperti itu dan Lulu pun membawa Tasya masuk bersama dengan Brian, lalu Lulu menyuruh Tasya untuk berganti pakaian terlebih dahulu barulah nanti Lulu akan mengatakan sesuatu yang penting kepada Brian dan juga Tasya.
"Ada apa bunda,tumben-tumbenan banget bunda ke sini emangnya ada sesuatu yang penting kah?,"tanya Brian.
"iya sayang ada sesuatu yang penting yang mau bunda katakan ke kamu dan juga Tasya,oh ya bentar ini Kenzo mana kok dari tadi nggak ada?".
"Kenzo lagi ada di kamar atas bun,tadi ada anak tetangga yang datang biasalah Kenzo biasanya main sama anak tetangga itu,"jawab Tasya.
"oh ya udah sayang kalau gitu, oh ya kembali ke topik ya, jadi gini papa kan sekarang lagi ada di luar kota,jadi bunda di rumah cuman sendirian dan cuman ada beberapa bibi lah yang stay di rumah kayak biasa, bunda sebenarnya berniat untuk menginap di sini, tapi tadi papa nelpon dan nyuruh buat siap-siap karena papa mau jemput bunda".
"lalu apa bunda kok bunda Malah ngomongnya muter-muter kayak gini, emang ada apa sih Bun, gini aja deh apa inti dari semuanya?,"jawab Brian.
"gini loh maksud bunda itu bunda mau titip Kenzo di sini ya nak, setelah ini kan Tasya juga liburan panjang dan kamu pasti bisa dong cuti dari kantor beberapa hari, nggak papa kan kalau bunda titip Kenzo,"ucap sang ibu sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya.
"ih bunda, masa bunda nggak tahu sih kan aku masih belum ekhemm,"jawab brian.
Lulu menutup mulutnya sambil tersenyum jahil,"ya bunda tahu sih sayang tapi kan gimana orang ini juga urgent,kalau bunda nggak ikut papa nanti gimana dong papa di sana kan sendirian, nggak papa lah cuman 3 harian, selain itu kamu bisa kapan-kapan aja sama istri kamu,"Jawab dulu dengan nada jahil.
Bryan memanyunkan bibirnya sedangkan Tasya terlihat plonga-pelonga seperti orang tidak tahu apa-apa,"ya udah bunda gak apa-apa kok Kenzo ada di sini,lagian aku juga senang kalau ada Kenzo di sini kan aku jadi punya temen main,selama mas Brayan masih belum pulang kantor jadi aku kan nggak sendirian di rumah,"jawab Tasya dengan santai.
Brian menatap ke arah Tasya dengan tetapan sedih, sedangkan Tasya hanya menganga dan menunjukkan sikap seperti orang yang sedang bertanya.
"Oke Sayang kalau gitu makasih ya nak,ya udah bunda titip Kenzo ya, bunda pulang dulu Sayang, dadah sayangnya bunda,"ucap dulu sambil melambai-lambaikan tangan dan juga senyum penuh kemenangan.
Brian hanya bisa tersenyum terpaksa dan berjalan menuju ke dalam bersamaan dengan Tasya yang juga masih kebingungan,lalu mereka berdua pun bermain dengan Kenzo di atas bersama dengan teman Kenzo yaitu anak dari tetangga.
__ADS_1
🌺💫🌺
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya, maaf kalau ada salah kata atau typo di setiap katanya:)