
Di malam harinya ketika Tasya menunggu kedatangan suaminya, tiba-tiba ada penjual bakso keliling yang melewati area rumahnya,dan bersamaan dengan kedatangan Kenzo yang tiba-tiba duduk di atas pangkuannya.
"kakak lagi nungguin siapa, kakak masih nunggu Abang, pasti abang lagi lembur, kenapa kita tidak tidur saja?,"tanya Kenzo dengan suara yang sudah agak serak karena terlalu ngantuk.
"Kenzo Kalau kamu emang ngantuk kakak temenin aja ya, setelah itu kakak harus nungguin abang,kalau bukan kakak terus siapa dong yang bakalan bukain pintu buat abang,"jawab Tasya dengan membelai pelan rambut Kenzo .
"Ya sudah kalau memang kakak mau menunggu Abang, lebih baik aku juga ikut menunggu karena kakak pasti tidak ada yang menjaga,boleh kan kak aku nunggu di sini bareng sama kakak?,"tanya Kenzo dengan raut wajah Memohon.
"boleh kok, tapi kalau kamu emang ngantuk banget nggak apa-apa, kita masuk dulu ke dalam terus kamu tidur nanti kakak bakalan nyusul".
"tidak aku akan menunggu bersama dengan kakak, Karena tadi aku sudah berjanji kepada Abang untuk menjaga kakak dan selalu bersama dengan kakak".
__ADS_1
Tasya tersenyum sembari mengganggukan kepalanya, dan di situ Kenzo bersandar kepada Tasya, hingga tak terasa Kenzo terlelap di dalam dekapan Tasya.
beberapa waktu berlalu, dan Brian masih belum pulang juga, sampai jam menunjukkan pukul 21.45 barulah Brian pulang dengan keadaan baju yang sudah acak-acakan dan juga rambut sangat lepek.
"loh kamu kok nungguin di luar, kenapa gak nungguin di dalem aja?,"tanya Brian dengan membelai pelan rambut Tasya.
"sebenarnya aku juga pengen nungguin di dalam, tapi ini Kenzo malah tertidur di pangkuanku, Ya udah daripada aku nanti bergerak terus dianya bangun,"jawab Tasya sambil mendongak dan melihat ke arah Brian.
Brian langsung mengangkat tubuh mungil Kenzo dan membawanya masuk ke dalam rumah untuk ditidurkan di kamarnya, setelah itu Brian pergi keluar untuk bertemu dengan Tasya yang ada di ruang tengah.
"kamu masih belum tidur juga, kan aku udah pulang ay?,"tanya Brian yang duduk di sampingnya.
Brian menggelengkan kepalanya,dan iya Malah merebahkan tubuhnya lalu membaringkan kepalanya di atas pangkuan, Brian juga mengambil tangan Tasya dan ditaruhnya di atas kepala.
"aku tidur di sini aja ya, barengan sama kamu, nanti kalau kamu udah ngantuk, jangan lupa buat ngomong ke aku ya biar kita bisa pindahnya barengan ke dalam kamar, aku gak mau sendirian di dalam kamar,"ujar Brian dengan mata yang terpejam.
__ADS_1
"nggak gitu dong, Ya udah deh kita ke kamar aja yuk, biar kamu bisa rebahan di sana, kalau di sini nanti kamu malah sakit semua" .
Tidak ada jawaban sama sekali dari brian, ketika Tasya melihat ke brian, ternyata matanya sudah terpejam dan dengan begitu nyenyaknya.
"semangat ya , maafin aku karena aku nggak bisa bantu apa-apa, tapi kamu begitu baiknya ke aku, I love you lelaki terbaikku,"gumam Tasya dengan membelai pelan rambut Brian.
Tasya terus menonton televisi hingga malam hari, dan ketika Tasya sudah mulai mengantuk ia pun mematikan televisi itu, lalu mengajak Brian untuk pindah ke dalam kamar.
"gimana kalau kita tidurnya di kamar aja yuk, kalau di sini kamu Malah semakin sakit semua,"ujar Tasya dengan mengusap-usap pipi Brian.
"Ya udah Ay, aku juga capek".
mereka berdua pun pindah masuk ke dalam, dan setelah itu mereka melanjutkan untuk tidur di dalam kamar dan bersebelahan dengan Kenzo yang juga berada di dalam kamar tersebut namun ranjang yang berbeda.
memang Kenzo tidak satu ranjang dengan mereka berdua, karena Brian di saat tidur sangatlah lincah dan aktif meskipun wajahnya sangat tenang dan juga sangat tampan.
__ADS_1
πΊπ«πΊ
Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya yah, maaf untuk hari ini sedikit aja.