SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Cemburu


__ADS_3

 Hari ini Tasya sudah mulai masuk sekolah lagi, sedangkan Kenzo dan juga Brian sudah mulai melakukan aktivitasnya masing-masing, Kenzo sudah dijemput oleh sang ibu dan Brian juga sudah mulai pergi ke kantor.


  "Ya udah mas anterin aku sampai sini aja ya, aku bisa kok jalan sendiri kayak biasanya,"ujar Tasya sambil mencium punggung tangan Brian.


  "yah masak sampai persimpangan jalan ini terus, sekali-kali ayolah aku anterin kamu ke gerbang,toh juga gak akan ada yang tahu kan kalau kamu itu sudah bersuami".


  "emang bener sih gak akan ada yang tahu kalau aku itu udah nikah sama kamu, Tapi yang aku takutin itu para orang-orang yang ada di luar sana, kan nggak ada yang tahu juga apakah orang itu suka atau enggak, nanti takutnya ada salah satu haters yang melihat kamu mengantarkan aku sampai ke gerbang dan ada rumah-rumor aneh di antara kita,orang masih belum kayak gitu aja udah ada rumor yang aneh-aneh tentang kita apalagi kalau secara terang-terangan".


  "Ya udah deh iya,aku juga nggak mau nanti kamu malah kena imbasnya karena keegoisanku, Ya udah Ay Kamu sekolahnya yang rajin ya, nanti aku jemput Kalau kamu udah pulang sekolah, jangan lupa kabarin aku nanti ya".


 Tasya menganggukan kepala dan di situ Tasya keluar dari mobil, tapi tanpa ia sadari ternyata di belakangnya sudah ada Edo yang saat itu berjalan kaki.


  "loh tas kok lo ada di sini sih, lu dianterin sama siapa?,"tanya Edo.


"oh ini gue dianterin sama sepupu gue, Ya udah yuk kita berangkat bareng ke kelas,"jawab Tasya yang buru-buru mengajak Edo pergi.



"oh oke, yuk kalau mau berangkat bareng,"jawab Edo.


Edo dan Tasya pun berangkat bersama menuju ke sekolah, dan di situ tanpa Tasya ketahui, Bryan yang berada di dalam mobil menahan emosinya Brian yang berada di dalam mobil menahan emosinya,bahkan wajah Brian mulai memerah karena saking kesalnya melihat sang istri berdua dengan seorang laki-laki.


"harus banget ya deket itu,padahal kan dia istriku kenapa juga bocah itu malah dekat-dekat sama istriku, awas aja kalau sampai macam-macam, gue gak bakalan kasih ampun buat bocah tengil itu,"ujar Brian dengan kesal sambil menggebrakan setirnya.


Brian pun melanjutkan perjalanan menuju ke arah kantor, sampainya di kantor ternyata Adit sudah berada di ruangannya dengan duduk di kursinya sendiri.


"pagi pak bos, tumbenan amat datangnya se pagi ini?,"tanya Adit sambil meminum kopi.



"dari kapan kamu datang, kenapa saya tidak melihat kamu sama sekali dari tadi, bahkan mobil kamu juga tidak ada di parkiran?,"jawab Brian dan balik bertanya dengan nada yang agak kesal.



"ya karena saya kan pakai taksi pak bos, oh ya pak bos gimana sama Bu bos, kok gak dibawa ke sini".



"lagi sekolah, udahlah sekarang kamu atur semua jadwal-jadwal saya, dan atur juga agenda saya hari ini, kalau perlu kamu print satu-satu semuanya, kirimin file-nya ke saya!,"jawab Brian dengan tegas.


("si pak bos nih kenapa sih, kok sensian amat, Apa karena gue udah lama gak masuk kerja ya, atau karena ada masalah sama istrinya,"pikir Adit).

__ADS_1


tiba-tiba di situ Brian menghampiri adik dan ia duduk tepat di kursi depan Adit.


"Adit bukannya kamu sudah memiliki tunangan ya?,"tanya Brian tiba-tiba.



"kenapa pak bos tanya itu?".



"jawab saja, kamu punya tunangan kan?".



"Ya seperti itulah".



"saya ada pertanyaan sama kamu,jika seandainya tunangan kamu pergi dengan seorang laki-laki, apakah kamu akan marah?".


Adit mengernyitkan dahinya, ("apa-apaan, kenapa pertanyaan pak bos jadi random kayak gini?,"pikir Adit).


"jawab Adit, apakah pertanyaan saya kurang jelas?,"tanya Brian lagi.




"kenapa jawabanmu seperti itu, apakah kamu tidak memiliki perasaan, ya kamu bayangkan saja mana ada sih sahabat ataupun teman dari lawan jenis yang sangat akrab tanpa memiliki sebuah perasaan di antara mereka?,"ujar Brian dengan nada yang agak emosi.



("sungguh emosional sekali anda,"ucap Adit dalam hati).



"bukan seperti itu pak bos, tapi kan kita memang tidak tahu Apa hubungan dari wanita dan laki-laki itu,ya memang yang diucapkan oleh pak bos ada benarnya tapi apa salahnya sih kalau kita berprasangka baik terlebih dahulu".



"sudahlah, bicara denganmu sama saja tidak ada gunanya, kamu seakan tidak peduli,"jawab Brian lalu pergi ke tempat duduknya lagi.

__ADS_1


Adit hanya menggeleng-gelengkan kepala ketika melihat tingkah bosnya yang seperti itu, tapi ia mencoba untuk mencerna apa yang terjadi kepada bosnya dan juga istrinya, karena terlihat sekali kalau ini adalah pertengkaran antara suami dan istri.


"Kalau pak bos pengen semuanya aman dan baik-baik saja, solusinya itu cuman satu, kasih aja tanda kepemilikan,kalau sudah ada miliknya pasti nggak bakalan berani buat banyak berulah, kan semua sudah menjadi hak milik, ya sama seperti halnya kontrak lah, karena kalau memang sudah menjadi milik, dia pasti takut dan worry untuk dekat dengan yang lain,"ucap Adit dengan suara pelan sambil bermain handphone.


Brian yang mendengar itu langsung menghampiri Adit dan duduk di kursi depannya lagi.


"Apa maksud dari ucapan kamu tadi?,"tanya Brian.



"memangnya saya bicara apa Tuan?".



"tidak saya tidak mau bicara apa-apa, memang Apa yang tuan dengar?".



"kamu tadi berbicara tentang hak milik hak milik, Apa maksud kamu, dan apa ucapanmu tadi?".



"ya maksud saya tentang kontrak tuan, iya maksud saya itu tentang kontrak".



"tidak kamu mengatakan hal lain, Tapi maksud saya maksud dari ucapanmu itu apa, dan bagaimana".



"ya coba saja dicerna lagi apa yang saya ucapkan tuan, setelah ini anda mengerti, oh Ya Tuan sekarang sudah waktunya untuk meeting,kita bisa berangkat sekarang karena sudah ditunggu oleh klien di ruang meeting saya dari tadi".



"Oke kalau begitu".


Brian dan Adit pun pergi bersama-sama menuju ke ruang meeting, dan di situ Bryan masih mencoba untuk mengerti setiap kata dari Adit tadi,dan ketika beberapa saat kemudian Brian pun mengerti dan senyum-senyum sendiri di sepanjang perjalanan, karena ia mulai merencanakan sesuatu mengenai pikirannya itu.


sampainya di ruang meeting Brian pun memulai meetingnya dengan keadaan semangat dan juga penuh senyum bahkan lebih senyum daripada biasanya.


🌺💫🌺

__ADS_1


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.


__ADS_2