
Hari ini Brian harus pergi ke kantor, walaupun ia sudah mengatakan kalau dirinya ingin libur, tapi ternyata itu tidak dapat dilakukannya,kantor membutuhkan kehadirannya karena saat ini adit pun juga masih belum pergi ke kantor dan tidak bisa untuk menggantikan Brian.
"harus banget kamu ke kantor hari ini By?,"tanya Tasya dengan tatapan yang sangat menggemaskan.
"Maaf ya Ay aku harus pergi hari ini, kan kantor butuh banget sosok aku, Ya sebenarnya sih aku juga pengen libur tapi mau gimana lagi, daripada kantor berantakan, Ya udah lebih baik aku datang hari ini, Atau gini aja kalian berdua ikut ke kantor ya, aku nggak bisa ninggalin kalian berdua di rumah ini, aku kayak nggak tenang aja,"jawab Brian dengan membelai pelan rambut Tasya.
"enggak deh, aku takut bunda nanti datang kalau pas aku ke kantor, nanti bunda nggak bisa masuk ke rumah dong Karena kan rumahnya dikunci, dan bunda malah nyariin kita lagi".
"udah nggak akan kalau itu, orang bunda kalau keluar sama papa itu pasti lama, nggak mungkin bunda cuman bilang 3 hari, orang paling sebentar 5 hari, aku udah sering banget dikibulin sama bunda ay, aku sering dititipin Kenzo sama bunda dulu".
"jadi kita nggak papa nih pergi ke kantor tanpa nungguin bunda datang dulu?".
"Ya nggak apa-apa lah,ya nanti kalau bunda pas mau pulang kita kan bisa telepon dulu ke bunda, bilang kalau kita semua lagi ada di kantor, bunda bakalan nyusulin kita ke kantor kok".
"oh ya udah deh kalau gitu, aku siap-siap ya, mas kalian aku mau pergi ke Kenzo dulu buat siapin semua kebutuhan Kenzo di sana, jadi pas kita di kantor kita nggak usah kebingungan lagi untuk mencari apa yang dibutuhkan oleh Kenzo".
"iya Ay, aku tungguin di bawah ya sama sekalian aku mau manasin mobil dulu, kasihan mobilnya kalau nggak dipanasin dulu".
__ADS_1
Tasya tersenyum dan menganggukan kepala, barulah setelah itu Brian keluar dari kamarnya dan memanaskan mobil terlebih dahulu, setelah Tasya selesai menyiapkan semuanya kini mereka bertiga pun berangkat bersama-sama menuju ke kantor.
"kakak, kenapa kita ikut Abang, kan kita bisa ada di rumah berdua, kita bisa main-main bareng-bareng?,"tanya Kenzo yang kini berada di atas pangkuan Tasya.
"kan di rumah kita cuman berdua aja dek, ya sepi lah nggak enak kalau cuman berdua aja, baru kalau ada abang atau ada bibi, kita bisa berdua di rumah,"jawab Tasya dengan lembut sembari membelai pelan rambut Kenzo.
"iya lagian Kamu mau ngapain berdua sama kakak,kapan-kapan kalau bibi udah datang mudik baru Abang izinin kamu bareng sama kakak, oh ya dek di rumah ada kasus pencurian yang lagi marak banget,daripada kalian berdua jadi salah satu korban lebih baik kalian ikut Abang aja, toh di kantor juga semuanya sekarang udah lengkap dek kamu nggak usah khawatir,"sambung Brian.
"tapi aku bisa menjaga kakak, nanti aku akan datang kepada kakak dan langsung memukuli penjahat itu,aku akan selalu menjaga kakak dan aku tidak akan pernah membuat kakak tersakiti".
Brian tersenyum dan ia agak mengacak rambut Brian,"kamu itu masih kecil mana bisa kamu ngelindungin kakak kamu sendiri, jangankan untuk melindungi kakak ditinggal ke dapur aja kamu udah nangis,"ucap Brian.
seperti biasa semua orang-orang menunduk ketika Brian dan rombongannya datang,bahkan tak sedikit orang yang juga mengikuti langkah Brian menuju ke dalam ruangannya.
"maaf tuan ini ada yang harus ditandatangani oleh anda,"ucap salah satu staf yang berada di belakang Brian sambil menunjukkan sebuah berkas.
Brian langsung menandatanganinya tanpa membaca terlebih dahulu.
__ADS_1
"kalau masih ada yang mau ditandatangani, terus saja semuanya di atas meja saya, oh ya tolong sama aturkan jadwalnya, sementara yang mengatur kamu saja Indi,saya percaya dengan kamu karena selama ini yang menggantikan Adit adalah kamu,tolong aturkan jadwal agar saya tidak usah keluar dari kantor hari ini,jika ada meeting di luar kantor tolong undur besok saja,atau kalau mereka mau tetap memutuskan untuk meeting ya sudah suruh mereka untuk datang ke kantor!,"jelas Brian.
"baik Tuan saya mengerti dan saya akan mengatur kan jadwal-jadwal itu untuk Tuan,"jawab indi
Di saat sudah sampai di ruangan Brian,semua mulai bubar satu sama lain begitu pula dengan Indi yang kembali ke tempat duduknya, dan kini di dalam ruangan Brian hanya ada 3 orang.
"oh ya Ay Hari ini aku ada meeting penting sama beberapa klienku,tapi aku nggak meeting keluar kantor kok, aku cuman meeting di dalam kantor aja ,tadi aku udah nyuruh Indi buat atur semuanya, aku cuman mau bilang di ruangan ini ada tempat rahasia dan untuk membuka ruangan tersebut kamu sebutkan aja tanggal pernikahan kita, nanti ruangannya akan terbuka sendiri ,oh yasama satu lagi jangan lupa buat menepuk tangan tiga kali untuk menutup pintu itu,"ujar Brian.
"maksudnya apa By kok aku nggak pernah tahu kalau di ruangan ini ada ruangan rahasia,padahal kan dari dulu aku ada di dalam ruangan ini juga tapi aku nggak pernah tahu kalau di dalam sini masih ada ruangan lain?".
"ya karena emang udah lama aku gak masuk ke sana lagi Ay, aku dulu cuman gara-gara kalau ada meeting yang terlalu malam atau pas lembur males buat pulang, jadi aku tinggal di sini sebentar ya menginap juga sih, lah kalau sekarang kan Di rumah ada kamu, kalau aku nginep nanti kamu sama siapa, jadi ruangan itu udah lama aku gak pake, cuman OB kepercayaanku sering banget buat ngebersihin ruangan itu, bahkan setiap hari, ya cuman si OB itu aja yang tahu Apa kodenya".
"Ya sama aja kalau itu mah bukan rahasia, kalau rahasia cukup kamu dan akulah yang tahu, kalau OB aja tahu Ya siapa tahu juga orang lain nggak sengaja dengar".
"tenang aja setiap hari aku ganti kok passwordnya, kalau pas udah selesai dibersihin aku langsung ganti password ay".
Tasya menganggukan kepalanya, dan ia pun mulai mencoba apa yang dikatakan oleh sang suami ketika suaminya sudah pergi,sedangkan Kenzo kini berada di luar dan sedang bermain dengan staf wanita yang sangat menyukai Kenzo.
__ADS_1
🌺💫🌺
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.