Si Mata Biru Kesayangan King Mafia

Si Mata Biru Kesayangan King Mafia
Episode 19


__ADS_3

Tengah malam Gazella terbangun dari tidur nya merasa berat ada sesuatu yang menimpa perut nya.


"Ini tangan siapa"gumam Gazella meraba tangan yang melingkar di perut nya merasa tangan tersebut adalah tangan laki-laki Gazella menendang kuat orang yang berani memeluk nya hingga mendarat di lantai.


"Ahhh kenapa kau menendang ku"protes Deffin kesal tidur nyenyak nya di ganggu dengan tidak elit nya.


"Kita di mana om penguntit"tanya Gazella tanpa menghiraukan Deffin yang kesal.


"Di kamar ku"ucap Deffin ketus kembali naik ke atas ranjang nya.


"Kenapa membawa ku ke sini tidak ke kamar ku dan kenapa juga om penguntit harus tidur di samping ku"protes Gazella.


"Diam lah dan tidur aku tidak akan macam-macam dengan mu"ucap Deffin.


"Ck tidak macam-macam apa nya om penguntit malah memeluk ku erat begitu"ucap Gazella.


"Hanya memeluk saja itu hal yang biasa"ucap Deffin.


"Bagi ku tidak biasa karna aku tidak pernah tidur satu ranjang dengan lelaki"ucap Gazella ketus.


"Heyy kucing kecil aku juga tidak pernah tidur dengan wanita mana pun kecuali dengan mu malam ini"ucap Deffin.


"Lihat lah masih jam dua pagi lebih baik kita kembali tidur bukan nya besok kau ingin ikut dengan ku lari pagi"sambung Deffin memejam kan mata nya.


"Aku lapar di mana makanan yang tadi kita beli"tanya Gazella.


"Di luar di atas meja"ucap Deffin.


Gazella segera keluar kamar dan mengambil makanan yang berada di atas meja,ia membawa nya ke dapur untuk di panas kan lebih dulu karna sudah dingin.


"Kenapa di sini berbeda dengan apartemen milik ku bukan nya seharus nya sama saja"gumam Gazella menatap sekeliling nya.


Setelah makanana nya panas Gazella membawa nya ke meja makan dan mulai makan.


"Om penguntit juga lapar"tanya Gazella mematap Deffin yang bangun dan duduk di depan nya.


"Aku hanya haus saja"ucap Deffin mengambil minum Gazella dan meminum minuman Gazella yang terletak di atas meja.

__ADS_1


"Kenapa apartemen milik Om ini lebih luas dan mewah dari pada milik ku padahal kan sama saja"tanya Gazella.


"Yang di bawah memang sama persis yang ini apartemen pribadi ku dan hanya ini yang berbeda"ucap Deffin.


"Berarti ini lantai tiga puluh"tanya Gazella di angguki Deffin.


"Selera mu lumayan juga om penguntit"ucap Gazella.


"Bisa tidak kau ganti panggilan mu itu"protes Deffin.


"Itu lebih cocok untuk om penguntit seperti mu"ucap Gazella.


"Aku sekarang kekasih mu ganti panggilan mu dengan yang lain"ucap Deffin membuat pipi Gazella memerah mendengar Deffin mengatakan kekasih.


"Wajah mu memerah kucing kecil apa kau malu"goda Deffin.


"Ck untuk apa juga aku harus malu"ketus Gazella membuat Deffin tertawa.


"Lalu kenapa wajah mu memerah begitu"goda Deffin.


"Jangan menggoda ku"ucap Gazella jengkel melihat Deffin tak berhenti tertawa.


"Sejak kapan om penguntit bisa berkata romantis begitu"tanya Gazella membuat Deffin menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Aku mengatakan apa yang ada di dalam hati ku bukan karna berkata romantis karna aku juga tidak seperti lelaki yang lain hanya berbicara romantis untuk membuat wanita menyukai nya namun aku mengatakan apa yang ada di dalam hati dan pikiran ku serta apa yang aku lihat dan rasakan"ucap Deffin.


"Ahhh om penguntit manis sekali sih"ucap Gazella berpindah duduk di samping Deffin dan memeluk Deffin dari samping.


"Jangan pernah memeluk lelaki mana pun aku tidak akan suka"ucap Deffin membalas pelukan Gazella.


"Aku tahu"ucap Gazella melepaskan pelukan nya.


"Habiskan makanan mu kita kembali tidur"ucap Deffin.


"Baik lah"ucap Gazella segera kembali melahap makanan nya yang belum habis, Deffin sendiri memilih menunggu Gazella hingga selesai.


"Sana gosok gigi lebih dulu sebelum tidur"ucap Deffin berdiri di ikuti Gazella.

__ADS_1


"Hemm"ucap Gazella merapikan bekas makan nya dan mengikuti Deffin kembali ke kamar,ia ke kamar mandi lebih dulu untuk menggosok gigi sesuai yang Deffin katakan.


"Om aku boleh pinjam baju mu tidak"tanya Gazella karna merasa tidak nyaman memakai gaun.


Deffin mengangguk segera mengambil baju tidur milik nya yang masih baru dan memberikan nya pada Gazella.


"Terimakasih"ucap Gazella mengambil nya dan pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju nya,tak lama Gazella keluar dari sana membuat Deffin tertawa melihat Gazella memakai baju nya kebesaran seperti muat untuk dua orang.


"Apa ada yang lucu"tanya Gazella.


"Tidak ada"ucap Deffin.


"Lalu kenapa om penguntit tertawa"ucap Gazella.


"Lupakan saja sini kita tidur kembali"ucap Deffin.


Gazella mengangkat sedikit celana yang kebesaran tersebut dan berbaring di samping Deffin,kedua nya menatap langit-langit kamar tersebut dengan mata yang masih belum terpejam.


"Sebelum kau pergi aku ingin kau tinggal di sini bersama ku"ucap Deffin.


"Tidak masalah asal kan om penguntit tidak macam-macam pada ku lumayan makan gratis jika aku tinggal di sini"ucap Gazella membuat Deffin menyentil kening Gazella.


"Ck kenapa malah menyentil kening ku sih"protes Gazella.


"Kau seperti orang susah saja suka gratisan"ucap Deffin.


"Jarang-jarang ada yang gratis jadi tidak boleh di sia-siakan begitu saja"ucap Gazella.


"Astaga kau kemana kan uang mu yang banyak itu"tanya Deffin.


"Itu bukan lah uang ku semua nya maklum saja om aku masih harus melanjutkan sekolah dan berhemat agar nanti tidak akan kurang biaya maka nya aku suka yang gratisan"ucap Gazella membuat Deffin geleng kepala.


"Kau suka sekali mencari alasan atau kau memang pelit begitu"tanya Deffin membuat Gazella melotot tajam pada Deffin.


"Kenapa tidak terima"ucap Deffin pada Gazella.


"Bukan nya pelit atau mencari alasan namun selagi ada yang gratis kenapa tidak"ucap Gazella.

__ADS_1


"Om penguntit tahu di luar sana banyak orang-orang yang mencari sesuap makanan mati-matian maka dari itu aku tidak menyia-nyiakan gratisan selagi ada,uang perusahaan milik ku bukan untuk ku saja setengah dari hasil nya aku membangun panti asuhan untuk mereka yang membutuh kan tempat tinggal serta aku juga membiayai semua keperluan mereka sendirian tanpa ingin ada pihak lain yang menjadi donatur di sana karna bagi ku melihat senyum kebahagiaan mereka dari hasil jeri payah ku sendiri menjadi kepuasan tersendiri untuk ku"ucap Gazella membuat Deffin berdek kagum dengan kebaikan hati gadis kecil di samping nya.


__ADS_2