
Di tempat lain Deffin kini membantai habis semua yang telah berani menculik putra nya itu. Anak buah Deffin bergidik ngeri melihat bos mereka kembali bermain dengan pisau dan pistol di tangan nya setelah beberapa tahun tak pernah lagi melihat nya.
"Bakar tempat ini"ucap Deffin dingin setelah memastikan tidak ada yang selamat dari pistol dan pisau di tangan nya.
"Baik bos"ucap mereka serega membakar tempat tersebut.
Deffin menatap Ansel yang tidur di gendongan salah satu anak buah nya,ia pun membersihkan tangan nya yang ternoda oleh darah lalu mengambil Ansel dan menggendong nya.
"Kita kembali"ucap Deffin dingin melangkah meninggalkan tempat itu.
"Baik bos"ucap mereka segera mengikuti Deffin dari belakang yang kini aura nya tak lagi mengerikan setelah menggendong sang anak.
Kenapa pesaraan ku tidak enak begini,batin Deffin semakin mempercepat langkah nya.
"Hubungi mereka yang di rumah tanyakan bagaimana keadaan nyonya dan anak-anak"perintah Deffin.
"Baik bos"ucap salah satu dari mereka menghubungi teman nya yang berjaga di rumah.
Tut tut tut
"Bagaimana"tanya Deffin kini sudah berada di dalam helikopter.
__ADS_1
"Tidak ada satu pun yang mengangkat bos"ucap nya sedikit bingung karna teman nya tak ada yang mengangkat satu pun.
"Kita kembali cepat"ujar Deffin dingin.
Helikopter tersebut akhir nya mengudara,Deffin mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi Gazella namun tetap nihil tidak di angkat sama sekali.
"Apa yang terjadi"gumam nya pelan.
"Percepat"ujar Deffin pada anak buah nya yang menjadi pilot helikopter tersebut.
Tiba di sana sebuah mobil yang menunggu mereka akhir nya bergerak menuju ke kediaman Deffin.
"Cari tau apa yang terjadi"ucap Deffin dengan wajah dingin menatap anak buah nya yang pingsan.
"Bos"ucap salah satu anak buah Deffin menghampiri Deffin.
"Katakan"ucap Deffin.
"Nyonya dan tuan muda ada di rumah sakit bos"ucap anak buah Deffin sambil memberikan ponsel nya pada Deffin memperlihatkan Cctv di rumah tersebut.
"Cari dalang nya aku yakin masih ada,temukan dia dimana pun berada"ucap Deffin dengan wajah semakin dingin dan gelap.
__ADS_1
Ia pun bergegas keluar dari dalam kamar masuk ke dalam mobil dan melajukan nya dengan cepat menuju rumah sakit untuk mengetahui keadaan anak dan istri nya itu yang pasti tidak baik-baik saja.
Belum sampai di rumah sakit Ansel tiba-tiba bangun dan menangis membuat Deffin mengehentikan laju mobil nya untuk menenangkan Ansel dulu.
"Ansel ini papih sayang jangan menangis"ucap Deffin lembut.
Bukan nya berhenti menangis Ansel malah semakin menangis dengan tubuh gemetar ketakutan membuat Deffin semakin harus menahan amarah nya karna seperti nya Ansel trauma dengan kejadian penculikan tadi.
"Ansel aman dengan papih jangan takut lagi"ucap Deffin memeluk erat tubuh Ansel dan kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar tiba di rumah sakit karna tubuh Ansel tiba-tiba menjadi panas.
Tunggu lah sebentar lagi aku akan membuat mu memilih mati dari pada hidup karna telah berani menyentuh anak-anak ku,batin Deffin dengan mata menajam sambil sebelah tangan nya mengemudi mobil tersebut sebelah lagi menahan tubuh Ansel yang ada di pangkuan nya.
.
.
.
Halo kakak semua nya jangan lupa baca cerita Mencintai Lelaki Yang Sama(Nikah Paksa) serta cerita lain nya.
Jangan lupa untuk Like,Vote dan Komen nya juga agar Author semakin bersemangat menulia nya.
__ADS_1
Terimakasih☄