Si Mata Biru Kesayangan King Mafia

Si Mata Biru Kesayangan King Mafia
Episode 105


__ADS_3

Hari begitu cepat berlalu tak terasa kini sudah tiga tahun lama nya mereka tinggal di negeri orang,sudah tiga tahun pula mereka tidak pernah kembali ke tanah air selama kondisi Cloe masih sama karna masih belum menemukan pendonor yang cocok.


Rumah yang dulu ceria tersebut perlahan semakin berubah saat Cloe selalu bertanya kapan ia sembuh dan bisa melihat hingga akhir nya ia mengerti jika diri nya tidak lah sakit melainkan ia mengalami kebutaan yang kemungkinan besar tidak akan pernah melihat lagi jika tak ada pendonor yang cocok untuk nya saat ia tak sengaja mendengar pembicaraan orang tua nya.


Seperti saat ini Cloe memilih mengurung diri nya di dalam kamar saat mereka akan makan malam bersama,jika dulu ia begitu ceria dan tersenyum namun kini menjadi murung dan jarang bicara.


"Cloee"panggil Edward mengetuk pintu kamar adik nya tersebut.


"Masuk saja kak"jawab Cloe dari dalam kamar.


Ceklek


"Ada apa kak"tanya Cloe pada Edward saat pintu sudah terbuka.


"Kenapa belum keluar juga kami sudah menunggu mu di meja makan"ucap Edward.


"Aku makan di kamar saja kak"ucap Cloe.


"Apa kau ada masalah katakan pada kakak"ucap Edward.

__ADS_1


"Tidak ada kak Cloe hanya ingin sendiri saja"ucap Cloe.


"Kita keluar dulu yah mamih dan papih sudah di sana menunggu mu,kalau kau tidak keluar mamih akan sangat cemas dengan keadaan mu"bujuk Edward.


"Baiklah"ucap Cloe berdiri dari duduk nya ia melangkah kan kaki nya dengan bantuan tongkat di tangan nya.


Edward menatap adik nya dengan tatapan sulit di artikan hingga Cloe berada di samping nya.


"Jika ada masalah katakan pada kakak"ucap Edward merangkul pundak adik nya berjalan bersama menuju meja makan.


"Iya kak"ucap Cloe mengangguk kan kepala nya.


"Hehe Cloe tadi belum lapar mih"ucap Cloe.


"Ayo duduk kita makan papih sudah lapar dari tadi"ucap Deffin mengalihkan pembicaraan saat mata nya sudah melihat wajah menyelidik istri nya pada putri nya tersebut yang akan berujung panjang.


Akhir nya mereka makan dengan tenang walaupun Gazella tidak berselara makan namun ia tetap memaksakan nya sambil memperhatikan putri nya yang makan sendiri entah kenap ia merasa putri nya menyembunyikan sesuatu dari nya,apalagi sekarang putri nya menjadi pendiam bahkan jika Ansel mengajak nya bermain Cloe sudah menolak nya berbeda dengan beberapa minggu lagi yang pasti akan semangat jika Ansel mengajak nya bermain. Tak hanya itu Cloe juga ingin makan sendiri dan melakukan apapun sendiri tidak mau di bantu lagi yang membuat kecurigaan Gazella semakin terlihat jelas pada putri nya tersebut.


"Mamih"panggil Ansel.

__ADS_1


"Ahh iya kenapa"tanya Gazella saat tangan Ansel menepuk tangan nya.


"Mamih kenapa"tanya Ansel yang entah kenapa lebih sensitif pada Gazella.


"Tidak papa boy"ucap Gazella tersenyum tipis.


Ansel mengangguk melanjutkan makan nya kembali begitu juga yang lain saat kedua nya berbicara. Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang tengah karna sudah libur sekolah jadi mereka tidak belajar.


"Pih kenapa kakek dan yang lain tidak pernah datang mengunjungi kita"tanya Edward heran.


"Mereka sedang sibuk boy"ucap Deffin.


"Bagaimana kalau kita ke sana pih Ansel kangen dengan ancle"ucap Ansel.


"Kita di sini saja pih"ucap Cloe membuat mereka mengalihkan pandangan nya pada Cloe.


"Kenapa apa kau tidak kangen dengan kakek dan ancle"tanya Ansel.


"Tidak papa kak Cloe hanya ingin di sini saja"jawab Cloe.

__ADS_1


"Sudah malam kalian masuk ke kamar"ucap Deffin di angguki ke empat nya segera masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


__ADS_2