
Setelah berbicara panjang lebar Deffin dan Gazella akhir nya meninggal kan kediaman kakek Deffin.
"Jangan terlalu memikirkan ucapan kakek tadi aku yakin kau bisa melewati ujian yang kakek berikan"ucap Deffin menatap Gazella yang diam saja.
"Bukan itu yang aku pikirkan tapi aku tidak habis pikir kakek mu dan kakek kalau di pertemukan akan menjadi seperti apa melihat kelakukan mereka begitu"ucap Gazella membuat Deffin menepuk jidat nya pelan tidak habis pikir dengan kelakuan aneh gadis di samping nya.
"Ck untuk apa juga kau memikirkan mereka biar kan saja itu terserah mereka nanti nya"ucap Deffin ketus membuat Gazella menoleh.
"Kenapa juga bicara mu ketus begitu pada ku"tanya Gazella.
"Aku hanya tidak habis pikir bisa-bisa nya kau memikirkan hal itu"ucap Deffin.
"Memang ada yang salah jika aku berpikir begitu"tanya Gazella.
"Tidak"ucap Deffin.
"Lalu kenapa om penguntit sewot begitu"ucap Gazella.
"Haiss bicara dengan mu membuat ku pusing saja"ucap Deffin membuat Gazella mengendus kesal.
"Oh iya kalau boleh tahu memang nya ujian seperti apa yang akan kakek berikan besok"tanya Gazella.
"Entah lah aku juga tidak tahu"ucap Deffin.
"Ck om penguntit sendiri cucu nya masa tidak tahu"protes Gazella.
"Aku memang tidak tahu kucing kecil karna selama ini aku tidak pernah dekat dengan wanita mana pun,,aku saja tidak tahu jika wanita yang akan menjadi pendamping ku harus melalui ujian dari kakek tua itu lebih dulu"ucap Deffin di angguki Gazella.
"Om penguntit bisa kah kau berhenti di restoran nanti aku ingin membeli makanan"ucap Gazella membuat Deffin geleng kepala.
"Kau masih lapar padahal tadi kau makan banyak"tanya Deffin.
"Makan banyak apa nya aku hanya makan sedikit tidak mungkin aku makan terlalu banyak di depan kakek aku juga harus menjaga image juga dong"ucap Gazella membuat Deffin terkekeh.
"Kau makan banyak tapi tubuh mu masih saja kecil begitu kemana pergi nya makanan yang kau makan itu"tanya Deffin.
"Mana aku tahu bukan nya bagus aku makan banyak tubuh ku tetap langsing begini"ucap Gazella sombong.
Sampai nya mereka di sebuah restoran mewah kedua nya masuk ke dalam dan duduk di kursi, Deffin memesan makanan untuk Gazella untuk di bungkus.
"Seperti nya ada yang aneh di sini"bisik Gazella menatap para pengunjung restoran tersebut.
"Aku juga merasakan nya kucing kecil bersiap lah"ucap Deffin pelan di angguki Gazella.
__ADS_1
Benar saja tak lama terdengar suara tembakan dari salah satu pengunjung restoran tersebut membuat yang lain berteriak ketakutan.
"Semua nya jangan bergerak dari tempat kalian atau peluru dari pistol ini bersarang di kepala kalian"teriak nya.
"Serahkan barang berharga kalian jika masih ingin hidup"ucap teman nya lagi.
Sedangkan salah satu orang dari mereka menuju ke ruang yang lain untuk mengambil uang restoran mewah tersebut,Gazella diam-diam membuka hels nya lalu melempar nya tepat ke kepala salah satu dari perampok tersebut.
"Haiss kucing kecil ini sungguh tidak sabaran"gumam Deffin melihat aksi bar-bar Gazella.
Gazella berlari pelan menuju kedua orang yang ingin membantu teman mereka yang kepala nya bocor akibat hels yang di lempar kan Gazella.
Brukk
Gazella menendang kedua nya secara bersamaan membuat kedua nya jatuh tersungkur.
"Cih pengecut seperti kalian hanya segitu kemampuan yang kalian miliki"ucap Gazella dingin menatap ketiga orang di depan nya.
"Jangan mendekat"ucap salah satu dari mereka menodong pistol di tangan nya ke arah Gazella.
"Kau pikir aku takut apa"ucap Gazella menyeringai.
Dor
"Berani nya kau melepaskan tembakan mu ke arah wanita ku"ucap Deffin dingin.
Bruk
Bruk
Krakk
Deffin yang tidak bisa mengontrol emosi nya lagi menghajar mereka semua dengan membabi buta tak sampai lima menit mereka sudah terkapar di lantai dengan tubuh yang patah serta luka di sekujur tubuh mereka.
"Hubungi polisi untuk mengurus semua nya"ucap Gazella pada salah satu pekerja di restoran tersebut.
"Baik nona"ucap pelayan tersebut segera menghubungi polisi sesuai perintah Gazella.
"Kau tidak papa kucing kecil"tanya Deffin.
"Aku tidak selemah itu akan terluka om penguntit"ucap Gazella mengambil hels yang tadi ia lempar kan ke arah perampok tersebut.
Saat ia akan memakai nya Deffin lebih dulu mengambil nya dan berjongkok memasang kan hels tersebut ke kaki Gazella membuat Gazella tersenyum tipis melihat kelakuan Deffin yang memperlakukan nya seperti itu.
__ADS_1
"Kita ambil makanan mu dulu baru pulang"ucap Deffin berdiri setelah selesai memasang kan hels tersebut.
"Terimakasih"ucap Gazella tersenyum manis.
Deffin tersenyum manis sambil mengelus kepala Gazella dengan sayang,ia menggandeng tangan Gazella untuk menanyakan makanan yang telah ia pesan kan tadi.
"Apakah pesanan kami telah selesai"tanya Deffin dingin.
"Sudah tuan"ucap pelayan tersebut.
Deffi mengangguk mengambil nya dan segera ia bayar lalu kedua nya meninggalkan restoran tersebut kembali masuk ke dalam mobil mewah milik Deffin.
"Melelahkan sekali"gumam Gazella menyenderkan tubuh nya.
"Tidur lah aku akan membangunkan mu nanti jika sudah sampai"ucap Deffin.
"Hmm seperti nya besok pagi aku harus latihan agar tidak mudah lelah begini"ucap Gazella.
"Kau ingin keliling taman bersama ku besok pagi"tanya Deffin.
"Boleh juga sebelum pergi ke tempat kakek"ucap Gazella setuju.
Deffin mengangguk segera melajukan mobil nya meninggalkan restoran tersebut menuju apartemen mereka,Gazella yang sudah lelah memejam kan mata nya untuk tidur.
Setengah jam kemudian mereka sampai di apartemen, Deffin yang melihat Gazella tidur segera menggendong Gazella keluar dari mobil dan membawa nya masuk ke dalam.
"Kita hanya memiliki waktu sebentar lagi sebelum berpisah sementara waktu"guman Deffin menatap wajah putih mulus Gazella di gendongan nya.
"Bawa barang yang di mobil dan ikut aku"ucap Deffin pada penjaga apartemen tersebut.
"Baik tuan muda"ucap penjaga apartemen tersebut segera membawa barang milik Deffin dan mengikuti Deffin dari belakang.
Mereka masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai tiga puluh apartemen pribadi milik Deffin yang lebih luas dan mewah.
ting
Lift tersebut terbuka Deffin keluar dari dalam dengan Gazella masih di gendongan nya,ia membuka pintu apartemen nya menggunakan sidik jari.
"Taruh di sana dan keluar"ucap Deffin masuk ke dalam.
"Saya permisi tuan muda"ucap penjaga tersebut di angguki Deffin.
Setelah penjaga tersebut pergi Deffin membawa Gazella ke kamar nya dan menidurkan Gazella di ranjang milik nya,ia membuka hels Gazella lalu ikut berbaring di samping Gazella untuk tidur sambil memeluk gadis kecil tersebut yang sama sekali tidak terusik.
__ADS_1