Si Mata Biru Kesayangan King Mafia

Si Mata Biru Kesayangan King Mafia
Episode 14


__ADS_3

Deffin membawa Gazella ke sebuah bukit yang tak jauh dari kota di mana bukit tersebut tidak ada seorang pun yang tahu kecuali ada sepasang suami istri di sana yang memang memilih tinggal di perbukitan tersebut.


"Kita ke mana om penguntit"tanya Gazella.


"Nanti juga kau akan tahu aku yakin kau juga akan menyukai tempat itu"ucap Deffin.


"Perasaan kita sudah jauh dari kota"tanya Gazella.


"Benar karna letak nya satu setengah jam dari kota"ucap Deffin.


"Kau sedang tidak merencakan sesuatu bukan"tanya Gazella.


"Aku tidak sejahat yang kau pikirkan itu"ucap Deffin ketus.


"Ciee aku hanya bercanda saja om penguntit kenapa kau serius sekali"ucap Gazella tertawa pelan.


Hingga akhir nya mereka sampai di perbukitan yang terlihat perkotaan dari atas sana.


"Ayo turun"ucap Deffin di angguki Gazella.


"Dari sini ternyata pemandangan nya begitu indah terlihat begitu jelas perkotaan dari sini"ucap Gazella.


"Kau benar aku juga saat pertama kali ke sini begitu takjub"ucap Deffin.


"Tuan Deffin"ucap sesorang paruh baya menghampiri Deffin.


"Oh kakek Hao"ucap Deffin tersenyum tipis.


"Siapa gadis cantik ini Deffin"tanya kakek Hao.


"Ini Gazella kek calon istri ku kek"ucap Deffin bangga namun membuat mata Gazella melotot kaget.


"Hey om penguntit jangan asal bicara"protes Gazella.


"Kan memang benar kau akan menjadi calon istri ku nanti"ucap Deffin.


"Ck itu sih mau mu aku masih sekolah"ucap Gazella ketus.


"Aku aku kan sudah mengatakan nya akan menunggumu"ucap Deffin.


"Jangan dengar kan dia kek"ucap Gazella pada pria paruh baya yang menatap mereka berdua.


"Hahaha kalian berdua begitu terlihat sangat serasi dan cocok semoga kalian akan bahagia nanti nya"ucap kakek Hao dengan tulus.


"Kakek doakan saja semoga kami akan selalu bersama"ucap Deffin.


"Tentu saja kakek akan mendoakan yang terbaik untuk kalian"ucap kakek Hao.


"Lanjutkan saja jika kalian ingin berkeliling kakek akan membantu nenek dulu menyiapkan makanan untuk kit"ucap kakek Hao.


"Terimakasih kek"ucap kedua nya bersamaan di angguki kakek Hao segera meninggalkan kedua nya.

__ADS_1


"Kakek Hao bukan asli negara ini"tanya Gazella.


"Benar dia dari negara C dulu nya bekerja di sini namun setelah menikah ia dan istri nya memilih tinggal di sini jauh dari kota"ucap Deffin.


"Om penguntit seperti sudah kenal sekali dengan mereka"tanya Gazella.


"Hmm jika ada waktu aku akan menghabiskan waktu seorang diri di sini untuk menenangkan pikiran"ucap Deffin.


"Ayo aku tunjuk kan sesuatu untuk mu"ajak Deffin menarik tangan Gazella menuju rumah pohon yang ia bangun.


Kedua nya menaiki tangga yang Deffin buat di pohon tersebut dan akhir nya sampai di atas.


"Menakjubkan sekali"ucap Gazella berdecak kagum melihat rumah pohon tersebut yang seperti rumah biasa lengkap di sana ada tempat tidur, kamar mandi,dapur dan lain nya.


"Kau yang membuat ini semua om penguntit"tanya Gazella.


"Hmm kadang aku menghabiskan waktu di sini untuk istirahat maka nya aku isi saja dengan perlengkapan"ucap Deffin.


"Ini sangat indah"ucap Gazella membuka jendela kecil untuk melihat keluar.


"Kau tau kucing kecil hanya kau saja yang tahu tempat ini karna ini tempat pribadi ku"ucap Deffin.


"Kenapa om penguntit membawa ku ke sini"tanya Gazella.


"Entah lah aku sendiri juga bingung"ucap Deffin.


Kedua nya duduk di luar rumah pohon tersebut menikmati waktu mereka berdua.


"Tanyakan saja"ucap Deffin.


"Jika misal nya aku pergi jauh dan entah kapan kembali apa kau akan tetap menjadikan ku calon istri mu seperti yang kau katakan tadi"tanya Gazella.


"Kau akan pergi ke mana"tanya Deffin menatap Gazella.


"Jawab saja dulu pertanyaan ku"ucap Gazella.


"Aku akan tetap menunggu mu"ucap Deffin.


"Om penguntit yakin dengan jawaban itu"tanya Gazella.


"Sangat yakin aku tidak mudah mencintai seseorang jika aku sudah mencintai nya maka tidak akan pernah aku lepaskan"ucap Deffin.


"Bagaimana jika nanti nya aku belum kembali dan om penguntit bosan lalu menyukai gadis lain"tanya Gazella.


"Itu tidak akan pernah terjadi"ucap Deffin.


"Kenapa om penguntit seyakin itu"tanya Gazella.


"Karna kau sudah menguasai seluruh hati ku dan tidak akan celah bagi orang lain mengikis nya sedikit saja"ucap Deffin.


"Sekarang jawab pertanyaan ku kenapa kau berbicara seolah kau akan pergi"tanya Deffin.

__ADS_1


"Aku memang berencana akan pergi melanjutkan pendidikan ku di tempat yang aku ingin kan"ucap Gazella.


"Apa maksut mu bukan nya masih dua tahun lagi"tanya Deffin.


"Tinggal beberapa bulan lagi karna aku ikut kelas akselerasi"ucap Gazella.


"Kau akan ke mana"tanya Deffin.


"Aku ingin ke negara S melanjutkan pendidikan ku"ucap Gazella.


"Kenapa harus jauh-jauh di sini juga ada yang terbaik"ucap Deffin.


"Untuk sementara aku ingin sendirian hingga nanti waktu nya tiba aku akan kembali"ucap Gazella membuat Deffin terdiam.


"Berapa lama kau akan pergi"tanya Deffin.


"Entah lah aku juga tidak tahu"ucap Gazella.


"Jika itu keinginan mu boleh kah aku meminta satu hal untuk mu"tanya Deffin.


"Jika aku bisa memberikan nya maka akan aku berikan"ucap Gazella.


"Aku tidak meminta apapun kecuali kau menjaga hati mu untuk ku itu saja karna aku juga akan melakukan hal yang sama"ucap Deffin membuat Gazella terdiam.


"Baiklah akan aku jaga"ucap Gazella membuat senyum Deffin mengembang sempurna.


"Aku harap setelah kau kembali kita akan melangsungkan pernikahan"ucap Deffin di angguki Gazella.


"Kita pulang saja om penguntit takut nya kemalaman"ucap Gazella berdiri.


"Baik lah"ucap Deffin.


Kedua nya pun segera turun dari rumah pohon tersebut menuju kediaman kakek Hao untuk berpamitan lebih.


"Kalian akan pulang"tanya istri kakek Hao.


"Iya nek"ucap Deffin.


"Sebelum kalian pulang kita makan dulu nenek dan kakek telah memasak untuk makan bersama"ucap kakek Hao.


"Baik lah kek"ucap Gazella menarik tangan Deffin masuk ke dalam rumah kakek Hao setelah di persilahkan untuk masuk.


Mereka duduk lesehan di atas karpet yang telah di siapkan di sana dan juga makanan telah tersaji dengan beberapa menu.


"Maaf hanya ini yang dapat kami sajikan"ucap nenek Hao.


"Ini sudah lebih dari cukup nek"ucap Gazella dengan senyum manis nya.


"Mari silahkan makan"ucap kakek Hao.


Mereka segera menyantap makanan sederhana tersebut namun dengan rasa yang begitu lezat membuat Gazella teringat akan kedua nenek nya yang akan memasak begitu lezat juga walaupun yang mereka masak sederhana.

__ADS_1


__ADS_2