
Rangga sangat marah mendengar ucapan dari Ayuna yang mengatakan jika dirinya ternyata di jebak di dalam toilet saat di rumah sakit. Ia benar-benar tak habis pikir ketika mendengar kelicikan Ayana yang bahkan membuat Ayuna sampai banyak mendapatkan luka saat ini. Rasa bersalah menguasai diri Rangga saat ini. Ayana benar-benar wanita yang sangat licik. Andai Ayuna memberikan persetujuan untuk Rangga memberikan hukuman pada saudara kembarnya itu, tentu sudah Rangga lakukan. Namun, Ayuna memohon pada Rangga agar tidak melakukan apa pun pada Ayana. Yang terpenting saat ini sang ayah harus di amankan dari Ayana. Firasat buruk jelas Ayuna rasakan saat ini tentang sang ayah ketika berada dalam pengawasan sang kakak.
"Tolong jauhkan dia dari ayah. Saya benar-benar takut. Ayana pasti melakukan sesuatu pada ayah. Penyebab ayah separah itu karena dia juga." Rangga mendengar banyak cerita dari Ayuna yang mengetahui apa saja yang sudah di lakukan hingga membuat ayah sampai tak bisa bicara seperti ini.
"Sekarang istirahatlah biarkan anak buahku yang mengurus semuanya." ujar Rangga namun Ayuna menolak dengan tegas. Ia sudah beberapa hari tak bertemu dengan ayah dan Ayuna begitu merindukan sang ayah.
Segera saat itu juga mereka bergegas menuju rumah sakit setelah Rangga memastikan jika Ayuna benar-benar sanggup untuk pergi. Tak heran jika beberapa pekerja merasa heran melihat keadaan Ayuna yang kacau saat ini.
__ADS_1
Di mobil Rangga melajukan kendaraan dengan Ayuna yang duduk di sampingnya. Keduanya tampak sangat gelisah berharap sang ayah baik-baik saja saat ini di rumah sakit dengan pengawasan dari sang kakak.
"Aku sangat takut terjadi sesuatu pada ayah." ujar Ayuna cemas.
Rangga tahu apa alasan dari ayuna yang cemas seperti ini. Seorang anak pasti akan sangat mengkhawatirkan sang ayah. Dan kini semua itu terjadi pada Ayuna. Rasanya Rangga tak memiliki ampunan lagi pada Ayana. Ia sangat ingin menghabisi nyawa wanita kejam itu.
Beberapa menit berlalu akhirnya mobil pun tiba di bandara. Ayuna merasa heran apa yang terjadi sebenarnya hingga Rangga pun menjelaskan jika sebenarnya mereka harus menaiki pesawat lebih dulu agar bisa sampai di rumah sakit tempat sang ayah di rawat. Jujur Ayuna tak habis pikir jika sang kakak begitu niat untuk memisahkan dirinya dengan ayah. Ayana benar-benar tumbuh menjadi wanita yang sangat ambisius.
__ADS_1
Mereka berjalan menuju ruangan dan di sana terlihat dokter tengah sibuk memeriksa keadaan pasien yang tidak lain adalah ayah dari Ayuna.
"Dokter, ada apa dengan ayah saya?" mata Ayuna nampak berkaca-kaca melihat dokter sibuk memeriksa dan bericara dengan para suster.
"Mba, tolong di luar dulu. Biarkan kami memeriksa semuanya dulu. Keadaan pasien tiba-tiba kembali drop." Ayuna lemas di papah oleh Rangga keluar dari ruang rawat.
Disana di kursi tunggu Rangga mendudukkan Ayuna. Ia mengusap bahu wanita itu berusaha menguatkan.
__ADS_1
"Ayah pasti akan baik-baik saja. Tenanglah." ujar Rangga.
"Jika sampai terjadi sesuatu dengan ayah aku tidak akan mengampuninya." Ayuna nampak mengusap air mata dengan tatapan penuh kebenciannya.