Si Kembar Bunga Desa

Si Kembar Bunga Desa
Menantikan Akibat


__ADS_3

Kegiatan yang padat benar-benar melelahkan hari ini. Namun, Ayuna tak boleh patah semangat. Ia harus mengambil kerja tambahan lagi untuk mengganti uang yang ia pakai bayar makan sang ayah, uang bayar semester terpaksa harus kembali ia kumpulkan. Dan malam ini sudah menunjukkan angka sepuluh malam. Dimana cafe nampak semakin ramai sebab ada acara party. Ayuna mulai sibuk kesana kemari menata semua hidangan yang sudah di pesan.


Jika boleh jujur kedua kakinya terasa seperti mau lepas ketika ia paksa terus melangkah. Ayuna sangat lelah bolak balik sejak tadi.


Ia tak sadar jika kegiatan itu terekam oleh beberapa pria yang bertugas mengawalnya. Dan video itu sampai pada pria yang juga tengah lembur di kantornya saat ini.


“Huh, Yuna…bagaimana kalau kau sampai sakit?” gumamnya tak tega melihat Ayuna yang kerja dengan tangan yang beberapa kali ia kibaskan agar tak kaku.


“Kenapa sampai semalam ini?” Suara Rangga terdengar ketika sambungan telepon dengan sang anak buah terhubung.

__ADS_1


“Lapor, Tuan. Sepertinya Nona Ayuna sedang lembur karena ada acara ulangtahun di cafe itu.” Kesal mendengar sang pujaannya bekerja semalam itu, Rangga segera mematikan ponsel dan meminta alamat Ayuna kerja saat ini.


Malam itu juga ia datang menemui Ayuna. Banyak hal yang ingin ia sampaikan pada Ayuna. Bahkan Rangga juga meminta pada anak buah untuk mengurus segala hal di kampus Ayuna. Ia tahu tingkah kasar Ayana selalu berusaha menindas Ayuna.


“Mau kemana, Ngga?” Suara sang mamah yang tiba di depan loby kantor membuat pemuda itu menghentikan langkahnya.


“Mamah?” Rangga kaget sebab ini sudah malam.


“Mah, aku harus menemui-“

__ADS_1


“Mamah yang akan urus. Kamu pulang sama mamah. Dia akan berontak kalau kamu datang di tempat kerjanya. Semua sudah melaporkan pada mamah kok. It’s okey.” Wajah tegang Rangga berubah tersenyum mendengar ucapan Putri.


Jika di artikan sang mamah pun begitu mendukung wanita pilihannya saat ini. Patuh, Rangga pun pulang. Benar apa yang di katakan sang mamah. Jika Ayuna pasti akan marah padanya ketika datang mengacaukan jam kerjanya. Mengingat sikap gadis lugu dan lembut itu sering menjelma menjadi harimau yang sangat garang.


Kegelisahan Rangga tengan Ayuna sudah selesai. Selebihnya adalah urusan sang mamah. Sementara di sisi lain ada gadis yang jauh gelisah memikirkan Rangga yang tak kunjung datang.


Ayana benar-benar sangat bosan menjalani harinya di desa. Biasa di kota ia akan senang-senang dengan Berson mau pun temannya. Hanya menunggu kiriman uang setiap waktu sungguh menyenangkan bagi Ayana. Berbeda ketika di desa. Ia harus berpenampilan jelek, kerja di tempat yang membosankan. Tak ada teman yang bisa ia kunjungi sebab semuanya sudah di kota untuk menempuh pendidikan.


“Kalau begini ceritanya bisa-bisa dia lupa sama janjinya, tapi kalau aku yang datangi pasti curiga. Ah aku harus gimana sekarang?” Ayana nampak bingung.

__ADS_1


Sampai saat ini pun Rangga belum datang ke desa. Seharusnya Ayana sudah di jemput ke kota untuk persiapan pernikahan seperti yang pria itu janjikan.


Tanpa ia tahu jika dirinya telah ketahuan menipu Rangga. Sepertinya Ayana harus bersiap untuk menerima semua akibat dari apa yang ia lakukan pada Rangga. Pria yang tidak akan mudah begitu saja membiarkannya terlepas setelah apa yang ia lakukan selama ini sangat mempermalukan Rangga.


__ADS_2