Si Kembar Bunga Desa

Si Kembar Bunga Desa
Misi Sang Mamah


__ADS_3

Betapa tidak bahagianya Rangga siang ini ketika sang anak buah mengirimkan sebuah video dimana memperlihatkan seorang gadis cantik tengah tersenyum duduk berdua dengan wanita paruh baya yang tidak asing baginya. Kehadiran sang mamah benar-benar di luar dugaan Rangga. Wanita itu menepati janjinya untuk meneruskan semuanya. Sedang Rangga hanya di suruh fokus bekerja sebab telah mengeluarkan banyak kerugian untuk memberikan tanah cuma-cuma serta uang pada warga desa tempat Ayuna tinggal.


“Mamah ini benar-benar surprise untukku.” gumam Rangga begitu senangnya.


Gadis yang tengah memakai seragam kerja di video itu tampak berbicara dengan akrab pada sang mamah.


“Nyonya, saya benar-benar minta maaf. Saya akan buatkan minuman baru lagi.” Di sini Ayuna merasa bersalah sebab tak sengaja tubuhnya menyenggol lengan Putri.


Padahal ia tidak tahu saja jika sebenarnya Putrilah yang sudah menunggu Ayuna menabraknya dengan ia berdiri dari duduknya seolah tengah memainkan ponsel.


“Ah tidak. Itu bukan masalah. Tapi maukah kau menemaniku bercerita sebagai gantinya?” tanya Putri dengan wajah yang di buat sedih sekali.


Ayuna menoleh pada sang manajer takut jika di tegur karena bermalas-malasan bekerja. Meski sebenarnya tidak seperti itu.


Melihat sang manajer yang mengangguk, ia pun setuju. Putri memintanya duduk di depannya dan menemaninya bercerita.

__ADS_1


“Pekerja tetap di sini?” tanya Putri pertama kali. Ayuna menggelengkan kepala.


“Saya kuliah sambil kerja, Nyonya.” Kesan pertama baik yang Putri dengar dari ucapan gadis di depannya saat ini.


“Biaya kuliah sendiri?” tanya Putri lagi.


“Iya, Nyonya. Saya dari desa dan keluarga yang sederhana. Maka dari itu saya kuliah sambil kerja untuk bayar kuliah dan biaya hidup saya.” ujar Ayuna menjelaskan.


Putri mengangguk-anggukan kepala mendengar jawaban Ayuna. Gadis yang patut di banggakan pikirnya.


“Bagian manajemen, Nyonya.” Ayuna masih merasa sungkan untuk banyak bicara.


Tidak tahu saja ia jika saat ini tengah berhadapan dengan wanita yang terkenal dari keluarga terpandang. Jujur Ayuna buta akan hal itu.


“Mau bekerja dengan saya sambil kuliah? Mungkin bukan hanya biaya kuliah dan hidup, tapi masa depan kamu bisa terjamin. Sebab saya tahu mana orang yang bisa di ajak bekerja keras dan tidak.” Ayuna mengangkat wajah dari yang semula menunduk. Ia menatap lekat wajah wanita paruh baya di depannya yang begitu cantik dan terawat.

__ADS_1


“Masa depanmu akan terjamin karena anak saya yang akan menjaminnya.” lanjut Putri dalam hati ingin tertawa mengingat ucapannya.


Sedangkan Ayuna terdiam tak tahu harus bicara apa. Ia bingung memberikan jawaban saat ini. Sebab wanita di depannya pun ia tidak kenal.


“Sudahlah nanti saja menjawabnya. Ini hubungi saya jika kamu sudah menemukan jawabannya. Sekarang saya mau kamu mendengarkan curhatan saya.” Ayuna tampak tersenyum kikuk.


Curhat? Bukankah mereka adalah orang yang baru pertama kali bertemu? Bagaimana mungkin bisa mendengarkan curhatan? Batin Ayuna.


“Anak saya seorang pria, di usianya yang sudah menginjak 28 tahun belum juga menikah. Bahkan orang-orang banyak yang menganggapnya pria penyuka sesama jenis. Heh saya bingung harus bagaimana?” keluh Putri penuh dengan sandiwara.


Rasanya Ayuna ingin tertawa di tengah kesedihan Putri. Apa separah itu sampai anaknya di sangka penyuka sesama jenis?


“Entah saya yang salah ngidam waktu itu atau anak saya yang salah bergaul yah? Niatnya saya mau menjodohkan dia dengan seseorang tapi saya takut bagaimana kalau sampai ketahuan dan benar jika anak saya penyuka sesama jenis?”


Ayuna tersenyum menggelengkan kepala. “Nyonya, saya rasa maaf itu sepertinya terlalu berlebihan. Bukankah terkadang pria lebih sulit mencari jodoh di usianya yang mapan. Mungkin itu salah satu faktornya.”

__ADS_1


Keduanya pun terus membicarakan pria yang saat ini memantau keduanya dari jarak jauh. Rangga nampak tersenyum-senyum ketika memperhatikan sang ibu begitu asik bercerita sampai ia harus melakukan panggilan video dengan sang anak buah. Tanpa tahu jika dua wanita itu saat ini justru tengah membicarakan dirinya.


__ADS_2