SI CANTIK MILIK CEO

SI CANTIK MILIK CEO
Sepupu


__ADS_3

 Pulang sekolah pergi ke ruang tengah karena ia sangat capek sekolah seharian, dan setelah merenggangkan otot-ototnya,lalu Tasya pun pergi ke dalam kamarnya untuk menaruh semua barang-barangnya dan pergi lagi ke ruang tengah.


  "sepi juga ya rumah kalau nggak ada mas Brian, apa telepon dia aja ya?,"ujarnya sambil melihat ke arah handphone miliknya.


 karena merasa kesepian Tasya pun menelpon Brian yang kini sedang berada di kantornya.


***


  "halo ay, ada apa, kok tumben kamu nelpon aku siang-siang kayak gini, emangnya boleh ya bawa handphone ke sekolah?,"tanya Brian.


  "kok bisa sih kamu kirain aku ada di sekolah, ini kan udah jam 2 siang, lagian kamu nggak jemput aku sih".


  "iya kah, aku pikir ini masih jam 11.00 siang loh, soalnya aku nggak ngelihat jam sama sekali dari tadi, aku dari tadi meeting terus sayang, Maaf ya karena aku nggak sempat jemput ,tapi kamu pulangnya sama siapa tadi?".


  "aku tadi pulang naik angkot, ongkos aku cuman cukup buat naik angkot".


  "lah kok nggak naik taksi aja, kan aku udah kasih semua kartu-kartunya, oh ya sama kartu yang VIP udah aku taruh di bawah laci sayang, Kamu pakai aja buat belanja atau buat apapun lah, karena itu udah punya kamu".


  "tapi By aku nggak nyaman, aku nggak pernah pakai kartu selama ini, aku selalu pakai uang cash jadi kalau disuruh buat pakai kartu kayak gimana gitu, dan lagi emang ada taksi yang pembayarannya pakai kartu?".


  "Ya udah nanti sepulang aku ngantor,aku bakalan tarik tunai biar kamu punya uang cash".


  "makasih By,ya udah aku matiin dulu ya soalnya aku dengar ada klakson mobil tuh di depan".


  "Ya udah Ay jaga diri baik-baik ya,maaf karena aku nggak bisa pulang untuk makan siang, tapi aku usahakan buat pulang sore, Jangan lupa makan ya ay".


  "ya By, assalamualaikum".


  "waalaikumsalam ay".


panggilan berakhir


***


 setelah selesai berteleponan dengan Brian, Tasya senyum-senyum sendiri dan ia tidak henti-hentinya mengingat kembali ucapan manis dari Brian.


 ("gue nggak pernah nyangka kalau ini bakalan terjadi ke gue sendiri, padahal dulunya gue udah beneran pasrah, akhirnya pernikahan yang gue idam-idamin kejadian juga, tapi bentar deh, siapa sih di depan kok kayaknya gaduh banget,"ucapnya dalam hati

__ADS_1


 Tasya pun pergi ke depan dan ia melihat ibu mertuanya datang bersama dengan seorang gadis yang lebih kecil darinya.


  "halo sayang bunda datang,oh ya nak Brian mana kok bunda nggak ngeliat Brian sama sekali?,"tanya Lulu.


  "mas Brian lagi kerja bunda, bunda kok gak bilang-bilang Kalau mau ke sini, tau gitu kan dari tadi aku keluar Bun".


  "Ya nggak apa-apa lah, namanya juga surprise mau gimana lagi, oh ya sayang kenalin ini sepupunya Brian, lebih tepatnya ini anak dari kakaknya papa".


 Tasya tersenyum dan orang itu juga tersenyum, lalu mereka berdua pun berjabatan tangan.


  "halo kakak perkenalkan nama aku malah quinisa, panggil aja aku mala,"ujar gadis itu dengan tersenyum.


  "halo juga, salam kenal, oh ya nama aku Tasya panggil aja dengan sebutan kak Tasya ya".


  "kakak sepertinya masih sekolah ya, Kalau boleh tahu kakak kelas berapa sekarang?".


  "iya aku masih sekolah,aku masih kelas 12 tapi sebentar lagi mau lulus Kalau kamu sendiri?".


  "aku kelas 9 kak".


  "Ya sudah bunda mau pulang aja ya, untuk sementara waktu bunda titip mala di sini dulu ya sayang,soalnya bunda dan juga papa mau pergi sedangkan Mala baru saja datang dari luar kota, daripada mala ada di sini sendirian jadi titip Mala aja ya,"ujar Lulu dengan berpamitan.


  "loh Tante kok aku malah ada di sini, aku nggak enak sama kak Tasya,di sini sudah ada kak Tasya masa iya aku ada di rumahnya kak Tasya bersama dengan kak Brian?,"ujar Mala.


  "udah gak apa-apa, ya kan sayang nggak apa-apa kan, ini bunda titip Mala ya,"Jawab Lulu dengan lembut.


 "iya bunda tidak apa-apa kok,"jawab Tasya dengan tersenyum.


 setelah itu Lulu pun pulang, dan meninggalkan Mala di situ.


  "oh iya malah kamu tidur di kamar tamu dulu ya sementara, soalnya kamar yang satunya masih belum dibersihkan,"ujar Tasya.


  "iya kak santai aja, aku ngerti kok, biasanya aku ada di kamar sampingnya kamarnya kak Brian".


  "maksud kamu, berarti kamu sering dong datang ke sini?".


 mala menganggukan kepalanya, dan ia terlihat santai tanpa ada rasa tidak nyaman sama sekali.

__ADS_1


  "oh pantes aja di kamar itu ada beberapa kunciran rambut dan juga beberapa baju kecil, kakak pikir itu punya siapa ternyata punya kamu toh".


"iya kak dulu aku sering banget nginep di sini, bahkan setiap aku liburan sekolah pasti aku bakalan datang ke sini dan menginap, tapi dari dulu aku nginepnya sama mama dan papa juga,sedangkan kalau sekarang mama papa ada di luar negeri jadi nggak bisa buat nemenin aku nginep di sini".



"tapi kok tumben kamu nginep di sini, kenapa nggak dari waktu-waktu itu aja?".



"ya karena aku kan liburnya lebih banyak hari ini kak,sebenarnya aku berniat untuk menginap satu minggu di sini sekalian nungguin Mama papa dari luar negeri,tapi entahlah aku tidak tahu kalau seandainya 3 hari lagi papa Mama datang ya udah aku pulang sama mereka".



"oh ya udah kalau gitu nginep aja selama orang tuamu belum datang, Ya udah kakak masuk dulu ya soalnya kakak mau istirahat sebentar".


Mala menganggukkan kepalanya, dan di situ Tasya mulai berjalan menuju ke arah tangga.


"kenapa bisa Abang menikahi orang sepertimu, apakah selera Abang begitu rendah, atau kalian berdua di jodohkan, berarti selera tante dan om lah yang sangat rendah,"ujar Mala dengan nada bicara yang santai sambil memainkan jemarinya.


Tasya yang mendengar itu sontak berhenti, dan Tasya membalikkan badannya melihat ke arah malah yang menatapnya dengan tatapan penuh kelicikan.


"maksud kamu apa, kenapa kamu tiba-tiba mengatakan hal itu?,"Tasya yang kini tepat berada di depan mala.



"aku tanya soal apa, sepertinya aku tidak mengatakan apa-apa dari tadi, memangnya aku mengatakan apa kak, apa kakak salah dengar?,"jawab malah dan balik bertanya.



"oh tidak, Ya sudah maaf ya, kakak balik dulu ke kamar, setelah ini kamu istirahat saja di manapun".


Tasya menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan dan ia pun berjalan menuju ke arah tangga lagi dan tak memperdulikan apa yang akan didengarnya lagi, karena ia benar-benar tidak tahu apakah ya salah mendengar atau memang tadi mala yang mengatakan sesuatu kepadanya.


🌺💫🌺


Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.

__ADS_1


__ADS_2