
Gazella pun segera membersihkan tubuh nya yang memang terasa lengket setelah Deffin keluar untuk mengambil baju milik nya di mobil.
"Om penguntit kau sudah di dalam belum"teriak Gazella dari dalam kamar mandi.
"Baru saja,,keluar lah baju mu di sini"ucap Deffin baru masuk ke dalam bertepatan dengan Gazella berteriak.
"Bawa saja ke sini aku akan memakai nya di sini saja"teriak Gazella lagi.
"Haisss kenapa kau suka sekali berteriak"ucap Deffin berjalan menuju pintu kamar mandi.
"Ini baju mu"ucap Deffin.
Gazella membuka pintu dan mengeluarkan tangan nya saja membuat Deffin geleng kepala,ia pun memberikan baju Gazella.
"Terimakasih"ucap Gazella menutup pintu kembali.
"Kau manis sekali jika mengucapkan terimakasih kucing kecil"ucap Deffin membuat Gazella terkekeh di dalam karna ia tahu Deffin menyindirnya.
Deffin memilih duduk di sofa menikmati kopi panas di depan nya karna hari sudah gelap belum lagi di bukit tersebut terasa dingin.
"Sini duduk"ucap Deffin menepuk sebelah nya di anggguki Gazella segera duduk di samping Deffin dan meminum coklat panas yang sudah di buatkan Deffin untuk nya.
"Di sini tidak perlu ac karna sudah dingin"ucap Gazella.
"Kau ini nama nya juga kita di bukit lihat lah semua nya hanya ada hutan wajar saja di sini dingin"ucap Deffin.
"Ck aku juga tahu"ucap Gazella.
"Kita tidak keluar menemui kakek Hao"tanya Gazella.
"Mereka sudah istirahat lihat lah sudah malam begini"ucap Deffin.
"Boleh aku bertanya sesuatu"ucap Gazella dengan wajah serius.
"Tanyakan saja"ucap Deffin.
"Tapi ini masalah pribadi apa kau akan menjawab nya"ucap Gazella.
"Kita akan menikah sebentar lagi tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan aku akan menjawab nya tidak ada yang perlu di tutupi"ucap Deffin.
"Selama di rumah kakek aku tidak melihat keberadaan orang tua mu kemana mereka"tanya Gazella.
__ADS_1
"Mereka sudah meninggal saat aku kecil"ucap Deffin yang tiba-tiba wajah nya berubah sendu.
"Maafkan aku karna mengungkit nya"ucap Gazella merasa bersalah.
"Tidak masalah karna suatu saat kau juga pasti akan menanyakan nya"ucap Deffin.
"Jadi kau hanya tinggal berdua dengan kakek Leo"tanya Gazella.
"Ya kami hanya berdua meski pun dia menyebalkan namun dia satu-satu nya orang yang paling aku sayangi dan hanya dia satu-satu nya keluarga ku"ucap Deffin.
"Sekarang kan ada aku di samping mu"ucap Gazella tersenyum tipis.
"Jangan pernah tinggal kan aku sendirian"ucap Deffin menatap Gazella.
"Tidak akan kita akan hidup bersama sampai maut yang akan memisahkan kita"ucap Gazella.
"Terimakasih sudah hadir dalam hidup ku"ucap Deffin memeluk Gazella.
"Terimakasih juga telah mencintai ku"ucap Gazella.
"Jangan merasa sendian lagi karna ada aku di dalam hidup mu dan aku juga tidak merasa sendirian karna kau hadir dalam hidup ku"tambah Gazella di angguki Deffin.
"Apa kau benar-benar tidak akan mengatakan pernikahan kita pada orang tua mu"tanya Deffin menatap wajah Gazella.
"Dengar kan aku bagaimana pun mereka adalah orang tua mu,setiap manusia pasti mempunyai kesalahan"ucap Deffin.
"Apa kesalahan yang mereka buat berkali-kali tidak menyadarkan mereka juga,apa aku harus memaafkan mereka setiap kali mereka membuat kesalahan itu,aku juga mempunyai perasaan yang bisa sakit,kau tidak ingat saat di rumah sakit dulu bagaimana perlakuan mereka terhadap ku,saat aku mulai menerima mereka lagi-lagi aku harus kecewa apa itu masih bisa di maaf kan,aku memang telah memaafkan mereka hanya saja luka yang mereka berikan untuk ku masih saja membekas"ucap Gazella datar membuat Deffin terdiam.
"Bagaimana perusahaan mu setelah kita menikah"tanya Deffin mengalihkan pembicaraan.
"Tergantung"ucap Gazella.
"Maksut mu"tanya Deffin.
"Aku akan bekerja seperti biasa di belakang layar biarkan saja kak Daniel yang mengurus nya aku kan menggaji nya tiga kali lipat"ucap Gazella.
"Atau kau saja yang mengambil alih nya karna rencana nya aku ingin fokus kuliah agar cepat selesai dan kita juga sudah memikili tiga anak yang akan di urus,aku hanya ingin menjadi ibu rumah tangga saja mengurus rumah anak-anak dan suami ku"ucap Gazella membuat senyum Deffin mengembang sempurna mendengar kan ucapan Gazella.
"Begini saja biarkan Daniel yang mengurus perusahaan itu kau cukup memantau nya saja aku akan membantu mu karna jika aku ambil alih perusahaan itu bagaimana perusahaan ku yang ada aku tidak akan bisa berada di rumah menghabiskan waktu bersama kalian"ucap Deffin.
"Begitu juga tidak masalah"ucap Gazella.
__ADS_1
"Setelah lulus dari sana kita akan tinggal di Indonesia bukan dan menetap di sana"tanya Gazella.
"Di mana saja asal kan kalian senang"ucap Deffin.
"Oh iya sekalian minta pada kakek agar tinggal bersama kita juga nanti nya biarkan untuk sekarang mereka bebas namun masih dalam pantauan kita setelah kita akan menetap di Indonesia kita baru menyuruh mereka tinggal bersama kita"ucap Gazella.
"Besok aku akan katakan pada kakek"ucap Deffin.
"Lebih baik kita makan perut ku sudah lapar meminta di isi"ucap Gazella berjalan menuju dapur mengambil makanan yang mereka beli saat akan ke puncak.
"Biar aku bantu"ucap Deffin.
"Panas kan lebih dulu biar enak"ucap Gazella di angguki Deffin.
Selesai memanas kan makanan tersebut kedua nya segera memindahkan nya ke piring dan membawa nya ke meja makan.
"Lebih enak masakan mu"ucap Deffin setelah memasuk kan makanan tersebut ke dalam mulut nya.
"Besok-besok aku akan memasak untuk mu"ucap Gazella.
"Di mana kau belajar memasak"tanya Deffin.
"Aku hanya melihat cara memasak di internet dan mencoba nya"ucap Gazella.
"Sekali mencoba saja"tanya Deffin di angguki Gazella.
"Calon istri ku memang jenius"gumam Deffin menatap kagum ke arah Gazella.
"Aku tahu"ucap Gazella mendengar gumaman Deffin.
"Telinga tajam juga kucing kecil padahal aku mengatakan nya pelan"ucap Deffin.
"Ck anda lupa siapa saya tuan"ucap Gazella.
"Hehehe biasa saja nyonya Deffin"ucap Deffin.
Selesai makan kedua nya kembali membersihkan piring dan peralatan lain nya yang kotor baru lah mereka mengganti baju dengan baju tidur agar lebih nyaman saat tidur.
"Selamat malam"ucap Deffin sambil memeluk Gazella.
"Selamat malam sih selamat malam,tapi tidak perlu di peluk juga"ucap Gazella melepaskan tangan Deffin.
__ADS_1
"Hanya memeluk saja"ucap Deffin mengeratkan pelukan nya.
"Ck terserah anda saja tuan"ucap Gazella malas membiarkan Deffin memeluk nya toh tinggal menunggu hari mereka juga akan menikah pikir Gazella.