Si Mata Biru Kesayangan King Mafia

Si Mata Biru Kesayangan King Mafia
Episode 42


__ADS_3

Deffin memarkirkan mobil nya di sebuah restoran mewah untuk mengisi perut mereka lebih dulu sebelum memulai perjalanan,kedua nya turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran sambil bergandeng tangan.


Para pengunjung restoran menatap kedua nya yang baru masuk membuat Deffin mengendus malas sambil memperharikan Gazella di samping nya.


"Kenapa"tanya Gazella merasa di perhatikan oleh Deffin.


"Kenapa kau harus berdandan cantik begini sih"ucap Deffin mulai kesal.


"Aku tidak berdandan"ucap Gazella menatap aneh ke arah Deffin yang terlihat kesal.


"Tidak apa nya lihat lah kau terlihat sangat cantik begitu,kenapa juga aku baru sadar saat di sini kau lihat mata mereka menatap mu begitu"ucap Deffin membuat Gazella tersenyum tipis.


"Haisss mengesal sekali ingin aku colok mata mereka yang terus menatap mu"tambah Deffin bahkan sekarang salah satu tangan nya menutup wajah Gazella satu lagi menggenggam erat tangan Gazella membawa cepat menuju ruangan pribadi yang ada di restoran tersebut.


"Kenapa harus di tutup aku tidak bisa melihat"ucap Gazella yang ikut mulai kesal.


"Ada aku yang menuntun mu"ucap Deffin.


"Ck kau pikir aku ini buta apa harus di tuntun segala,singkir kan tangan mu itu"ucap Gazella.


"Diam lah sebentar lagi kita akan sampai"ucap Deffin mempercepat langkah nya hingga mereka sampai di lantai atas dan masuk ke ruangan yang telah pihak restoran sediakan.


"Jangan berpenampilan cantik lagi jika keluar aku tidak suka mereka menatap mu begitu,kau hanya boleh cantik di depan ku saja"ucap Deffin.


"Cantik bagaimana sih kau tidak lihat aku berpakaian biasa saja"ucap Gazella jengah.


Deffin menatap Gazella dari atas hingga ke bawah memang Gazella tidak ada memoles wajah nya dan pakaian nya seperti biasa terlihat santai,namun entah kenapa hari ini terlihat semakin cantik di mata nya bahkan orang-orang di luar tadi menatap mereka membuat nya ingin mencolok mata para lelaki yang menatap gadis kecil nya tersebut.


"Sudah tua masih saja cemburu begitu ingat umur"dumel Gazella duduk di kursi,sedangkan Deffin melongo mendengar kan ucapan Gazella.


"Hey kucing kecil kau mengatai ku tua"ucap Deffin ikut duduk di depan Gazella.


"Memang benar kan"ucap Gazella.


"Ck tua begini juga calon suami mu,lagian kau tidak lihat wajah ku masih sebanding dengan mu terlihat muda"ucap Deffin.


"Terserah saja,dasar posesif"dengus Gazella meneguk air putih yang ada di atas meja tersebut,berdebat dengan Deffin membuat tenggorokan nya terasa kering.

__ADS_1


Deffin pun diam saja takut Gazella bertambah kesal pada nya,biarkan saja Gazella mengatai nya apa saja,pikir Deffin.


Tak lama pelayan datang mengantarkan makanan untuk kedua nya,mereka menyajikan nya di atas meja lalu pergi setelah menyelesaikan tugas mereka.


"Ayo makan bukan kah tadi kau sudah lapar"ucap Deffin.


"Hemm"dehem Gazella segera menyantap makanan nya begitu juga Deffin yang sesekali mata nya menatap ke arah Gazella.


Seperti nya dia masih kesal pada ku,batin Deffin menatap Gazella yang mendiam kan nya.


"Sayanggg"panggil Deffin.


"Apa"ucap Gazella dengan galak serta mata melotot.


"Kau masih kesal pada ku"tanya Deffin.


"Pikir saja sendiri"ucap Gazella melanjutkan makanan nya.


"Maaf kan aku"ucap Deffin membuat Gazella menghela nafas.


"Aku hanya kesal saja tadi kau terlalu berlebihan jika begitu"ucap Gazela.


"Walaupun mereka menatap ku bukan kah aku sama sekali tidak menatap mereka melirik saja tidak"ucap Gazella.


"Maaf kan aku juga"ucap Gazella berpindah duduk di samping Deffin,ia jadi merasa bersalah setelah mengatakan itu.


"Bukan kah kita akan pergi lagi sebaik nya kita makan biar cepat sampai di sana"ucap Gazella di angguki Deffin.


Akhir nya kedua nya kembali makan dengan tenang,sekarang bergantian Gazella yang melirik Deffin yang sekarang diam saja.


Haiss kenapa jadi seperti ini sih,batin Gazella merasa serba salah.


"Sudah selesai"tanya Deffin di angguki Gazella.


Kedua nya pun akan keluar dari restoran itu namun langkah mereka terhenti mendengar suara tembakan dari lantai bawah.


"Kembali masuk ke dalam"ucap Deffin menarik tangan Gazella masuk.

__ADS_1


"Apa mereka sedang merampok lagi"tanya Gazella karna sudah pernah terjadi kejadian seperti itu saat mereka masuk ke dalam restoran.


"Seperti nya bukan"ucap Deffin mendengar langkah kaki semakin mendekati mereka.


"Kau bawa senjata"tanya Gazella.


"Tidak"ucap Deffin lupa membawa nya karna biasa nya akan ia bawa dan ia taruh di saku jas nya,namun hari ini karna hanya pergi berdua untuk melihat persiapan pernikahan mereka ia tidak membawa nya.


"Seperti nya mereka menuju ke ruangan ini"ucap Gazella di angguki Deffin.


"Bersiap lah"ucap Deffin di angguki Gazella.


Brukk


Terdengar suara pintu di dobrak dari luar hingga pintu itu terbuka sempurna dan masuk sekitar dua puluh orang bersenjata ke ruangan tersebut membuat kedua nya menyeringai.


"Hallo tuan Deffin yang terhormat"ucap seseorang masuk paling terakhir membuat Deffin menoleh.


"Ohh ternyata seorang pecundang yang berani menganggu ku"ucap Deffin dingin setelah melihat siapa dalang keributan tersebut.


Sementara orang itu mengepalkan tangan nya dengan kuat mendengar ucapan Deffin yang merupakan musuh bagi nya.


"Bunuh dia"perintah nya pada anak buah nya.


"Sisakan gadis cantik itu untuk ku"tambah orang itu menatap Gazella yang si balas tatapan dingin dari Gazella.


"Kau siap om penguntit"tanya Gazella.


"Hmm jangan sampai kau terluka mereka membawa senjata"ucap Deffin.


"Hanya kecoa begitu tidak akan bisa menyentuh ku"ucap Gazella menatap mereka satu persatu dengan senyum menyeringai.


Sudah lama aku tidak oleh raga,akan aku buat kalian samsak ku satu persatu,batin Gazella.


Tanpa kata ia segera menendang mereka dengan kuat hingga jauh terpental membuat yang lain terbelakak kaget begitu juga Deffin yang melihat Gazella tanpa takut langsung menerjang musuh nya,tak tinggal diam Deffin juga mulai menerjang mereka hingga suara baku hantam terdengar jelas di sana di iringi suara tembakan.


Gazella maupun Deffin dengan lihai mengindari peluru yang akan mengenai mereka,kaki dan tangan mereka terus mendang dan memukul musuh satu persatu hingga tak bergerak,meski tanpa senjata kedua nya dengan beringas menghajar orang-orang di depan mereka hingga suara teriakan kesakitan terdengar jelas di sana.

__ADS_1


Mata tajam Gazella menatap orang yang sedari tadi cuma menonton mereka di sudut ruangan,ia mengambil pas bunga si dekat nya dan melemparkan nya tepat di kepala orang tersebut hingga pingsan banyangkan saja pas bunga ukuran lumayan besar dari kaca itu mengenai kepala orang tersebut.


__ADS_2