Si Kembar Bunga Desa

Si Kembar Bunga Desa
Kembalinya Ayana


__ADS_3

“Ayana! Ayana! Berhenti! Argh!” Fikram yang tersungkur di lantai rumahnya kesakitan saat merasakan kakinya terhempas oleh kursi kayu. Kram membuatnya tak bisa berdiri.


Teriakan pria paruh baya itu sama sekali tak di hiraukan oleh Ayana, gadis itu tetap saja meninggalkan rumah setelah perdebatan panjang dengan sang ayah tak berujung perdamaian. Ia bersikeras tetap menuju kota untuk kembali bertukar posisi dengan Ayuna. Sembari mencari sang tuan muda tampannya itu, sebab sudah beberapa hari ini Rangga tak kunjung tiba di desa.


Di kelas kini Ayuna belajar dengan tenang. Ia tak lagi pusing memikirkan segalanya sebab ada pekerjaan yang sudah bisa ia jadikan masa depan jika ia lulus kuliah nantinya.


Namun, siapa sangka jika di keesokan harinya perkuliahan Ayuna tak lagi tenang seperti biasanya.


“Ayuna Zahira,” panggilan yang membuat Ayuna mengerutkan keningnya. Bukankah seharusnya Ayana Zahira? Begitu pikirnya.


Yah, kini adalah hari pertama kedatangan Ayana kembali memasuki kelas perkuliahan setelah ia nekat melawan sang ayah agar tetap berangkat kembali ke kota.

__ADS_1


Dan itu semua tentu membuat para teman sekelas dan juga Ayuna heran. Namun, mereka teman-teman Ayuna tak menghiraukan sebab mereka pikir itu hanya salah panggil saja. Selama ini teman mereka bernama Ayana Zahira.


“Pak, itu salah. Nama saya Ayana Zahira.” Semua syok melihat orang yang bersuara barusan. Dimana Ayuna pun menoleh ke belakang dan ia bisa melihat saudara kembarnya juga berada di tempat yang sama.


“Tidak. Ini benar kok. Ayuna Zahira. Nama kamu juga ada di bawahnya. Karena belum saya urutkan setelah memasukkan data kalian semua di buku absensi baru ini.” Dosen itu sontak membuat Ayuna dan Ayana sama-sama tercengang.


Suasana kelas yang semula tenang mendadak riuh. Ayana nampak begitu geram mengetahui jika Ayuna selama ini berkuliah tanpa menggantikan dirinya. Itu artinya ia akan kuliah dan mengurus semua tugas yang tertinggal selama ini.


Sepulang kuliah, Ayuna yang di hampiri oleh teman sebelah bangkunya terkejut saat tangannya justru di tarik keras oleh Ayana.


Ayuna tak bisa melakukan apa-apa selain mengikuti pergi sang kakak.

__ADS_1


“Maaf, aku juga tidak tahu perihal absen nama kita itu, Kak.” Ayuna memilih mengatakan sejujurnya lebih dulu sebelum di tanya.


“Dasar pembohong!” Ayana mengangkat tangannya hendak menampak Ayuna, namun seorang pria datang dengan mencengkram kuat tangan Ayana.


“Jangan berani menyakitinya. Jika tidak, tangan anda saya patahkan.” Ayana menoleh ke belakang dimana pria asing berdiri.


Ayuna sendiri tak mengenal sosok pria itu. Keningnya mengerut berusaha mengenali pria tersebut. Namun, sama saja. Ia tetap tidak bisa mengenali pria di depannya saat ini.


“Oh jadi begini tingkah kamu, Yuna? Belum lama kamu di kota sudah bergaya dengan pacaran seperti ini? Kamu akan aku adukan ke ayah.” ancam Ayana kesal tak bisa menyentuh sang adik. Bahkan tangannya saat ini begitu sakit rasanya.


Ayuna menggeleng tidak tahu. “Kak, aku tidak mengenalnya. Dan kau siapa? Aku sama sekali tidak mengenalmu.” tutur Ayuna menunjuk pada pria itu.

__ADS_1


“Anda tidak perlu tahu siapa saya. Tapi yang perlu anda tahu, anda tidak perlu takut dengannya, Nona. Saya akan melindungi anda dimana pun anda berada.” Kesal Ayana memilih pergi.


Ia akan melaporkan ini semua pada dekan dan kaprodi. Bagaiamana pun Ayana tidak mau jika sang adik kuliah dengannya apa lagi di kampus yang sama. Bisa saja jika Rangga melihat dan kembali mencampakkan dirinya.


__ADS_2